3 Fakta Laut Aral, Laut yang Hilang dari Permukaan Bumi

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia dipenuhi lautan yang memiliki nama yang tidak familiar bagi sebagian orang, salah satunya Laut Aral. Ada beberapa fakta Laut Aral yang menarik untuk disimak.
Laut ini adalah danau yang berlokasi di wilayah Asia Tengah, tepatnya di antara Kazakhstan Utara dan Uzbekistan Selatan. Beberapa orang menyebutnya danau, tetapi tak sedikit pula yang menganggapnya laut.
Fakta Laut Aral, Lautan yang Mengering
Nama Laut Aral memiliki arti Laut Kepulauan. Hal ini mengacu pada lebih dari 1.500 pulau yang sebelumnya pernah ada di wilayah yang merupakan danau ini. Ukurannya yang besar inilah yang membuat Aral selanjutnya disebut dengan laut.
Dikutip dari buku Generasi Terakhir, Fachruddin M Mangunjaya (2022:92), laut yang berada di Kazakhstan ini tadinya merupakan laut yang makmur dengan berbagai jenis ikan laut segar. Kini, laut seluas 87 km persegi tersebut mengering karena iklim. Tidak hanya itu, berikut beberapa fakta Laut Aral lainnya yang menarik diketahui.
1. Sumber Daya Ikan yang Melimpah
Sekitar tahun 1950-an, Danau Laut Aral merupakan salah satu sumber ekonomi lokal terbesar untuk sumber daya laut bagi wilayah Kazakhstan dan Uzbekistan. Hasil tangkapan ikan di laut ini begitu melimpah, bahkan mencapai 40.000 ton.
2. Perairan dengan Kedalaman Keempat Dunia
Laut Aral memiliki kedalaman sekitar 87 km persegi, membuatnya berada di posisi keempat sebagai perairan paling dalam keempat di dunia. Airnya berasal dari aliran sungai di kawasan Syrdarya dan Amudarya serta air tanah.
3. Menghilang karena Mengering
Kini, perairan yang dahulu menjadi sumber ekonomi dua negara tersebut mengering dan menghilang dari permukaan bumi. Sekitar tahun 1960-an, pemerintah Uni Soviet mengambil alih dua sumber air laut tersebut untuk promosi negara.
Sungai yang sebelumnya menjadi pemasok air untuk Laut Aral telah beralih fungsi menjadi sungai irigasi Uni Soviet. Sejak itu, permukaan laut mengalami penurunan signifikan, bahkan mencapai 16 meter. Volume air berkurang secara terus-menerus, membuat laut ini akhirnya mengering.
Tidak hanya itu, sebanyak 25% sampai 75% air di Laut Arap pun terserap oleh gurun dan terbuang. Hal inilah yang selanjutnya menjadikan Laut Aral mengering, menyisakan daratan yang begitu luas dan dalam.
Baca juga: 5 Fakta Unik Lake Natron yang Merah Merekah dan Memesona
Demikian fakta Laut Aral yang menarik untuk diketahui. Perairan terdalam keempat di dunia ini kini hanya berupa daratan, hilang sepenuhnya dari permukaan bumi. (YD)
