Konten dari Pengguna

6 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Jogja selain Makanan

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh-Oleh Khas Jogja selain Makanan. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber:unsplash/ Muhammad Arief.
zoom-in-whitePerbesar
Oleh-Oleh Khas Jogja selain Makanan. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber:unsplash/ Muhammad Arief.

Yogyakarta, kota penuh pesona, tidak hanya menyuguhkan kuliner lezat, namun juga kekayaan budaya yang terwujud dalam beragam kerajinan tangan. Oleh-oleh khas Jogja selain makanan menjadi bisa jadi pilihan bagi para wisatawan.

Contohnya, seperti kerajinan tangan. Setiap produk yang dihasilkan oleh pengrajin Yogyakarta adalah hasil dari keahlian dan kreativitas yang tinggi, menjadikannya oleh-oleh yang lebih dari sekadar kenang-kenangan.

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Jogja Selain Makanan

Oleh-Oleh Khas Jogja selain Makanan. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber:unsplash/ Muhammad Arief.

Berpetualang di Yogyakarta tidak hanya soal mengunjungi tempat wisata, tetapi juga menjelajahi kekayaan budaya yang tersembunyi. Salah satu cara untuk membawa pulang kenangan indah dari Yogyakarta adalah dengan membeli oleh-oleh. Berikut rekomendasi oleh-oleh khas Jogja selain makanan yang bisa dibeli.

1. Batik Tulis

Batik tulis bukan sekadar kain, melainkan sebuah karya seni yang merepresentasikan cerita dan filosofi Jawa. Setiap coretan canting menghasilkan motif unik yang penuh makna. Wisatawan bisa menemukan batik tulis dengan beragam corak dan kualitas di tempat berikut.

  • Malioboro: Pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai pilihan batik, dari yang sederhana hingga yang berkelas.

  • Kotagede: Kawasan penghasil batik tulis berkualitas tinggi dengan motif klasik.

  • Pasar Beringharjo: Pasar tradisional yang menawarkan batik dengan harga lebih terjangkau.

2. Kerajinan Perak Kotagede

Kotagede, desa tua di Yogyakarta, telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan perak. Dengan teknik tradisional yang diwariskan turun temurun, para pengrajin menghasilkan perhiasan dan perabot rumah tangga dari perak yang sangat detail dan elegan.

  • Jalan Tumenggungan: Jalan utama di Kotagede yang dipenuhi toko-toko perak.

  • Pasar Kotagede: Tempat yang tepat untuk menemukan perhiasan perak dengan harga yang lebih terjangkau.

3. Wayang Kulit

Wayang kulit, pertunjukan wayang yang menggunakan boneka dari kulit, merupakan warisan budaya Jawa yang sangat berharga. Wayang kulit mini bisa menjadi kenang-kenangan unik dari Yogyakarta.

  • Toko souvenir di Malioboro: Banyak toko yang menjual wayang kulit mini dengan berbagai ukuran dan karakter.

  • Desa Wisata Imogiri: Desa yang terkenal dengan produksi wayang kulit.

4. Kain Jumputan

Kain jumputan dengan teknik ikat celupnya menghasilkan pola yang unik dan penuh warna. Kain ini sangat cocok dijadikan bahan untuk membuat pakaian, tas, atau hiasan dinding. Kain jumputan bisa didapatkan di tempat berikut:

  • Pasar Beringharjo: Pusat penjualan kain tradisional di Yogyakarta.

  • Desa Wisata Krebet: Desa yang terkenal dengan produksi kain jumputan.

5. Produk dari Bambu

Bambu, bahan alami yang mudah dibentuk, diolah oleh tangan-tangan kreatif menjadi berbagai produk fungsional dan estetis. Kerajinan tangan dari bambu di Malioboro tersedia mulai dari keranjang, vas bunga, hingga peralatan makan.

  • Desa Wisata Kasongan: Desa yang terkenal dengan kerajinan gerabah dan bambu.

6. Produk dari Kulit

Kulit hewan, terutama kulit sapi, diolah menjadi berbagai produk fashion yang berkualitas tinggi.

  • Malioboro: Banyak toko yang menawarkan produk kulit dengan desain modern.

  • Kotagede: Beberapa pengrajin perak juga membuat aksesori dari kulit.

Baca juga: 7 Pilihan Seru Wisata Ekstrem Jogja: Dari Gua, Gumuk Pasir, hingga Gunung

Dengan membawa pulang oleh-oleh khas Jogja selain makanan, wisatawan tidak hanya mendapatkan kenang-kenangan yang berharga, tetapi juga turut mendukung kelestarian kerajinan tangan Indonesia. (KIA)