Konten dari Pengguna

29 Tempat Wisata Banyuwangi, Mulai dari Alam hingga Budaya yang Paling Populer

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempat Wisata Banyuwangi. Unsplash/Asap PANG.
zoom-in-whitePerbesar
Tempat Wisata Banyuwangi. Unsplash/Asap PANG.

Banyuwangi menyimpan banyak lokasi wisata. Tempat wisata Banyuwangi yang bisa dikunjungi di antaranya mulai dari beragam wisata alam yang indah dan lokasi wisata budaya yang menarik.

Tempat-tempat wisata ini merupakan tempat wisata paling populer. Selain itu, banyak lokasi wisata yang juga dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

Tempat Wisata Banyuwangi

Tempat Wisata Banyuwangi. Unsplash/Marcel Ardivan.

Banyuwangi merupakan daerah paling timur di Pulau Jawa. Oleh karenanya, banyak tempat wisata Banyuwangi berupa pantai yang bisa dikunjungi. Selain itu, ada beberapa area konservasi berupa taman nasional yang asri dan masih berupa hutan.

Berikut merupakan rekomendasi tempat wisata Banyuwangi, beberapa dikutip dari website resmi Kementerian Pariwisata, indonesia.travel:

1. Kawah Ijen

Kawah Ijen memiliki daya tarik fenomena api biru (blue fire). Fenomena blue fire adalah hasil reaksi dari gas belerang yang bercampur dengan oksigen pada suhu tertentu. Dari kondisi tersebut menghasilkan fenomena gas yang berwarna biru bak lidah api.

Wisatawan lokal: Rp5.000 (Senin-Jumat) dan Rp7.500 (Sabtu–Minggu)

Wisatawan mancanegara: Rp100.000 (Senin-Jumat) dan Rp150.000 (Sabtu–Minggu)

2. Bangsring Underwater

Bangsring Underwater adalah obyek wisata bahari berbasis edukasi dan konservasi. Konservasi ikan, terumbu karang, wahana air hingga wisata bawah laut bisa dirasakan di tempat ini. Di sini juga bisa snorkeling dan juga diving.

Tiket Masuk: Rp5.000

Sewa Alat Snorkeling: Rp25.000 – Rp35.000

Sewa Alat Diving: Rp500.000

3. Taman Nasional (TN) Baluran

Taman Nasional (TN) Baluran terletak di Banyuputih, Kabupaten Situbondo, yang sebagian wilayahnya juga mencakup Banyuwangi. Kehidupan satwa liar, adanya savana dan sabana dengan latar belakang Gunung Baluran bisa dinikmati di sini.

Wisatawan Nusantara Rp16.000 hari kerja dan Rp18.500 hari libur.

Wisatawan Mancanegara Rp165.000 hari kerja dan Rp240.000 hari libur

4. Taman Nasional (TN) Alas Purwo

Banyuwangi juga memiliki kawasan konservasi lain yaitu TN Alas Purwo, yang sering dikaitkan dengan hal mistis dan angker. Namun, Alas Purwo juga memiliki pesona alam yang indah. Keberagaman kekayaan hayati, hutan, mangrove, savana, dan pantai.

Wisatawan WNI Rp5.000 hari kerja, Rp7.500 hari libur

Wisatawan mancanegara Rp150.000 hari kerja, Rp225.000 hari libur

Rombongan pelajar/mahasiswa Rp3.000 hari kerja, Rp4.500 hari libur

5. Taman Nasional (TN) Meru Betiri

Taman Nasional ketiga yakni Meru Betiri, yang mempunyai banyak potensi wisata alam. Terletak di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, wisatawan bisa mempelajari penangkaran penyu di sekitar Pantai Sukamade.

Wisatawan Nusantara (WNI) Rp5.000

Wisatawan Mancanegara (WNA) Rp150.000

6. Pantai Teluk Hijau

Pantai Teluk Hijau yang juga disebut Green Bay, lokasinya berada dalam kawasan Taman Nasional (TN) Meru Betiri. Pantai ini memiliki pasir putih, yang kontras dengan air laut yang berwarna hijau dari alga di dasar perairannya.

Tiket Masuk: Senin-Kamis Rp5.000, Jumat-Minggu dan Hari Libur Rp 7.500

7. Pantai Sukamade

Di kawasan TN Betir, juga ada Pantai Sukamade, tempat penyu bertelur di malam hari. Pantai ini memang merupakan tempat konservasi penyu. wisatawan bisa juga melihat pelepasliaran anak penyu. Cukup membayar tiket masuk TN Betiri.

Melihat Pelepasliaran Penyu: Rp50.000 per kelompok.

8. Pantai Pulau Merah

Wisatawan disarankan datang ke Pantai Pulau Merah pada November sampai dengan Februari, agar bisa menikmati sunset berwarna merah. Sunset ini tak lepas dari keberadaan Pulau Merah, sekitar 50-100 meter dari bibir pantai, yang memiliki pasir berwarna merah bata.

Tiket Masuk: Rp10.000

9. Pantai Plengkung

Pantai Plengkung merupakan surga bagi para peselancar, baik bagi wisatawan domestik maupun asing. Ombak di pantai ini yang tercipta bisa mencapai 2 kilometer dengan ketinggian ombak 8 meter. Surfing bisa dilakukan pada Maret hingga Oktober tiap tahunnya.

Wisatawan Nusantara (WNI) Rp15.000.

Wisatawan Mancanegara (WNA) Rp150.000.

10. Pantai Grajagan

Pantai Grajagan terletak di Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Pantai yang cocok untuk berselancar ini bisa dibilang sebagai tempat rahasia, yang belum diketahui banyak orang. Karakter ombak di sini cepat dan tinggi, mencapai 4 meter.

Tiket Masuk: Rp15.000

11. Pulau Tabuhan

Pulau Tabuhan merupakan pulau kecil yang berada di Selat Bali. Secara administratif, Pulau ini masuk ke wilayah Desa Bangsring. Pulau ini memiliki air laut yang unik, gradasi warna dari hijau kebiruan. Pulau ini merupakan pulau tak berpenghuni seluas 5 hektar.

Wisatawan Lokal: Rp10.000 - Rp15.000

Wisatawan Asing: Rp30.000 - Rp50.000

Belum termasuk tiket kapal

12. Hutan De Djawatan

Hutan De Djawatan Area hutan seluas sembilan hektar ini dipenuhi dengan pohon-pohon trembesi yang menjulang tinggi.

Objek wisata ini berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. pohon-pohon trembesi tersebut menawarkan sensasi seperti Hutan Fangorn dalam film Lord of The Rings.

Tiket Masuk: Rp10.000

13. Pantai Boom Marina

Ada salah satu pantai yang strategis dari Kota Banyuwangi, jaraknya 2,1 km dari Alun-alun Kota Banyuwangi. Pantai Boom Marina ada di Desa Kampung Mandar. Dahulu merupakan dermaga bongkar muat kapal, saat ini difungsikan menjadi pasar lelang ikan.

Tiket Masuk: Senin-Jumat Rp6.000, Sabtu-Minggu, Hari Libur Rp8.000

14. Pantai Rajegwesi

Pantai Rajegwesi dikelilingi hutan tropis dengan deretan pohon disekitarnya. Keseluruhan pemandangan pantai ini berwarna kecoklatan, berpadu air laut kebiruan.

Ombaknya cukup tenang dan tidak terlalu tinggi, cocok untuk main air. Ada pula bekas bunker penjajahan Jepang.

Tiket Masuk: Rp5.000

15. Savana Sadengan

Savana Sadengan adalah padang gembala buatan seluas 80 hektar. Berada dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, wisatawan dapat menemukan aneka mamalia besar seperti banteng, kijang, dan rusa di alam bebas.

Tiket Masuk: Rp5.000-Rp225.000

16. Taman Gandrung Terakota

Taman Gandrung Terakota, situs budaya untuk melestarikan ikon seni budaya, Tari Gandrung. Memiliki sekitar 1.000 patung penari yang terbuat dari tembikar atau terakota.

Patung ini menggunakan busana tari, berpose berdiri dan meliukkan tangan ke atas, sedang menari Gandrung.

Tiket Masuk: Rp 25.000

17. Air Terjun Kalibendo

Air Terjun Kalibendo, yang berlokasi di kawasan Agro Wisata Kalibendo di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, memiliki ketinggian mencapai 10 meter.

Berada di dalam kawasan agrowisata, membuat lokasi air terjun ini dekat dengan perkebunan kopi, karet, dan cengkeh.

Tiket masuk: Rp5.000

18. Mangrove Bedul Ecotourism

Mangrove Bedul Ecotourism merupakan area hutan bakau yang sangat luas, terluas di Pulau Jawa. Berada di Taman Nasional Alas Purwo, dekat dengan Pantai Plengkung, wisatawan bisa menyewa perahu untuk berkeliling di area hutan bakau ini.

Tiket Masuk: Rp5.000-Rp10.000

19. Segara Anakan

Segara Anakan memiliki arti lautan kecil. Lokasinya dikelilingi dengan hutan Mangrove Bedul Ecotourism. Lautan kecil atau Segara Anakan memiliki luas 18,8 km dan lebar 400 m. Lokasinya cocok untuk digunakan untuk olahraga air.

Tiket Masuk: Rp 5.000-Rp10.000

20. Waduk Sidodadi

Waduk Sidodadi sebetulnya berfungsi untuk mengairi lahan tebu di sekitar Pabrik Gula Glenmore. Lokasinya berada di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, terdapat permainan bebek air, perahu, serta ATV.

Di sekitar waduk ini ada perkebunan, camping ground, flying fox, serta penginapan.

Tiket Masuk: Rp5.000

21. Pantai Wedi Ireng

Nama Pantai Wedi Ireng diambil dari keberadaan pasir hitam di balik pasir putihnya. Pantai dengan ombak yang tidak terlalu besar ini, membuat wisatawan dapat bersantai atau bermain pasir sambil menikmati suasana alamnya.

Tiket Masuk: Rp5.000

22. Air Terjun Lider

Dinamakan Air Terjun Lider karena lokasi air terjun ini terletak di kawasan hutan lindung petak 74, Blok Lider. Objek wisatanya berada di lereng Gunung Raung, pemandangan sekitarnya masih asri dan alami. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 60 meter.

Tiket Masuk: Rp5.000

23. Air Terjun Kemanten

Air Terjun Kemanten punya arti air terjun pengantin, sebab ada 2 buah aliran air terjun yang posisinya berdekatan hanya dipisahkan oleh batu besar. Air terjun setinggi 10 meter ini disebut juga sebagai Air Terjun Wonorejo. Lokasinya berada di lereng Gunung Raung.

Tiket Masuk: Rp7.000

24. Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi berada di Alas Purwo dan merupakan pantai berpasir putih. Pada bulan April hingga November, pantai ini jadi tempat 4 jenis penyu untuk bertelur.

Nama Trianggulasi diambil dari titik ikat dalam pengukuran dan pemetaan yang ada di sekitar 500 m utara pantai.

Tiket Masuk: Rp10.000

25. Pantai Watu Dodol

Watu Dodol namanya diambil dari keberadaan batu karang besar di pinggir pantai, yang menyerupai dodol. Lokasi Pantai ini berjarak sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang. Lalu lalang kapal ferry dapat terlihat dari pantai ini.

Tiket Masuk: Rp5.000

26. Pantai Ngagelan

Ada pantai lain yang juga menjadi lokasi bertelurnya penyu,Pantai Ngagelan. Wisatawan dapat melihat proses penetasan telur penyu tersebut, dengan mengikuti petugas yang melakukan patroli pencarian telur pada malam hari. Puncak bertelur penyu pada Mei – September.

Tiket Masuk: Rp20.000

27. Desa Wisata Osing

Desa Wisata Osing bisa jadi tempat belajar kearifan lokal Banyuwangi. Lokasinya ada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di sini, bisa mengikuti beberapa program pelatihan Tari Gandrung. Panorama Gunung Raung dan Gunung Ijen juga dapat dilihat dari lokasi ini.

Tiket Masuk: Rp5.000

28. Taman Blambangan

Di pusat Kota Banyuwangi terdapat ruang terbuka hijau,Taman Blambangan. Lokasinya ada di 4 jalan utama pusat kota, yaitu Jalan Veteran, Jalan RA. Kartini, Jalan Diponegoro, dan Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Taman ini disebut juga dengan Taman Gesibu Blambangan.

Tiket Masuk: Gratis

29 Museum Blambangan

Dekat dengan Taman Blambangan, ada juga Museum Blambangan, yang menyimpan sejarah Banyuwangi. Berlokasi di Jalan A. Yani no 78, Banyuwangi, museum ini didirikan pada 25 Desember 1977. Nama Blambangan berasal dari Kerajaan Blambangan.

Tiket Masuk: Gratis

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Kuliner Malam di Banyuwangi yang Lezat

Itulah informasi seputar tempat wisata Banyuwangi. Harga tiket masuk dan penyewaan alat penunjang wisata dapat berubah sesuai dengan kebijakan pengelola. (Fitri A)