Konten dari Pengguna

Bamboo Rafting Loksado, Sensasi Arung Jeram di HSS, Kalimantan Selatan

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bamboo Rafting Loksado. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Xianyu Hao
zoom-in-whitePerbesar
Bamboo Rafting Loksado. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya.Sumber: Unsplash/Xianyu Hao

Bamboo Rafting Loksado merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di kalangan pencinta arung jeram. Selain air sungainya yang jernih dan cocok untuk rafting, tempat ini menawarkan panorama alam yang masih sangat asri.

Berbeda dengan arung jeram yang umum dilakukan dengan menggunakan perahu karet, di Loksado pengunjung akan dibawa menyusuri sungai dengan rakit bambu. Aktivitas ini biasa dikenal dengan sebutan bamboo rafting.

Lokasi dan Cara Menuju ke Bamboo Rafting Loksado

instagram embed

Menurut laman elitbang.hulusungaiselatankab.go.id, Loksado merupakan nama salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan. Loksado memiliki banyak daya tarik wisata karena lokasinya yang masih satu kawasan dengan Geopark Meratus. Salah satunya adalah area untuk melakukan bamboo rafting.

Untuk mencapai destinasi ini, pengunjung dapat memulai perjalanan dari Banjarmasin dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Jika menggunakan angkutan umum, pengunjung bisa naik kendaraan menuju Kandangan, ibukota Hulu Sungai Selatan, dengan tarif kurang lebih Rp35.000 dan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Dari Kandangan, perjalanan dilanjutkan ke Loksado selama 1 jam melewati jalur yang cukup menanjak namun sudah beraspal mulus.

Daya Tarik dan Fasilitas di Loksado Bamboo Rafting

instagram embed

Daya tarik utama Loksado adalah bamboo rafting di Sungai Amandit. Berbeda dengan rafting pada umumnya yang menggunakan perahu karet, di sini pengunjung akan menyusuri sungai dengan rakit bambu tradisional yang dikendalikan pemandu lokal.

Arus Sungai Amandit yang bervariasi memberikan sensasi menegangkan sekaligus menyenangkan. Selama perjalanan sekitar 2–3 jam, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan tropis, tebing menjulang, serta air terjun alami.

Selain itu, terdapat dua pilihan rute, yaitu rute pendek (5 km) dan rute panjang (10 km). Pengunjung juga dapat mengunjungi Desa Tanuhi untuk berendam di sumber air panas alami setelah rafting.

Tidak hanya itu, interaksi dengan masyarakat Dayak Meratus yang ramah akan memperkaya pengalaman wisata dengan sentuhan budaya khas. Ini akan membuat kunjungan jadi lebih berkesan.

Tarif Masuk dan Jam Operasional

instagram embed

Untuk menikmati bamboo rafting, pengunjung dapat menyewa rakit bambu milik warga lokal dengan tarif sekitar Rp300.000 untuk durasi 2–3 jam perjalanan. Setiap rakit umumnya hanya memuat dua hingga tiga orang, termasuk pemandu.

Loksado terbuka sepanjang tahun, sehingga pengunjung dapat menyesuaikan waktu kedatangan kapan saja. Namun, musim kemarau biasanya menjadi waktu terbaik karena kondisi sungai lebih stabil dan perjalanan terasa lebih nyaman.

Baca Juga: Air Terjun Haratai, Air Terjun Bertingkat 3 yang Unik di Kalimantan Selatan

Informasi lengkap mengenai Bamboo Rafting Loksado ini penting untuk dicatat oleh pengunjung. Ini akan memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman. (DS)