Konten dari Pengguna

Living Light, Tanaman Sekaligus Lampu Buatan Startup Belanda

Jejak Tekno

Jejak Tekno

Merekam jejak-jejak teknologi yang semakin sulit dilepaskan dari aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Living Light, Tanaman Sekaligus Lampu Buatan Startup Belanda
zoom-in-whitePerbesar

Lampu dan tanaman ( foto :pexels) Bayangkan sebuah lampu yang diberi air. Sudah pernah melihatnya?

Living Light, Tanaman Sekaligus Lampu Buatan Startup Belanda (1)
zoom-in-whitePerbesar

Living Light ( foto : Ermi van Oers)

Baru-baru ini seorang desainer produk berkebangsaan Belanda bernama Ermi van Oers menciptakan Living Light.

Living Light, Tanaman Sekaligus Lampu Buatan Startup Belanda (2)
zoom-in-whitePerbesar

Ermi van Oers (foto : Ermi van Oers)

Living Light adalah tanaman yang berfungsi juga sebagai sumber cahaya. Cahaya ini mendapatkan listriknya dari bakteri-bakteri yang ada di dalam tanahnya.

Living Light, Tanaman Sekaligus Lampu Buatan Startup Belanda (3)
zoom-in-whitePerbesar

Living Light (foto : Emi van Oers)

Cara kerjanya seperti ini: saat melakukan proses fotosintesis, tanaman melepaskan campuran organik ke tanah. Hal ini menyebabkan bakteri yang ada menghasilkan elektron dan proton yang selanjutnya dipakai selayaknya baterai biasa.

Menariknya lagi,semakin sehat tanamannya, maka energi yang dihasilkan akan semakin besar. Jika dirawat dengan rajin, Living Light akan sanggup menghasilkan 0,1 mW yang cukup untuk digunakan sebagai lampu remang-remang yang biasa dinyalakan saat istirahat malam.

Van Oers mengajak startup energi tumbuhan lain dari Belanda bernama Plant-E untuk meningkatkan energi yang diproduksi oleh Living Light.

Pengiriman kloter pertama yang telah mencatat 50 buah pesanan Living Light, diharapkan untuk siap pada awal 2018.

Sumber: https://thenextweb.com/creative/2017/07/22/dutch-startup-turns-plants-batteries/