Aesan Gede Berasal dari Mana? Simak Penjelasan tentang Baju Adat Unik Ini

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Foto Hanya Ilustrasi] Aesan Gede Berasal dari Sumatera Selatan, Unsplash/febri al barents](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01hgws8tnc491evbk7amb4xs6t.jpg)
Aesan Gede adalah salah satu baju adat Indonesia yang indah dan unik. Didominasi warna emas, banyak yang bertanya-tanya Aesan Gede berasal dari mana.
Dikutip dari buku Mengenal Adat, Budaya, dan Kekayaan Alam Indonesia, Tim Media Vista & ‎Astutiningsih, (2009:8), Aesan Gede berasal dari Sumatera Selatan dan dikenakan pada upacara pernikahan.
Baju Adat Aesan Gede Berasal dari Sumatera Selatan
Setelah mengetahui bahwa baju adat Aesan Gede berasal dari Sumatera Selatan, mari kenali pakaian adat ini lebih dalam.
Pakaian Aesan Gede (dikenakan pengantin pria) merupakan pasangan dari pakaian Pak Sangkong (dikenakan pengantin wanita).
Identik dengan warna merah jambu yang dipadukan dengan ornamen keemasan, pakaian Aesan Gede melambangkan kesabaran dan kebesaran Kerajaan Sriwijaya pada masa silam. Pakaian ini terbuat dari kain songket yang umum digunakan para bangsawan.
Sementara pakaian Pak Sangkong yang terbuat dari bahan beludru dipadukan dengan berbagai ornamen cantik yang sarat makna.
Mahkotanya melambangkan kesucian dan kepercayaan kepada Tuhan, kembang ure melambangkan pentingnya kedudukan perempuan di dalam keluarga.
Ornamen Pakaian Aesan Gede dan Pak Sangkong
Pengantin pria yang mengenakan Pak Sangkong harus memakai kesuhun yang menyerupai mahkota berhiaskan tebeng malu dan melati di atasnya.
Di bagian tubuh, pengantin pria mengenakan selempang sawir dan kalung kebo munggah. Tangannya mengenakan gelang sempuru, gelang kulit bahu, gelang ulo betapo, dan gelang gepeng. Sementara bagian tubuh bawahnya mengenakan celano sutra dengan motif ukel.
Sementara pengantin wanita yang mengenakan Pak Sangkong akan memakai berbagai ornamen pelengkap yang menambah kesan mewah, di antaranya:
Bagian Kepala
Mahkota yang dilengkapi cucuk gelung dan suri pengantin,
Sanggul beserta bunga rampai,
Kelapo setandan di belakang kepala,
Gandik,
Kembang ure,
Sumping,
Anting-anting.
Bagian Tubuh Atas
Teratai berbahan songket dengan bahan kelopak teratai mekar untuk menutup bahu,
Selempang sawit,
Kalung kebo munggah,
Dodot berbahan songket atau perada,
Ikat pinggang,
Pending bermotif burung merak.
Bagian Lengan dan Bahu
Kecak bahu,
Gelang sempuru,
Gelang kano,
Gelang gepeng,
Gelang ulo betapo.
Bagian Tubuh Bawah
Kain songket untuk bagian bawah tubuh,
Jumputan di sekitar ikat pinggang.
Kesimpulannya, Aesan Gede berasal dari Sumatera Selatan dan dikenakan pengantin pria, sehingga merupakan pasangan dari pakaian Pak Sangkong yang dikenakan pengantin wanita. (Bren)
Baca juga: Pakaian Ulos Berasal dari Mana? Temukan Jawabannya di Sini
