4 Sisi Gelap Malaysia yang Masih Jadi Masalah Serius sampai Sekarang

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malaysia dikenal sebagai negara yang maju, rapi, dan penuh warna. Tapi di balik semua hal indah itu, ada sisi gelap Malaysia yang jarang dibicarakan. Hal-hal yang sering luput dari sorotan kamera dan brosur wisata.
Buat yang pernah ke sana, mungkin sempat melihatnya sekilas. Buat yang belum, bisa jadi belum pernah dengar sama sekali. Karena itu, hal-hal ini perlu diketahui.
Sisi Gelap Malaysia: Sebaiknya Diketahui sebelum Berangkat
Banyak dari masalah yang menjadi sisi gelap Malaysia ini sudah ada sejak lama dan belum benar-benar selesai sampai sekarang. Beberapa bahkan memengaruhi kehidupan sehari-hari banyak orang di sana, termasuk para turis. Seperti apa?
1. Kemacetan
Kalau lagi jalan-jalan terutama ke kota besar seperti Kuala Lumpur, Shah Alam, atau Subang Jaya, siap-siap ketemu macet. Puncaknya biasanya saat jam berangkat kerja, pulang kerja, atau akhir pekan.
Salah satu penyebab utamanya adalah banyak orang lebih memilih naik mobil sendiri ketimbang pakai transportasi umum. Padahal sebenarnya Malaysia punya sistem transportasi umum yang lumayan oke, seperti LRT dan MRT. Tapi belum semua area terjangkau.
2. Kawasan Kumuh
Malaysia dikenal sebagai negara maju di Asia Tenggara, dengan banyak gedung tinggi dan pusat perbelanjaan mewah. Tapi di balik kemegahan itu, masih ada sisi lain yang jarang disorot. Di beberapa sudut kota, terutama di wilayah padat penduduk, bisa ditemukan kawasan kumuh yang cukup memprihatinkan.
Kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin terasa nyata. Sementara satu sisi kota penuh dengan apartemen mewah dan mobil mahal, sisi lainnya masih dihuni warga yang hidup tanpa akses sanitasi yang layak. Kontras ini kadang mengejutkan wisatawan yang baru pertama kali datang.
3. Ancaman Keamanan
Wilayah timur Sabah dikenal memiliki pemandangan laut yang indah. Banyak pulau kecil dengan air jernih dan spot menyelam yang cantik.
Tapi, daerah pesisir antara Sandakan dan Tawau sering menjadi lokasi markas kelompok bersenjata. Korbannya bukan cuma warga lokal, tapi juga turis asing.
Karena ancaman ini, banyak negara sudah memberi peringatan. Dikutip dari gov.uk, pemerintah Inggris telah memasukkan wilayah ini dalam daftar area yang sebaiknya dihindari. Terutama bagi wisatawan yang berencana menginap di pulau atau ikut tur laut.
4. Isu Pencemaran Lingkungan
Beberapa kawasan industri di Malaysia pernah ditengarai membuang limbah langsung ke sungai tanpa pengolahan yang memadai. Sungai-sungai yang dulunya bersih, kini berubah jadi saluran air berwarna keruh dan berbau.
Pencemaran udara juga jadi isu serius, terutama saat musim kebakaran hutan. Asap dari pembakaran lahan, baik di dalam negeri maupun dari negara tetangga, sering menyelimuti langit Malaysia.
Sementara itu, wilayah perkotaan seperti Kuala Lumpur juga menghadapi tekanan dari polusi kendaraan. Jumlah mobil yang terus meningkat membuat kualitas udara menurun. Beberapa hari dalam setahun, indeks polusi udara bahkan bisa mencapai level tidak sehat.
Baca juga: Harga Makanan di Malaysia untuk Referensi Wisatawan
Setiap negara pasti punya tantangan sendiri, termasuk yang kelihatan modern sekalipun. Seperti halnya keempat sisi gelap Malaysia di atas. Meski demikian, Malaysia tetap menarik. Mengenal realitasnya bikin wisatawan lebih bijak menilai dan menghargai. (CR)
