3 Jenis Tingkatan Matcha: Ciri-Ciri dan Penggunaannya pada Makanan-Minuman

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tingkatan matcha, tidak hanya berbeda secara warna. Namun juga dalam kualitas, rasa, dan penggunaannya. Perbedaan ini mencerminkan budaya asal di baliknya.
Dikutip dari buku The Book of Matcha: A Superhero Tea-What It Is, How To Drink It, Recipes and Lots More, Louise Cheadle, Nick Kilby (2016), matcha atau bubuk teh hijau sudah diminum di Jepang sejak abad ke-12 dan di Cina sejak abad ke-8.
Di Cina, produksi teh hijau menjadi bagian ritual harian bagi para Buddha Zen. Sementara di jepang, teh hijau ditemukan oleh seorang biksu saat ke Tiongkok. Pada 1191, biksu tersebut memopulerkan Buddhisme Zen di Jepang dan konsumsi matcha menyebar.
Tingkatan Matcha: Jenis dan Ciri-Cirinya
Bagi para Buddhisme Zen, matcha bukan sekadar minuman biasa, tetapi juga alat yang penting untuk membantu meditasi.
Dikutip dari matchadirect.kyoto, sebuah perusahaan yang didirikan di Kyoto tahun 1860, terdapat tiga tingkatan teh hijau atau matcha berdasarkan warna, tekstur, dan kualitas. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Ceremonial Matcha
Ceremonial matcha merupakan jenis matcha yang biasa digunakan dalam upacara minum teh maupun penyambutan tamu. Ini merupakan jenis matcha tertinggi di kelasnya.
Pembuatannya tanpa pencampuran dengan kondimen lain selain air, menjadikannya terasa autentik dan nikmat. Matcha kelas ini berwarna hijau tua cerah dengan rasa manis, sedap alami, dan rasa yang bersih. Jenis ini cocok diminum apa adanya minim campuran.
2. Daily Matcha
Tingkatan matcha kedua adalah matcha kelas harian yang juga dikenal sebagai matcha premium atau kelas tradisional. Matcha jenis ini memiliki karakteristik warna hijau tua cerah, aroma segar, rasa seimbang, dan teksturnya yang halus.
Selain itu, matcha kelas ini juga memiliki rasa pahit yang tidak terlalu. Namun rasanya lebih kuat dibandingkan jenis seremonial. Cocok dikonsumsi langsung untuk sehari-hari atau dicampurkan dengan matcha latte dan koktail.
3. Culinary Matcha
Matcha kelas kuliner memiliki warna yang berbeda dengan sebelumnya, yakni hijau diredam. Aromanya berbau seperti tanaman dengan kepahitan yang kuat. Teksturnya cenderung kasar dan berpasir.
Meskipun memiliki karakteristik yang berbeda dengan dua kelas sebelumnya, matcha kelas kuliner sangat diperlukan dalam proses membuat kuliner. Baik memasak, memanggang, maupun membuat smoothie.
Penggunaan Matcha Pada Makanan-Minuman
Penikmat matcha mungkin bisa menentukan seberapa banyak bubuk teh yang mereka gunakan. Namun jumlah bubuk teh dan proses pembuatannya menentukan keseimbangan rasa di akhir.
Berikut sejumlah resep matcha yang bisa digunakan pada makanan dan minuman.
1. Classic Matcha Tea
Resep classic matcha tea, cocok menjadi minuman teh sehari-hari.
Minuman ini hanya perlu 1-3 sendok kecil bubuk matcha seremonial yang dicampur dengan 200-250 ml air matang panas. Pencampurannya bisa dilakukan dengan membentuk huruf ‘M’ menggunakan pengocok bambu.
2. Iced Matcha Latte
Untuk membuat iced matcha latte, pecinta matcha bisa menggunakan satu sendok teh bubuk daily matcha yang dicampur dengan 50 ml air matang (80 derajat celcius). Lalu kocok membentuk huruf M hingga halus dan encer.
Larutkan 1 sendok teh madu dengan sisa air panas dan biarkan dingin. Kemudian tuangkan dua gelas es batu, 250 ml susu dingin, dan air madu ke dalam gelas matcha. Aduk rata dan matcha siap disajikan.
3. Traditional Matcha Roll Cake Japan
Resep ini membutuhkan bahan-bahan utama 75 gram tepung kue, 6 gram bubuk matcha, 2 sendok makan susu panas, 3 butir telur, dan 90 gram gula.
Sementara isian rotinya menggunakan 1 sendok teh matcha, 1 sendok makan gula, dan 150 ml krim kental. Tahap pembuatannya adalah sebagai berikut.
Kayak tepung dan matcha
Panaskan oven hingga 200 derajat celcius
Lapisi loyang dengan kertas minyak
Kocok telur dan gula hingga lembut dengan mixer
Alasi mangkuk adonan telur dan gula pada air 37 derajat celcius
Keluarkan mangkok adonan telur dan gula, lalu kocok selama 3-5 menit sampai adonan kaku
Taburkan tepung dan matcha sedikit-sedikit dan aduk dengan spatula
Tambahkan susu panas dan aduk
Tuang adonan dalam loyang dan ketuk-ketuk untuk mengeluarkan gelembung udara
Panggang adonan di suhu 200 derajat selama 10 menit
Keluarkan roti dan biarkan dingin
Kocok krim kental dan gula hingga kaku
Tambahkan matcha dan aduk rata
Oleskan krim ke roti dan gulung perlahan
Dinginkan di lemari es selama 30 menit agar kue dan filling saling mengikat
Baca juga: 3 Contoh Minuman Matcha di Indomaret yang Enak dan Nikmat
Memahami tingkatan matcha bisa membantu dalam memilih bubuk matcha yang tepat untuk setiap kuliner yang dibuat. Semoga membantu. (UI)
