Konten dari Pengguna

21 Kata Bijak Islami tentang Kehidupan Dunia dan Akhirat yang Menginspirasi

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kata bijak Islami tentang kehidupan dunia dan akhirat yang menginspirasi. Foto: unsplash.com/arunanoop
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kata bijak Islami tentang kehidupan dunia dan akhirat yang menginspirasi. Foto: unsplash.com/arunanoop

Sebagai umat Islam mengetahui bahwa hidup bukan hanya di dunia saja, namun ada kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Agar selalu mengingat Allah SWT, kata bijak Islami tentang kehidupan bisa menjadi media untuk merenungi setiap perbuatan dan tidak salah dalam melangkah.

Selain itu, dengan kata-kata bijak Islami dapat menyadarkan diri bahwa Allah SWT dapat memanggilnya kapan saja dan di mana saja. Maka dari itu, mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal menjadi sebuah keharusan.

Berikut 21 kata bijak Islami tentang kehidupan dunia dan akhirat yang menginspirasi dalam setiap berperilaku.

21 Kata Bijak Islami tentang Kehidupan Dunia dan Akhirat yang Menginspirasi

Banyak sekali kata bijak Islami yang bisa kita ambil. Salah satu orang terbaik yang dapat dimbil setiap perkataannya adalah khulafaur rasyudin atau para khalifah.

Adapun kata bijak dari khulafaur rasyidin yang dikutip dari buku Kumpulan Kata Bijak Khulafaur Rasyidin karya Amir Mubarak (2013).

Ilustrasi kata bijak Islami tentang kehidupan dunia dan akhirat. Foto: unsplash.com/rumanamin
  1. Waspadalah terhadap kebanggaan, sebab kalian akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  2. Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah SWT tidak akan ridha kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  3. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  4. Jadilah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, tumbuh di tepi jalan. Dilempar buahnya dengan batu, tetapi tetap dibalas dengan buah. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  5. Tolonglah aku jika aku benar dan koreksilah aku jika aku salah. Orang-orang yang lemah di antara kalian harus menjadi kuat bersamaku sampai atas kehendak Allah swt, haknya telah disyahkan. Orang-orang yang kuat di antara kalian harus menjadi lemah bersamaku sampai jika Allah swt menghendaki, aku akan mengambil apa yang harus dibayarnya. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  6. Jika kalian mengharapkan berkah Allah, berbuatlah baik terhadap hamba-hamba-Nya. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  7. Orang yang masuk ke liang lahad tanpa bekal sama dengan berlayat di laut tanpa kapal. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  8. Sucikanlah empat hal dengan empat perkara: Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan; Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu; Hatimu takut dan gemetar kepada kehebatan Rabbmu; dan dosa-dosa yang silam disulami dengan taubat kepada Dzat yang Memilikimu. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  9. Manusia yang paling sengsara adalah para raja. Dia melihat setiap orang yang mendatanginya sebagai budak. (Abu Bakar ash Shiddiq)

  10. Hisablah dirimu sendiri sebelum dirimu dihisab (pada hari kiamat), dan timbanglah amal perbuatan sendiri sebelum perbuatanmu ditimbang (pada hari kiamat). (Umar bin Khattab)

  11. Jangan berlebihan dalam mencintai sehingga menjadi keterikatan, jangan pula berlebihan dalam membenci sehingga membawa kebinasaan. (Umar bin Khattab)

  12. Jikalau kita letih karena kebaikan maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun, jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal. (Umar bin Khattab)

  13. Jangan bersedih atas apa yang telah berlalu, kecuali kalau itu bisa membuatmu bekerja lebih keras untuk apa yang akan datang. (Umar bin Khattab)

  14. Mahkota seseorang adalah akalnya, derajat seseorang adalah agamanya, sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya. (Umar bin Khattab)

  15. Hindarilah sifat malas dan bosan karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, engkau tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, engkau tidak akan tahan dalam menunaikan kewajiban. (Umar bin Khattab)

  16. Tergelincirnya lidah itu lebih berbahaya daripada tergelincirnya kaki. (Utsman bin Affan)

  17. Aku tidak menganggapmu berhasil dalam suatu pencapaian tertentu hingga Allah mengujimu dengan cobaan terakhirnya. (Utsman bin Affan)

  18. Ambillah dari dunia ini apa yang mendatangimu dan berpalinglah dari apa yang berpaling darimu. (Ali bin Abi Thalib)

  19. Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai pusat perhatiannya, maka dia telah menjadi kaya tanpa harta, terhibur tanpa keluarga, dan mulia tanpa pemilik keluarga besar. (Ali bin Abi Thalib)

  20. Dunia adalah kendaraan seorang mukmin, yang dengannya dia berangkat menuju Tuhannya. Maka, perbaikilah kendaraan kalian, niscaya ia akan menyampaikan kepada Tuhan kalian. (Ali bin Abi Thalib)

  21. Dunia akan membinasakan orang yang merasa aman darinya, dan orang yang waspada terhadapnya akan mendapatkannya. (Ali bin Abi Thalib)

Itulah 21 kata bijak Islami tentang kehidupan dunia dan akhirat dari khulafaur rasyidin agar dapat mempersiapkan bekal untuk kehidupan kekal sedini mungkin. (MZM)