Tokoh Tekno - Sergey Brin, Imigran Rusia yang Menjadi Pendiri Google

Merekam jejak-jejak teknologi yang semakin sulit dilepaskan dari aspek kehidupan manusia dan lingkungannya.
Tulisan dari Jejak Tekno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sergey Brin (Foto : BigSpeak)
Sergey Mikhaylovich Brin adalah saintis komputasi Amerika yang lahir di Rusia, pebisnis digital, dan seorang filantropis. Bersama dengan Larry Page dia mendirikan Google. Brin merupakan presiden dari induk perusahaan Google, Alphabet Inc.
Per Juli 2017, Brin adalah orang terkaya nomor 12 dunia dengan nilai harta mencapai 45 milyar dolar.
Brin pindah bersama keluarganya dari Uni Soviet ke Amerika Serikat pada usia 6 tahun. Dia mendapatkan gelar sarjana di University of Maryland, mengikuti jejak ayah dan kakeknya yang mempelajari matematika, sekaligus sains komputasi.

Sergey Brin (Foto : Ted)
Setelah lulus, dia mengambil gelar doktor bidang sains komputasi di Stanford University. Di sana dia bertemu dengan Larry Page yang kemudian menjadi teman dekatnya. Mereka memenuhi kamar asramanya dengan komputer-komputer murah dan menggunakan sistem penambangan data milik Brin untuk membuat mesin pencari internet. Program ini kemudian populer di Stanford, dan mereka memutuskan menunda kelulusan untuk merintis Google dari sebuah garasi yang mereka sewa.
The Economist menyebut Brin sebagai “Manusia yang tercerahkan”, dan seseorang yang meyakini bahwa “pengetahuan selalu baik, dan pastinya akan selalu lebih baik ketimbang ketidaktahuan”, sebuah filosofi yang dirangkum dalam kalimat pernyataan tujuan Google: “Mengorganisir informasi di dunia dan membuatnya bisa diakses secara universal serta bermanfaat,” serta moto tak resmi mereka yang kontroversial,” Jangan menjadi iblis.”
