Konten dari Pengguna

Spotify Berantas Akun Bajakan yang Nikmati Layanan Premium Gratisan

Jejak Tekno

Jejak Tekno

Merekam jejak-jejak teknologi yang semakin sulit dilepaskan dari aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jejak Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Spotify boleh saja mempunyai 159 juta orang pengguna aktif namun hanya 71 juta di antaranya yang merupakan pelanggan berbayar. Adalah masuk akal jika mereka ingin memaksimalkan jumlah pelanggan berbayarnya, terlebih dengan rencana terbaru mereka untuk IPO yang diberitakan Engadget.

Saat ini nampaknya Spotify ingin mengatasi para pengguna gratisan yang memanfaatkan aplikasi retasan untuk menghilangkan batasan dari akun gratis, yang diberitakan pertama kali oleh TorrentFreak.

Sampai saat ini, Spotify belum banyak memberi perhatian untuk menindak mereka yang membajak layanannya. Para pembajak ini menggunakan akun gratis kemudian mengunduh berkas instalasi Spotify hasil modifikasi yang memungkinkan mereka menikmati layanan premium tanpa harus membayar.

Beberapa hari terakhir ini Spotify telah menyurati akun gratisan yang memanfaatkan piranti bajakan tersebut.

Dalam surelnya, Spotify mengatakan “Jika kami mendeteksi penggunaan berulang dari aplikasi tidak berotoritas yang melanggar ketentuan kami, kami berhak untuk memberhentikan atau menutup akun anda.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa layanan streaming ini tidak main-main saat menghadapi akun pembajak. TorrentFreak melaporkan mereka telah menghubungi pengguna Spotify yang menikmati aplikasi bajakan.

Beberapa di antaranya mengaku tidak menerima surel, sedangkan yang lain mendapati bahwa aplikasi modnya tidak lagi bekerja.