15 Tipe Colokan di Berbagai Negara yang Wajib Diketahui oleh Traveler

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tipe colokan di berbagai negara jadi informasi yang perlu diketahui oleh traveler sebelum melancong ke luar negeri. Pasalnya, setiap negara memiliki tipe colokan masing-masing yang berbeda antara satu negara dengan lainnya.
Dikutip dari buku Utilitas Bangunan, Dra. Sugihartati, (2023:16), colokan atau steker adalah alat untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik. Berdasarkan fungsi dan bentuknya, umumnya colokan memiliki dua jenis, yaitu steker kecil dan besar.
15 Tipe Colokan di Berbagai Negara yang Menarik untuk Diketahui
Selain memiliki ukuran yang berbeda, colokan juga memiliki jenis yang berbeda di berbagai negara. Dikutip dari situs power-plugs-sockets.com, inilah daftar tipe colokan di berbagai negara yang perlu diketahui oleh traveler sebelum berkunjung ke suatu negara.
1. Tipe A
Tipe A adalah colokan yang tidak dibumikan dengan dua pin paralel datar dan digunakan di Amerika Utara dan Tengah,serta Jepang. Meskipun terlihat identik, pin netral pada colokan Amerika lebih lebar daripada pin aktif. Sementara colokan Jepang kedua pin memiliki ukuran yang sama.
2. Tipe B
Banyak juga digunakan di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Jepang, colokan tipe B memiliki dua pin paralel datar dan pin arde. Pin arde pada colokan tipe B lebih panjang daripada dua pin lainnya dan colokan ini memiliki nilai 15 ampere.
3. Tipe C
Banyak digunakan di Eropa kecuali Inggris, Irlandia, Siprus, dan Malta, colokan tipe C atau Europlug merupakan colokan dua kabel yang memiliki dua pin bundar dan juga digunakan di Indonesia. Colokan ini cocok dengan soket apa pun yang menerima kontak bundar 4,0-4,8 mm pada bagian tengah 19 mm.
4. Tipe D
Memiliki tiga pin bundar besar dalam pola segitiga, colokan tipe D kerap digunakan bersama colokan tipe M untuk peralatan yang lebih besar. Tipe colokan ini banyak dijumpai di negara India, Sri Lanka, Nepal, dan Namibia.
5. Tipe E
Colokan tipe E memiliki dua pin bundar 4,8 mm dengan jarak 19 mm dan lubang untuk earthing pin. Colokan ini berbentuk bulat dan memiliki nilai 16 ampere. Biasanya digunakan di Prancis, Belgia, Slovakia, dan Tunisia.
6. Tipe F
Dikenal juga dengan nama colokan Schuko, colokan tipe F memiliki dua pin bundar 4,8 mm dengan jarak 19 mm. Colokan ini mirip dengan steker Tipe E tetapi memiliki dua klip arde di sampingnya. Beberapa negara yang menggunakannya adalah Indonesia, Jerman, Austria, Belanda, dan Spanyol.
7. Tipe G
Digunakan di banyak negara seperti Inggris, Irlandia, Siprus, Malta, Malaysia, Singapura, dan Hong Kong, colokan tipe G memiliki tiga bilah persegi panjang dalam pola segitiga dan memiliki sekring yang menyatu. Di inggris, colokan ini memiliki penutup sehingga benda asing tidak dapat masuk.
8. Tipe H
Hanya digunakan di Israel, colokan tipe H memiliki dua pin datar dalam bentuk V serta pink arde. Namun, saat ini sedang dihapuskan dan digantikan dengan versi pin bundar. Colokan Tipe H memiliki lubang yang lebar di bagian tengahnya untuk mengakomodasi colokan tipe H dengan pin bundar serta tipe C.
9. Tipe I
Colokan tipe I memiliki dua pin pipih dalam bentuk V serta pin arde. Versi colokan yang hanya memiliki dua pin datar juga tersedia. Biasanya colokan ini digunakan di Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Argentina.
10. Tipe J
Digunakan di Swiss dan Lichtenstein, colokan tipe J memiliki dua pin bundar serta pin arde. Meskipun steker Tipe J terlihat sangat mirip dengan steker Tipe N Brasil, steker ini tidak kompatibel dengan soket Tipe N.
11. Tipe K
Dapat dijumpai di Denmark dan Greenland, colokan tipe K memiliki bentuk berupa dua pin bundar serta pin arde. Sekilas, tipe ini mirip dengan tipe F, namun perbedaannya adalah tipe F memiliki klip arde, bukan pin arde.
12. Tipe L
Ada dua variasi colokan tipe L di Italia, yakni yang berdaya 10 ampere dan 16 ampere. Versi 10 ampr dilengkapi dengan dua pin bundar dengan ketebalan 4 mm, jarak 5,5 mm, dan pin arde di tengahnya. Sementara, versi 16 amp memiliki dua pin bundar dengan ketebalan 5 mm, jarak 8 mm, serta pin arde.
13. Tipe M
Digunakan di Afrika Selatan, Swaziland, dan Lesotho, colokan tipe M memiliki tiga pin bundar dengan pola segitiga yang terlihat mirip dengan tipe D. Biasanya tipe colokan ini digunakan untuk peralatan yang lebih besar di negara yang menggunakan colokan tipe D dan tipe H.
14. Tipe N
Tipe N adalah tipe colokan yang digunakan di Brazil dengan dua variasi konektor, yakni bernilai 10 ampere dan 20 ampere. Versi 10 amp memiliki dua pin bundar dengan ketebalan 4 mm dan sebuah pin arde. Sementara, versi 20 amp memiliki dua pin bundar berdiameter 4,8 mm, dan pin arde.
15. Tipe O
Tipe colokan lainnya adalah Tipe O yang hanya bisa ditemukan di Thailand. Bentuknya bulat berdiameter 4,8 mm dengan dua pin daya berukuran 19 mm serta selongsong berinsulasi sepanjang 10 mm dan bagian tengahnya berjarak 19 mm beserta pin arde.
Baca juga: Tipe Colokan di Belanda yang Perlu Diketahui oleh Traveler
Itu dia 15 tipe colokan di berbagai negara yang menarik untuk diketahui. Dengan mengetahui tipe colokan yang ada di berbagai negara, maka bisa membawa adaptor apabila negara tujuan travelling memiliki tipe colokan yang berbeda dari Indonesia. (PRI)
