Konten dari Pengguna

10 Pertanyaan saat Interview Visa Schengen yang Perlu Dipelajari

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Pertanyaan saat Interview Visa Schengen. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber: pixabay/ jackmac34
zoom-in-whitePerbesar
Pertanyaan saat Interview Visa Schengen. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber: pixabay/ jackmac34

Ketika ingin berkunjung ke beberapa negara di Eropa, warga negara Indonesia perlu membuat visa schengen. Ada pertanyaan saat interview visa schengen yang perlu dipelajari agar bisa dengan mudah menjawabnya saat sesi wawancara.

Jika saat interview, pemohon dapat menjawab pertanyaan dengan baik, maka peluang lolosnya juga makin besar. Pertanyaan yang paling sering ditanyakan biasanya tentang destinasi negara yang akan dituju serta kepentingan yang akan dilakukan di sana.

Daftar Pertanyaan saat Interview Visa Schengen

Pertanyaan saat Interview Visa Schengen. Foto adalah visa Prancis. Sumber: pixabay/ jackmac34

Dikutip dari buku Merencanakan Sendiri Jalan-Jalan Keliling Dunia oleh Sonson Ns (2013:37), visa schengen adalah jenis visa untuk kunjungan singkat ke beberapa negara anggota Schengen seperti Austria, Belgia, Belanda, Denmark, Finlandia, Jerman, Islandia, Italia, Luxemburg, Norwegia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia hingga Yunani.

Schengen adalah nama kota di Luxemburg yang menjadi tempat terjadinya kesepakatan atau perjanjian antara 5 negara Uni Eropa pada saat itu yaitu Prancis, Jerman, Belgia, Luxemburg dan Belanda pada tahun 1985 di kota Schengen, Luxemburg.

Adapun 10 pertanyaan saat interview visa schengen yang perlu dipelajari oleh pemohon adalah sebagai berikut.

1. Apa tujuan Anda ke Eropa?

Pemohon bisa memberikan jawaban yang jelas, contohnya untuk melanjutkan studi, melakukan perjalanan wisata, kepentingan bisnis, ataupun kunjungan keluarga.

2. Apakah Anda memiliki asuransi perjalanan?

Jawab dengan memberikan bukti asuransi perjalanan.

3. Kapan Anda akan kembali ke negara asal Anda?

Tunjukkan tiket pesawat yang menuju ke negara asal agar pemohon terlihat lebih meyakinkan.

4. Apakah Anda sudah pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya?

Apabila pemohon sudah pernah ke luar negeri maka bisa disebutkan negara dan tahun kunjungannya. Baik di kawasan Eropa maupun kawasan lainnya. Jika belum, maka bisa mengatakan dengan sejujurnya.

5. Di mana Anda akan tinggal selama di Eropa?

Pemohon perlu menunjukkan bukti reservasi hotel maupun bukti undangan dari keluarga/kerabat jika tujuannya adalah kunjungan keluarga.

6. Siapa yang akan membiayai perjalanan Anda?

Jelaskan apakah perjalanan yang dilakukan disponsori oleh perusahaan atau lainnya dan sertakan bukti keuangan dan surat sponsor.

7. Apakah Anda memiliki pekerjaan di negara asal?

Jawab dengan pertanyaan iya, karena pemohon dengan pekerjaan yang stabil akan lebih meyakinkan untuk disetujui sebab pemohon akan punya alasan kuat untuk kembali ke Indonesia dan tidak menetap di Eropa.

8. Berapa lama Anda akan tinggal di wilayah Schengen?

Jawab dengan bukti akurat yang bisa dilihat pada dokumen pendukung seperti tiket pesawat maupun dokumen lainnya.

9. Negara mana yang akan Anda kunjungi?

Pemohon dapat menyebutkan nama negara yang akan dikunjungi. Sebutkan negara tujuan utama di awal agar petugas interview memahami prioritas pemohon dalam perjalanan itu.

10. Mengapa Anda memilih negara tersebut sebagai tujuan utama?

Berikan jawaban yang lebih spesifik, contohnya karena di negara tersebut ada kepentingan tertentu atau karena akan melakukan pengambilan gambar demi pekerjaan hingga hal-hal spesifik lainnya.

Pertanyaan saat interview visa schengen dapat berbeda-beda bagi setiap pemohon. Namun yang sudah pasti ditanyakan adalah negara mana saja yang akan dituju serta alasan datang ke negara tersebut. (Ima)

Baca juga: Daftar Negara Bebas Visa untuk Paspor Indonesia beserta Syaratnya untuk WNI