Konten dari Pengguna

Aturan Powerbank Pesawat dari Berbagai Maskapai di Indonesia

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aturan Powerbank Pesawat. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Kamil Switalski
zoom-in-whitePerbesar
Aturan Powerbank Pesawat. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Kamil Switalski

Pesawat terbang merupakan moda transportasi yang memiliki aturan ketat, baik kepada tenaga kerja yang bersangkutan maupun kepada penumpangnya. Salah satu bukti keketatan tersebut adalah keberadaan aturan powerbank pesawat.

Aturan mengenai powerbank merupakan upaya mencegah kemungkinan buruk selama masa penerbangan pesawat. Kelalaian dalam membawa powerbank saat menggunakan pesawat dapat menimbulkan risiko korsleting.

Aturan Powerbank Pesawat dari Berbagai Maskapai yang Ada di Indonesia

Aturan Powerbank Pesawat. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Robert Torres

Dikutip dari buku Desain dan Teknologi Transportasi Autonomous Submarine Surface Vehicle (ASSV), Prabowo, dkk. (2024: 65), powerbank memiliki fungsi penting berupa pengisian daya dan pemberian daya pada alat elektronik seperti smartphone dan lain-lain.

Fungsi tersebut membuat pengguna ponsel pintar, tablet, dan gawai lain kerap membawa powerbank saat bepergian, termasuk saat menggunakan pesawat. Penumpang pesawat boleh membawa powerbank, tetapi harus mematuhi aturan yang berlaku.

Berikut ini adalah ragam aturan powerbank pesawat dari berbagai maskapai yang ada di Indonesia.

1. Batik Air

Beberapa syarat dan ketentuan membawa powerbank pada maskapai Batik Air, antara lain:

  • Kapasitas maksimal 100 Wh atau 20.000 mAh diizinkan sebagai bagasi kabin.

  • Kapasitas 100 – 160 Wh atau 20.000 – 32.000 mAh harus disetujui oleh Batik Air Indonesia terlebih dahulu sebelum diangkut.

  • Kapasitas lebih dari 160 Wh atau 32.000 mAh tidak diizinkan masuk pesawat.

  • Tidak diperbolehkan menghubungkan powerbank saat berada di pesawat.

Penumpang Citilink harus memastikan bahwa powerbank dalam kondisi baik. Selain itu, penumpang juga harus melaporkan kapasitas powerbank kepada petugas sebelum keberangkatan. Penumpang harus mematuhi arahan petugas dan aturan yang berlaku.

3. Lion Air

Beberapa ketentuan maskapai Lion Air mengenai powerbank, antara lain:

  • Powerbank hanya boleh dibawa sebagai bagasi kabin.

  • Powerbank tidak boleh digunakan selama penerbangan.

  • Powerbank dilarang disimpan dalam bagasi tercatat (checked baggage).

  • Powerbank dengan kapasitas hingga 100 Wh atau 20.00 mAh diperbolehkan dibawa tanpa persetujuan khusus.

Powerbank dengan kapasitas lebih dari 100 Wh – 160 Wh atau 20.000 mAh – 32.000 mAh dapat dibawa dengan syarat tertentu. Contohnya, dalam kondisi baik, keterangan daya terlihat jelas, serta tidak terhubung ke perangkat elektronik.

Aturan mengenai powerbank memang relatif ketat. Hal itu terjadi untuk mencegah risiko kebakaran atau ledakan akibat baterai lithium-ion. Baterai tersebut cukup rentan terhadap panas serta korsleting.

Baca juga: Apakah Bisa Check In Pesawat Lebih Awal? Intip Penjelasannya di Sini

Aturan powerbank pesawat dari berbagai maskapai di Indonesia dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu. Penumpang harus menanyakan kepada petugas dan mematuhi aturan tersebut demi keselamatan bersama. (AA)