Konten dari Pengguna

Apa Itu Rute Non-BRT? Pengguna TransJakarta Wajib Paham!

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Itu Rute Non-BRT?/Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Pradamas Gifarry
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu Rute Non-BRT?/Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Pradamas Gifarry

Inovasi Pemerintah Jakarta terus dilakukan demi menyediakan sarana transportasi umum nyaman dan mendukung mobilitas warga ibu kota, seperti contoh menghadirkan TransJakarta, sebuah tranportasi umum dengan sistem BRT dan non-BRT. Pertanyaannya, apa itu rute non-BRT? Apa perbedaan rute TransJakarta BRT dan non-BRT?

Seperti yang diketahui bahwa TransJakarta awalnya merupakan transportasi umum dengan sistem BRT. Sebagaimana yang dikutip dari transjakarta.co.id, Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia.

Sekarang, TransJakarta hadir dengan inovasi baru dengan menghadirkan rute baru yang disebut non-BRT. Pertanyaan apakah sistem operasionalnya tetap sama antara BRT dan non-BRT?

Mengenal Rute Non-BRT

Apa Itu Rute Non-BRT?/Foto Hanya Ilustrasi. Sumber: Unsplash/Emod

BRT merupakan singkatan dari Bus Rapid Transit yang mana sistem operasional TransJakarta akan diatur sedemikian rupa yang memerlukan jalur khusus. Nantinya setiap rute akan membawa penumpang ke berbagai tujuan melalui halte untuk transit. Kelebihan dari Bus Rapid Transit adalah kenyamanan dan tarif yang relatif murah.

Sebaliknya, layanan non-BRT atau nonkoridor adalah layanan Transjakarta yang melayani pelanggan di jalur umum (bergabung dengan kendaraan lainnya). Layanan ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat untuk menggunakan transportasi publik, seperti yang dikutip dari transjakarta.co.id.

Inovasi rute non-BRT TransJakarta diharapkan dapat lebih fleksibel dan menjangkau lebih luas tempat-tempat di Jakarta demi memenuhi kebutuhan mobilitas warga ibu kota.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara naik TransJakarta non-BRT?

Panduan Naik TransJakarta Non-BRT

Ini dia beberapa langkah mudah dan praktis untuk naik TransJakarta non-BRT:

  1. Tunggu bus non-BRT (nonkoridor) pada bus stop yang tersedia dan pastikan saldo kartu uang elektronik atau kartu tranportasi kamu mencukupi.

  2. Kemudian naiklah dari pintu depan dan tap pada alat tap on bus yang tersedia.

  3. Patuhi aturan dan norma yang berlaku selama perjalananmu

  4. Jika sudah sampai di tempat tujuan, silahkan keluar melalui pintu tengah dan tap out pada alat tap on bus

Untuk tarif dari layanan TransJakarta non-BRT sendiri belum terlayani oleh tarif integrasi tranportasi maksimal Rp10.000 seperti yang sudah diterapkan pada TransJakarta Berkoridor atau BRT. Maka diketahui layanan bus TransJakarta non-BRT ini mempunyai tarif RP3.500.

Bagaimana, tertarik menggunakan TransJakarta non-BRT yang praktis dan tidak perlu repot-repot menuju halte busway?

Itulah yang dimaksud dengan rute non-BRT TransJakarta. Selalu ingat untuk mematuhi protokol kesehatan dan berikan kursi prioritas pada lansia dan anak-anak. Selamat melanjutkan aktivitas. (andi)