Fitur ‘People You May Know’ Facebook Memancing Kecurigaan soal Privasi

Merekam jejak-jejak teknologi yang semakin sulit dilepaskan dari aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.
Tulisan dari Jejak Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Privasi data (Foto : Cipher Cloud)
Fitur ‘People You May Know’ (PYMK) Facebook terkenal dengan kemampuan misteriusnya untuk mengenali orang-orang yang terkait dengan kita di dunia nyata.
Dia telah membingungkan dan menggelisahkan pengguna Facebook dengan merekomendasikan mantan bos, orang yang baru dikenal, atau sembarang orang yang berpapasan di jalan.
Rekomendasi teman ini melampaui sekadar teman sekolah atau kuliah.
Selama beberapa tahun, Kashmir Hill, seorang reporter di Gizmodo telah mendengar berbagai kisah ganjil tentang PYMK, misalnya saat psikiater mengatakan bahwa pasiennya telah direkomendasikan ke pasien lain untuk berteman meskipun tak saling kenal.
Yang membuat hasilnya ini sangat meresahkan adalah rentang dari sumber datanya yang berupa: informasi lokasi, aktivitas di aplikasi lain, pengenalan wajah di foto, yang dikantongi Facebook untuk meng-cross check penggunanya satu sama lain dengan tujuan membuat kita semua betah.
Pada umumnya pengguna Facebook sadar mereka diawasi, namun kedalaman dan persistensi dari pengawasan ini sulit dibayangkan.
PYMK adalah sebuah kotak hitam.
Untuk melongok ke dalam kotak hitam tersebut, serta pengumpulan data yang tidak diketahui serta nampak agresif ini, Hill mulai mengunduh dan menyimpan daftar orang-orang yang direkomendasikan oleh Facebook guna mencari pola yang ada.
Seringkali Facebook merekomendasikan 160 orang yang beberapa di antaranya muncul berkali-kali. Selama musim panas, lebih dari 1400 orang berbeda direkomendasikan.
Sekitar 200 di antaranya memang dikenal oleh Hill di dunia nyata sedangkan 1200 sisanya adalah orang asing.
Dan muncullah Rebecca Porter.
Dia muncul di daftar Hill setelah satu bulan. Rebecca Porter adalah seorang wanita yang lebih tua dari Hill, tinggal di Ohio, yang sama sekali tidak ada teman mutual dengannya.
Hill tidak mengenalinya namun nama belakangnya akrab di telinga.
Kakek kandung Hill yang tidak pernah dia temui, bernama belakang Porter yang meninggalkan anaknya saat masih bayi. Si bayi kemudian diadopsi oleh pria bernama belakang Hill dan dia sama sekali tidak mengetahui ayah kandungnya hingga dewasa.
Keluarga Porter bermukim di Ohio. Tumbuh di Florida yang tak terlalu jauh, mudah bagi Hill untuk mengetahui keberadaan anggota keluarganya namun dia tidak melihat ada alasan untuk bertemu.
Beberapa tahun lalu, ayah Hill bertemu dengan kakek kandungnya bersama dua paman dan seorang bibi setelah mereka mencari ayah Hill karena nenek Hill meninggal.
Tak seorang pun dari mereka menggunakan Facebook. Hill bertanya ke ayahnya apakah dia mengenali Rebecca Porter dan setelah melihat profilnya dia merasa tidak kenal.
Hill mengirim pesan kepada perempuan tersebut yang menjelaskan situasinya dan bertanya apakah dia mempunyai hubungan darah dengan kakek kandung Hill.
“Ya,” jawab Rebecca Porter.
Porter ternyata adalah nenek dari Kashmir Hill lewat pernikahan. Rebecca menikah dengan saudara laki-laki kakek Hill yang ditemuinya 35 tahun lalu, setahun setelah Kashmir Hill lahir.
Facebook lebih tahu pohon keluarganya dibanding dia sendiri.
“Saya tidak tahu tentangmu,” kata Porter kepada Hill saat ditelepon.
“Saya tak paham bagaimana Facebook bisa menemukan koneksi ini,” tambah Porter.
Percakapannya memuaskan hati Hill. Setelah bercakap-cakap dia duduk diam selama 15 menit.
Kashmir Hill berterimakasih karena Facebook memberikan kesempatan untuk menjalin hubungan dengan anggota keluarga yang terputus, namun gelisah dengan kemahatahuannya.
Bagaimana cara Facebook menghubungkan dia dengan Rebecca sulit dipahami. Ayahnya telah sekali bertemu langsung dengan suami Rebecca setelah pemakaman nenek kandung Hill.
Mereka berkirim surel, dan ayah Hill menyimpan nomor ponsel pamannya tersebut namun mereka berdua tidak menggunakan Facebook. Begitu juga orang-orang di antara Rebecca Porter dan Kharisma Hill di pohon keluarganya.
Facebook dikenal telah membeli informasi dari broker-broker data dan berdasarkan keterangan seorang mantan pegawai Facebook yang kenal cara kerja PYMK menduga hubungan keluarga dikenali dari sana.
Namun saat dikonfirmasi kepada Facebook, humasnya menyangkal dugaan tersebut.
Jika begitu, informasi seperti apa yang dipakai Facebook?
Hill tidak mendapat informasi tentang apa yang memicu rekomendasi ini, dengan alasan rekomendasi. Humas Facebook mengatakan jika Hill diberi tahu cara rekomendasi kepada Rebecca Porter maka orang lain juga akan meminta hal yang sama.
Alasannya kurang meyakinkan. Facebook mendapatkan informasi dari orang-orang setiap saat, atas dasar apa mereka menolak memberikan kembali informasi tersebut?
Alasan lebih besar jejaring sosial tersebut enggan mengungkap tentang cara kerja PYMK diduga karena banyak pesaingnya seperti LinkedIn dan Twitter menawarkan fitur serupa.
Dalam presentasi tahun 2010 tentang PYMK, wakil presiden Facebook bidang rekayasa menjelaskan nilai fitur ini: “ Orang dengan lebih banyak teman akan semakin sering menggunakan situsnya.” Ada keunggulan tersendiri jika menjadi yang terbaik dalam hal ini yang membuat mereka enggan menguak algoritmanya.
Kelihaian ini sudah bertahan lama. Tahun 2009, pengguna Facebook yang mendapat rekomendasi teman yang akurat mencurigai bahwa media sosial ini menggunakan informasi kontak sebagai sumbernya, yang secara sukarela diberikan di awal, namun tak menduga Facebook akan menggunakannya.
Walaupun Facebook sekarang cukup terbuka tentang penggunaan informasi kontak, saat ditanya pada tahun 2009, Chris Kelly, pimpinan divisi privasinya enggan mengonfirmasi apa yang terjadi.
“Kami secara konstan mengiterasi algoritma yang dipakai untuk menentukan rekomendasi di laman kami,” kata Kelly kepada Adweek tahun 2009.
Tidak terus terangnya Facebook tentang cara kerja fitur mereka ini membuat frustrasi pengguna yang ingin mengetahui sampai sejauh mana Facebook tahu tentang mereka dan seberapa jauh media sosial ini menyelami kehidupannya.
Humas Facebook kepada Hill mengatakan ada lebih dari 100 sinyal penanda yang dipakai untuk memberikan rekomendasi pertemanan.
Seratus penanda ini menurut Hill membuat Facebook harus lebih transparan tentang cara kerja PYMK sehingga tidak membuat penggunanya merinding. Juru bicara Facebook kemudian mengatakan sebagai bentuk transparansi mereka menambah informasi di laman bantuan mereka menjelaskan cara kerja PYMK yang diberitakan USA Today.
Laman bantuan tersebut memberikan daftar penjelasan singkat sebagai berikut:
Rekomendasi People You May Know bisa datang dari:
- Mempunyai teman bersama. Ini adalah metode rekomendasi paling umum.
- Berada di satu grup yang sama atau ditag di foto yang sama.
- Jejaring anda (sekolah, universitas, atau pekerjaan)
- Kontak yang anda unggah.
Jika dilihat masih ada setidaknya 95 sinyal penanda yang belum diungkap oleh Facebook. Apa saja sisanya?
“Kami memilih untuk mencantumkan alasan paling umum seseorang dapat rekomendasi dari fitur kami,” kata Facebook lewat surel saat diminta komentarnya tentang daftar singkat tersebut.
Bukannya menjelaskan bagaimana Facebook membuat koneksi antara Kashmir Hill dengan Rebecca Porter, Facebook justru meminta Hill menghapus rekomendasi tersebut jika dia tidak menyukainya.
“Orang-orang tidak selalu suka dengan rekomendasi dari PYMK, sehingga salah satu tindakan untuk mengontrol fiturnya adalah mengklik tanda silang di rekomendasi yang dianggap tidak menarik,” jelas humas Facebook lewat surel.
“Ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan ketidaktertarikan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain di dunia maya dan umpan balik ini menolong kami meningkatkan kualitas fiturnya,” tambah humas tersebut.
