Tekno & Sains
·
27 Juli 2021 8:19
·
waktu baca 5 menit

Laporan: Freelance Writer di Indonesia Menargetkan Harga Rp200 Ribuan

Konten ini diproduksi oleh Jejak Tekno
Laporan: Freelance Writer di Indonesia Menargetkan Harga Rp200 Ribuan (913502)
searchPerbesar
Pandemi yang merebak sejak tahun penghujung 2019 di Wuhan kemudian tiba di Indonesia pada April 2020 dan masih berlangsung sampai sekarang membuat sebagian anggota masyarakat tidak bisa beraktivitas sebagaimana biasa. Lumpuhnya roda perekonomian akibat pembatasan aktivitas seperti PSBB kemudian PPKM menimbulkan persoalan baru: hilangnya lapangan pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Bertahan di masa sulit seperti sekarang perlu disikapi dengan mencoba berbagai jenis pekerjaan.
Salah satu yang bisa dipertimbangkan adalah menjadi penulis konten.
Sebelum mencoba masuk ke bidang ini, hasil survey oleh ContentGrow berikut ada baiknya kamu pelajari untuk mencari kecocokan dengan keahlian dan pengalaman yang sudah dimiliki.
Survey yang berjudul The State of APAC’s Freelance Writer Economy 2021 tersebut disarikan dari hasil survey terhadap 1200 orang penulis dan jurnalis lepas di 7 negara penting kawasan Asia Pasifik yaitu Singapura, Indonesia, Filipina, Hong Kong, China, India, dan Australia.
Ulasan yang mereka buat dalam memetakan kondisi penulisan lepas tersebut mencakup antara lain besarnya upah menulis, bahasa yang dipakai penulis, segmen yang dibahas, dan latar belakang penulis.
ADVERTISEMENT
Standar jumlah kata dalam sebuah artikel atau tulisan adalah 500 kata, dengan bayaran berbeda-beda bergantung kepada negara asal si penulis. Penulis di Indonesia berada pada rentang 15 sampai dengan 30 Dolar AS (sekitar Rp215 ribu hingga Rp430 ribu) per artikel, yang besarnya sama dengan di Filipina dan India. Ketiga negara tersebut berada pada urutan terakhir untuk besar upah, di bawah Hong Kong dan China pada rentang 50-100 Dolar AS (sekitar Rp720 ribu hingga Rp1.4 juta), kemudian Singapura dan Australia mulai dari 100 Dolar AS hingga 300 Dolar AS (sekitar Rp 1.4 juta hingga Rp4.2 juta).
Perbedaan upah tersebut diduga berhubungan dengan seperti apa kepercayaan diri masing-masing pekerja bebas dan kekuatan mata uang negara bersangkutan terhadap Dolar Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

Bahasa

Menulis berarti mengeluarkan keahlian bermain kata, berbahasa. Penting bagi seorang penulis untuk memahami lebih dari satu bahasa di era globalisasi seperti sekarang. Bahasa Inggris sudah menjadi sebuah keharusan selain bahasa ibu.
Di Asia Pasifik, para penulis asal Singapura dan Australia kembali memiliki kemiripan. 72% penulis Singapura menyatakan hanya menggunakan bahasa Inggris, sedangkan 28% yang lain siap menulis dalam dua bahasa atau lebih. Adapun Australia, 70 persennya hanya menerima pekerjaan untuk bahasa Inggris, dan 30% sisanya menggunakan dua bahasa atau lebih.
43 persen di India hanya memakai bahasa Inggris, Hong Kong 29 persen, sedangkan di Filipina dan Indonesia masing-masing sebesar 18 dan 11 persen.

Kategori Bahasan

Membuat tulisan tidak bisa sembarangan jika kita ingin dibaca oleh banyak orang atau sekelompok orang tertentu. Ada tujuan, daya tarik yang perlu diolah supaya tulisan tersebut menggugah minat si pembaca.
ADVERTISEMENT
Salah satu yang perlu diperhatikan kategori bahasan konten. Jenisnya bisa beragam mulai dari gaya hidup, makanan, tempat wisata, keuangan, dan lain sebagainya. Survei yang dilakukan oleh ContentGrow meminta responden menyebutkan tiga kategori yang paling mereka senangi.
Di Indonesia, urutan pertama ditempati oleh Gaya Hidup dengan 20,7% disusul oleh Wisata 10,3%, dan terakhir Fesyen 4,1%. Selain di Indonesia, Gaya Hidup paling banyak dipilih oleh para penulis di Singapura (23,7%) diikuti oleh Gaya Hidup Mewah (7,5%) dan Wisata (7,2%); di Filipina (24,2%) disusul Gaya Hidup Mewah (12,1%) dan Wisata (9,1%); Hong Kong (28,8%) diikuti Pemasaran (8,2%) dan Hiburan (8,2%); terakhir adalah India (14,8%) disusul Wisata (12,1%) dan Teknologi (10,8%).
Penulis di China masih memiliki kemiripan dengan negara lain di mana Gaya Hidup masuk dalam tiga besar meskipun berada di urutan kedua (11,5%) di belakang Wisata (23,1%) dan bersama Sains (11,5%).
ADVERTISEMENT
Penulis-penulis Australia memiliki perbedaan tersendiri dengan pilihannya: Pemasaran (16,7%), Keuangan (9,4%), dan Wisata (9,3%).
Banyaknya muncul pilihan Wisata di tengah situasi pandemi seperti sekarang diyakini karena contoh-contoh tulisan mereka sebelumnya banyak berasal dari cerita perjalanan ke tempat-tempat wisata.

Rata-rata Tarif per Kategori

Dari kategori-kategori yang telah dipilih sebelumnya, responden di seluruh kawasan Asia Pasifik ditanya besarnya tarif yang mereka tetapkan untuk setiap artikel yang ditulis.
ContentGrow menemukan bahwa kategori Gaya Hidup merupakan yang rata-ratanya tertinggi tarifnya (62,39 Dolar AS atau Rp904 ribu), unggul tipis atas Pemasaran (62,38 Dolar AS atau Rp904 ribu). Kemudian Keuangan berada di urutan ketiga (60,32 Dolar AS atau Rp874 ribu), disusul Gaya Hidup Mewah (56,96 Dolar AS atau Rp 825 ribu), Teknologi (56,07 Dolar AS atau Rp812 ribu), Fesyen (55,35 Dolar AS atau Rp802 ribu), dan terakhir adalah Wisata (50,67 Dolar AS atau Rp 734 ribu).
ADVERTISEMENT

Disiplin Ilmu

Para penulis ini juga ditanya apa yang menjadi dasar ilmu penulisannya di mana mereka boleh memilih lebih dari satu latar belakang.
Sebanyak 60% responden mengklaim telah punya keahlian jurnalisme sebelum menekuni bidang yang sekarang, sedangkan 28% mengaku punya kompetensi dalam copywriting. 19 % di antaranya menyebut konten berjenama sebagai keahlian utamanya, 9,4 % mengaku berpengalaman dalam penulisan teknis dan B2B. Hanya 9,1% menyebut pengalaman di bidang Hubungan Masyarakat sebagai modalnya berkecimpung di bidang penulisan konten.

Rata-rata Tarif per Disiplin

Secara rata-rata, penulis lepas di Asia Pasifik mematok tarif sebesar 82,67 Dolar AS (sekitar Rp1.2 juta) per konten berjenama yang isinya 500 kata. Ada pun yang menguasai penulisan Hubungan Masyarakat, rata-rata tarifnya 79,94 Dolar AS (sekitar Rp1.1 juta) untuk setiap rilis pers. Bidang copywriting rata-rata 63,43 Dolar AS (sekitar Rp919 ribu), sedangkan B2B dan penulisan teknis di angka 63,09 Dolar AS (sekitar Rp914 ribu). Yang menarik, walaupun sejumlah besar mengaku jurnalisme adalah kemampuan utamanya, rata-rata tarif yang diberikan justru paling rendah di 61,17 Dolar AS (sekitar Rp886 ribu).
ADVERTISEMENT