Apakah Boleh Membawa Panci Listrik di Pesawat? Simak Aturannya di Sini

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap maskapai penerbangan memiliki aturan barang bawaan yang boleh dan tidak boleh dibawa penumpang ke dalam pesawat. Aturan ini dibuat untuk mengindari bahaya saat proses penerbangan. Lantas, apakah boleh membawa panci listrik di pesawat?
Biasanya, barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat, sebagaimana dikutip dari situs resmi hubud.kemenhub.go.id.
Apakah Boleh Membawa Panci Listrik di Pesawat? Berikut Aturannya
Saat pergi ke luar kota atau luar negara dalam waktu lama, panci listrik merupakan peralatan yang berguna untuk memasak. Namun, masih banyak penumpang yang belum tahu apakah boleh membawa panci listrik di pesawat, karena termasuk benda elektronik.
Walaupun panci listrik termasuk benda elektronik, panci listrik boleh dibawa ke dalam bagasi pesawat. Ada beberapa maskapai penerbangan yang memperbolehkan benda tersebut masuk ke dalam kabin pesawat dan sebaliknya, ada yang melarang benda tersebut masuk ke dalam kabin pesawat.
Barang-barang yang boleh dibawa ke dalam pesawat adalah pakaian, alat kesehatan, peralatan olahraga, dan makanan serta minuman. Adapun berikut barang-barang yang tidak boleh dibawa masuk ke dalam bagai pesawat.
1. Senjata Tajam
Membawa senjata tajam dalam penerbangan termasuk semua jenis pistol, senapan, dan peluru tidak diperbolehkan untuk dibawa. Kecuali jika penumpang sudah memiliki izin dan mengikuti peraturan yang berlaku di negara keberangkatan dan tujuan.
Biasanya, penumpang perlu menyerahkan dokumen izin saat check in di bandara. Tak hanya itu, senjata juga perlu dipisahkan dan disimpan dalam wadah yang kuat.
2. Bahan Kimia Berbahaya
Aturan lainnya adalah tidak bole membawa bahan kimia dalam penerbangan. Pasalnya, bahan kimia dapat menyebabkan kebakaran, ledakan, atau membahayakan penumpang dan awak pesawat.
Adapun contoh bahan kimia yang berbahaya adalah zat oksidasi, bubuk pemutih, material radioaktif, arsenik, sianida, dan masih banyak lagi. Bahan kimia tersebut dapat menyebabkan kebakaran jika bereaksi dengan bahan-bahan lainnya.
3. Bahan Peledak
Bahan peledak atau bahan yang mudah terbakar bisa berisiko terbakar dan meledak saat penerbangan. Oleh sebab itu, barang yang dibawa ke dalam pesawat cukup ketat dan perlu diperiksa di bandara.
Beberapa contoh bahan peledak adalah granat, petasan, kembang api, dan segala jenis bahan yang dapat meledak dengan sendirinya atau ketika terkena panas. Ada juga cairan yang mudah terbakar, seperti bensin, minyak tanah, thinner cat, dan masih banyak lagi.
4. Baterai dan Powerbank
Pada beberapa maskapai penerbangan memperbolehkan penumpang membawa powerbank dengan kapasitas 100 Wh (20.000 mAh). Namun, jika melebihi batas tersebut tidak boleh dibawa masuk ke dalam bagasi kabin.
Baca Juga: Apakah Boleh Membawa Makanan di Kabin Pesawat? Ini Penjelasannya
Jadi, apakah boleh membawa panci listrik di pesawat? Jawabannya boleh. Namun, penumpang perlu memasukannya ke dalam bagasi agar lebih aman. (NAI)
