8 Makanan Khas Singkawang Peranakan Tionghoa, Wajib Dicicip ketika Liburan

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mengunjungi Kota Singkawang, tidak lengkap bila tidak mencicipi makanan khas Singkawang. Banyak makanan khas kota ini yang dipengaruhi oleh masakan Tiongkok, khususnya suku Tio Ciu dan Hakka.
Makanan yang akan sering ditemukan di Kota Singkawang, khususnya yang merupakan makanan peranakan Tionghoa. Di antaranya seperti aneka mi, makanan kecil seperti dimsum hingga bubur.
Rekomendasi Makanan Khas Singkawang Peranakan Tionghoa yang Nikmat
Rekomendasi makanan khas Singkawang, yang merupakan masakan peranakan Tionghoa, biasanya juga bisa ditemukan di Kota Pontianak. Kedua kotanya yang sama-sama berada di Kalimantan Barat, di mana Pontianak adalah ibu kotanya.
Inilah deretan makanan peranakan Tionghoa, yang khas di Singkawang. Informasinya berdasarkan buku Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia: Rahasia Resep dan Kisah di Baliknya, Nicholas Molodysky (2019: 21-24).
1. Choipan
Choipan atau dikenal juga dengan chaikue, adalah yang paling terkenal untuk dicari di Singkawang. Panganan yang berbentuk mirip dimsum ini terbuat dari terbuat dari tepung beras dan tepung sagu yang kenyal, diisi bengkoang yang dicampur ebi atau daun kucai.
Makanan ini biasanya jadi camilan di Singkawang. Choipan atau chaikue dinikmati sambal cuka serta dimakan dengan bawang putih yang banyak.
2. Koipeng
Koipeng atau kaifan adalah nasi campur yang bisa dinikmati di Singkawang dan juga Pontianak. Secara harfiah, sajian ini memiliki arti nasi ayam. Walaupun nasi campur ini berisi ayam, biasanya isiannya tidak halal, karena ditambahkan daging babi yang manis.
3. Lek Tau Suan
Lek tau suan merupakan sajian mirip dengan bubur kacang hijau. Sajian ini adalah makanan khas orang Tio Ciu. Lek tau suan dalam bahasa Tio Ciu memiliki arti 'butiran mutiara kacang hijau'.
Meskipun mirip dengan bubur kacang hijau ala Indonesia, Lek tau suan tidak bersantan dan kacang hijaunya sudah dikupas. Biasanya orang Tio Ciu dan keturunannya di Singkawang, mengonsumsinya dengan cakwe.
4. Yam Mie Kepiting
Yam Mie mungkin tidak asing di telinga masyarakat umum. Di Pontianak dan Singkawang, bakmi ini disajikan dengan kepiting.
Sayangnya, di Singkawang, sajian ini merupakan sajian non halal. Mi super tipis dan berbau cuka akan disajikan dengan topping daging babi kecap, pangsit goreng, bakso ikan ayam kecap, dan kepiting.
Tidak lupa juga sambal cuka yang membuatnya semakin nikmat.
5. Kwe Cap
Hidangan selanjutnya, juga merupakan makanan non halal dengan kuah tulang babi. Kwe cap ini merupakan potongan kwetiau lebar, yang direbus lama dengan kuahnya. Kerupuk kulit atau rambak babi juga jadi teman pendamping sajiannya.
6. Ce Hun Tiau
Makanan khas ini mirip dengan cendol di tanah Jawa. Secara harfiah, ce hun tiau memiliki arti 'mie tepung singkong panjang’. Cendol khas Singkawang dan Pontianak ini punya bentuk yang lebih tipis, kenyal, seperti bihun.
Santan encer, kacang merah kecil, bongko, dan mutiara, jadi isian yang juga ditambahkan dalam ce hun tiau.
7. Sio Bie
Sajian satu ini juga merupakan sajian non halal yang bisa ditemukan di Singkawang dan Pontianak. Sio bie merupakan sajian siomay cokelat, terbuat dari campuran ebi, bengkoang, dan bawang putih. Teksturnya dan wanginya sangt khas.
Sajian ini semakin khas karena kuah yang digunakan yakni kuah cuka hitam, mirip dengan cuko Palembng.
8. Rujak Kangkung Juhi
Terakhir, ada rujak kangkung juhi. Juhi merupakan nama lain dari cumi-cumi.
Rujak yang disajikan dengan kangkung serta cumi-cum bakar ini disiram saus manis kental, dan ditaburi kacang tanah halus.
Baca Juga: 4 Penginapan Murah di Singkawang untuk Liburan Hemat
Itu tadi beberapa rekomendasi makanan khas Singkawang, yang merupakan makanan peranakan Tionghoa. Beberapa sajiannya memang sajian non halal, yang perlu dicermati sebelum disantap saat liburan. (Fitri A)
