Konten dari Pengguna

3 Tempat Bersejarah di Jakarta yang Jarang Diketahui Wisatawan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempat bersejarah di Jakarta yang jarang diketahui. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Ryan Lee
zoom-in-whitePerbesar
Tempat bersejarah di Jakarta yang jarang diketahui. Foto hanya ilustrasi bukan sebenarnya. Sumber foto: Pexels/Ryan Lee

Selain Monumen Nasional dan Taman Mini Indonesia Indah, ada banyak tempat bersejarah di Jakarta yang jarang diketahui wisatawan. Tempat-tempat tersebut menawarkan keindahan memikat.

Bagi Kota Metropolitan, tempat tersebut bukan sekadar tempat bersejarah, melainkan oase menenangkan di tengah hiruk pikuk kota yang sibuk.

Meskipun terkenal dengan gedung-gedung mewah yang berdiri megah dan polusi udara yang kian hari kian meningkat, bukan berarti Jakarta tidak memiliki ruang hijau yang menyejukkan mata. Ada sejumlah wisata bersejarah yang menawarkan lanskap alam menenangkan.

Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jakarta yang Jarang Diketahui

embed from external kumparan

Dikutip dari Jakarta.go.id, Jakarta merupakan salah satu wilayah yang pernah dikuasai oleh Belanda. Letaknya yang strategis, menjadikan wilayah ini sebagai perdagangan internasional sejak 500 tahun yang lalu.

Maka tak heran jika kota ini memiliki banyak tempat bersejarah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

Tempat bersejarah bukan hanya kawasan yang pernah diduduki oleh penjajah. Namun juga tempat-tempat yang memiliki asal-usul, kejadian, atau riwayat di masa lampau. Contohnya seperti Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk.

Sebelum menjadi tempat wisata, taman ini dulunya adalah kawasan hutan. Kemudian beralih fungsi jadi tambak dan mulai dikembangkan jadi wisata pada tahun 2000.

Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati sejuknya suasana mangrove dan menjajal aneka wahana. Seperti perahu kano, sekoci, kayak, speedboat, pembibitan mangrove, hingga penanaman mangrove. Destinasi wisata yang cocok untuk melepaskan penat dan istirahat sejenak dari rutinitas.

  • Lokasi: Jl. Mualim Teko Jl. Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, DKI Jakarta

  • Jam buka: 08.00-18.00 WIB

2. Museum Wayang

Selanjutnya, tempat bersejarah di Jakarta yang jarang diketahui wisatawan adalah Museum Wayang. Tempat yang menjadi saksi bisu kebudayaan Indonesia, khususnya Jakarta.

Sebelum menjadi museum, bangunan ini dulunya adalah gereja de Oude Holandsche Kerk (1640). Lalu pada 1975, diresmikan sebagai Museum Wayang. Di tempat ini, wisatawan bisa menelusuri berbagai macam bentuk wayang dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari wayang kulit, potehi, golek, beber, wayang rumput, wayang kardus, wayang kaca, dan masih banyak lagi. Tarif tiket masuknya pun sangat murah, yakni Rp5.000-Rp15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan asing.

  • Lokasi: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kec. Taman Sari, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

  • Jam buka: Selasa-Minggu 09.00-15.00 WIB

3. Pulau Pari

Pulau Pari juga bisa menjadi destinasi wisata untuk mengenal lebih dalam suku-suku di Indonesia. Sebab, penduduk yang menempati Kepulauan Seribu berasal dari etnis yang berbeda-beda. Mulai dari Betawi, Sunda, Jawa, dan Bugis.

Saat ini, pulau tersebut menjadi salah satu wisata yang kerap dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara. Mulai dari berenang, diving, menjelajah hutan mangrove, hingga melihat sunrise-sunset menjadi aktivitas unggulan pengunjung.

Untuk mempermudah liburan, calon wisatawan bisa menggunakan agen layanan tur wisata ke Kepulauan Seribu.

  • Lokasi: Pulau Pari, Kec. Kepulauan Seribu Sel., Kab. Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta

  • Jam buka: 24 jam

Baca juga: Wisata Chinatown Glodok: Wisata Sejarah Pecinan Tertua di Jakarta

Tempat bersejarah di Jakarta yang jarang diketahui bisa jadi pilihan liburan anti-mainstream bersama keluarga atau teman-teman. Temukan sisi lain Jakarta dengan menjelajah wisata sejarah dan budayanya. (UI)