Konten dari Pengguna

Benteng Otanaha, Cagar Budaya di Gorontalo yang Dibangun saat Era Portugis

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benteng Otanaha (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Richard Clark
zoom-in-whitePerbesar
Benteng Otanaha (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Richard Clark

Benteng Otanaha adalah cagar budaya di Gorontalo yang pembangunannya telah dilakukan pada masa penjajahan Portugis. Benteng tersebut memiliki sejarah yang panjang tentang kehidupan keluarga kerajaan Raja Ilato.

Bangunan benteng begitu kokoh dengan beberapa ruang persinggahan yang terpisah. Setiap ruang persinggahan akan dilengkapi dengan anak tangga yang jumlahnya berbeda-beda.

Sejarah Singkat Benteng Otanaha yang Dibangun pada Masa Penjajahan Portugis

Benteng Otanaha (Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya) Sumber: unsplash.com/ Arto Senoner

Benteng Otanaha terletak di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Bangunan kokoh ini sudah dibangun sejak tahun 1522.

Mengutip dari situs kebudayaan.kemdikbud.go.id, lokasi benteng ini ada di atas bukit dengan 4 ruang persinggahan yang dilengkapi 348 buah anak tangga dari bawah menuju puncak tempat berdirinya benteng.

Setiap ruang persinggahan dilengkapi dengan anak tangga yang jumlahnya berbeda. Di persinggahan 1 ada 52 buah anak tangga, persinggahan 2 ada 83 anak tangga, persinggahan 3 terdiri dari 53 anak tangga, dan persinggahan 4 terdapat 89 anak tangga.

Di area benteng sendiri masih ada anak tangga lagi sebanyak 71 buah. Seluruh total anak tangga ini dari dasar hingga ke puncaknya ada 348 anak tangga.

Adapun sejarah panjang di balik berdirinya benteng ini, dahulu kala pada abad ke 15, Gorontalo dipimpin oleh Raja Ilato (Matolodulakiki) dan istrinya Tolangohula. Keduanya memiliki tiga anak, yaitu satu anak laki-laki bernama Naha dan dua anak perempuan bernama Ndoba dan Tiliaya.

Ketika dewasa, Naha pergi merantau dan meninggalkan kedua saudaranya di kerajaan. Sayangnya, Portugis datang dan memanfaatkan situasi saat Naha tidak di kampung halamannya.

Portugis bertemu Raja Ilato dan membuat kesepakatan membangun 3 benteng di perbukitan Dembe. Alasannya untuk memperkuat dan mempertahankan keamanan negara pada saat itu.

Di balik itu, Portugis memiliki niat terselubung untuk memanfaatkan Pasukan Ndoba dan Tiliaya ketika akan mengusir bajak laut yang sering menggangu nelayan di pantai. Ketika tersadarkan dengan niat Portugis yang sesungguhnya, rakyat dan seluruh pasukan kerajaan akhirnya melawan Portugis.

Perlawanan itu dipimpin oleh beberapa Apitalawo atau kapten laut. Sehingga Portugis terdesak untuk meninggalkan Gorontalo.

Pada tahun 1585, Naha sudah kembali ke kampung halamannya dan menemukan tiga benteng, salah satunya adalah Otanaha. Sedangkan dua lainnya Ulupahu dan Otahiya.

Benteng yang ditemukannya dinamakan Otanaha karena menurut etimologi atau makna katanya, "Ota" artinya benteng dan "Naha" adalah penemunya. Sehingga Otanaha artinya adalah benteng temuan Naha.

Baca juga: Pantai Olele, Pantai dengan Taman Bawah Laut Memesona di Gorontalo

Benteng Otanaha memiliki kisah sejarah yang unik dan panjang yang bisa menjadi wawasan sejarah yang perlu diturunkan kepada generasi muda. Tujuannya agar asal usul benteng ini tidak dilupakan begitu saja. (IMA)