Konten dari Pengguna

Tingkatkan Budaya Literasi Anak dengan Memasak

Jemy Yusak

Jemy Yusak

Founder Yayasan Rumah Literasi Merdesa

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jemy Yusak tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aktifitas belajar melalui kegiatan memasak. Foto: Jemy Yusak
zoom-in-whitePerbesar
Aktifitas belajar melalui kegiatan memasak. Foto: Jemy Yusak

Literasi merupakan aktivitas yang erat kaitannya dengan kegiatan membaca dan menulis. Pengertian literasi berevolusi seiring dengan perkembangan zaman, sehingga pemahaman literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis melainkan kemampuan seseorang memahami, mengolah, dan mentransformasikan sebuah informasi yang bersumber dari berbagai sumber seperti sumber digital dan sumber elektronik lainnya.

Setiap orang perlu meningkatkan kompetensinya melalui penerapan literasi dasar yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi keuangan, literasi sains, literasi digital, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Semua itu dilakukan dengan harapan setiap orang akan mengoptimalkan kemampuan individu dalam membaca, menulis, berkomunikasi, dan berhitung sejak usia anak-anak.

Kegiatan memasak menjadi salah satu implementasi literasi dasar yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak. Sebab, aktivitas tersebut menjadi satu rangkaian antara belajar, bermain, dan berkarya.

Sumber referensi membuat makanan atau minuman dapat dibaca dari berbagai media seperti buku, majalah, koran, blog dan lain sebagainya.

Ekspresi bahagia setelah berhasil membuat karya dalam bentuk masakan. Foto: Jemy Yusak

Setelah membaca resep, dilakukan persiapan untuk menentukan bahan dan perhitungan bahan yang diperlukan dengan cara menimbang maupun menakar menggunakan alat seperti timbangan, gelas ukur, atau sendok ukur. Satuan ukur yang digunakan dapat berupa gram, oz, liter, dan lain sebagainya.

Proses persiapan memasak mulai dari tahap menimbang dan menakar merupakan bentuk penerapan literasi berhitung, saat bahan mulai diolah dengan cara diramu, direbus, digoreng, ataupun dipanggang. Maka terjadilah proses kimia maupun fisika yang dapat dikatakan sebagai proses keterampilan sains.

Setiap daerah di Indonesia memiliki produk makanan dengan kekhasan masing-masing yang dibuat dari kombinasi bahan lokal dengan proses yang beragam dan unik.

Keberagaman cara mengolah dan jenis makanan tersebut menggambarkan peradaban budaya suatu bangsa, misalnya masakan Padang dengan kekuatan rempah yang kuat akan berbeda dengan masakan Jawa Tengah yang memiliki karakteristik rasa yang cenderung manis.

ilustrasi keluarga dengan satu anak memasak bersama Foto: Shutterstock

Hal ini membuktikan bahwa dunia memasak berkaitan erat dengan budaya bangsa Indonesia, sehingga belajar tentang masakan Indonesia dapat sebagai sarana untuk lebih mengenal tentang sejarah bangsa Indonesia sebagai salah satu penghasil rempah terbesar dunia.

Kegiatan memasak bisa dikembangkan menjadi sebuah usaha baik skala rumahan maupun industri yang tentunya memperhitungkan rugi laba, menghitung modal yang dikeluarkan, jumlah produksi, dan harga jual. Dari kegiatan tersebut anak-anak dapat mengenal literasi keuangan.