Konten dari Pengguna

Berapa Biaya Hidup di Jepang? Ini Estimasinya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 8 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jepang. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jepang. Foto: Pexels

Jepang merupakan salah satu negara dengan perekonomian paling maju di dunia. Bagi orang yang ingin tinggal di negara ini, tentu harus mengetahui berapa biaya hidup di Jepang agar bisa memperkirakan estimasi yang harus disiapkan.

Dilansir dari emb-japan.go.jp, GDP (produk domestik bruto, yaitu nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di Jepang dalam setahun) menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Merek-merek Jepang seperti Sony, Fujifilm, Toyota, dan Panasonic pun diketahui oleh seluruh dunia.

Tidak hanya itu, fasilitas umum di Jepang pun sudah banyak yang memakai teknologi canggih dan kreatif yang membuat aktivitas masyarakat semakin mudah dan nyaman. Misalnya seperti tempat duduk khusus anak kecil di KRL hingga game di toilet agar tidak bosan.

Selain teknologi, karakter penduduk Jepang yang disiplin dan taat aturan juga membuat aktivitas umum lebih teratur dan rapi. Lingkungan pun bersih karena masyarakatnya sudah diajarkan untuk sadar kebersihan sejak dini.

Tertarik untuk merasakan kehidupan di Jepang? Apakah Anda sudah tahu berapa biaya hidup di Jepang? Yuk, cek estimasinya berikut ini.

Berapa Biaya Hidup di Jepang? Ini Estimasinya

Ilustrasi suasana perkotaan Jepang. Foto: Pexels

Tempat Tinggal

Di kota yang kurang ternama, harga sewa apartemen paling mahal adalah JPY 20.000/bulan. Sementara itu, kota-kota besar seperti Kyoto dapat mencapai JPY 30.000/bulan dan di Osaka harga sewa sebulan bisa mencapai JPY 40.000.

Untuk harga sewa apartemen di Ibukota, Tokyo tentu jauh lebih mahal, yaitu berkisar JPY 40.000 hingga JPY 80.000 per bulan.

Tagihan Utilitas

Rata-rata tagihan listrik dan gas adalah JPY 2.500 hingga 4.000 per bulan. Namun pada musim dingin tagihan listrik dapat meningkat hingga 2x lipat untuk penggunaan penghangat ruangan.

Sementara untuk tagihan air relatif konstan dalam setiap musimnya, yaitu berkisar JPY 2.000 per bulan.

Makan dan Minum

Di tempat makan versi warteg ala Jepang, Anda dapat membeli makanan seharga JYP 180/gram. Sementara untuk makan di restoran ramen minimal adalah JPY 700 per porsinya.

Selain itu, Anda juga dapat menemukan makanan murah seperti onigiri, bento box, udon, salad, karaage, roti kukus, dan berbagai cemilan lainnya dengan kisaran harga JYP 100-500/porsi di toko serba yang ada seperti Lawson, Seven Eleven, atau Family Mart.

Komunikasi

Jika Anda mulai tinggal di Jepang, harus punya nomor baru dan mengikuti sistem kontrak dengan biaya JPY 11.000 per bulan untuk dapat berkomunikasi.

Selanjutnya Anda hanya tinggal membeli paket data bulanan dengan kisaran harga JPY 3.000-4.000 untuk paket internet dan telfon. Untuk menghemat paket data Anda dapat memanfaatkan wifi yang tersedia di tempat-tempat umum.

Jika ingin memasang WiFi pribadi, Anda memerlukan biaya tambahan sebesar JPY 3.000 - 7.000 per bulan.

Biaya Transportasi

Transportasi umum yang paling sering digunakan di Jepang adalah kereta. Tarif satu kali jalan mencapai JPY 200 dan harga tiket bulanannya berkisar dari JPY 10.000 hingga 25.000.

Sementara itu jika Anda tinggal di area pedesaan, akan lebih baik memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda atau mobil. Perlu diperhatikan bahwa jika ingin membeli mobil Anda harus menyiapkan anggaran untuk bensin dan asuransi.

Asuransi Kesehatan

Asuransi merupakan salah satu yang wajib dimiliki setiap orang. Biaya iuran asuransinya relatif, tergantung dari pendapatan. Untuk mahasiswa, biasanya sekitar JPY 2.500 per bulan.

Belanja Bulanan

Anda perlu mengalokasikan sekitar JPY 30.000 hingga 45.000 untuk kebutuhan belanja bulanan. Namun, jumlah ini mungkin akan berbeda-beda tiap orang, bergantung dari pengelolaan persediaan makanan, produk yang digunakan serta cara pemakaian.

Hiburan dan Rekreasi

Rekreasi tentunya diperlukan sekali-sekali untuk menghilangkan stress dan penat. harga tiket bioskop biasanya sekitar JPY 1.500 hingga 2.000 per film. Paling minimnya Anda dapat mengalokasikan JPY 5000 untuk 2x nonton bioskop/bulan.

Namun jika Anda hobi travelling dan belanja, tentu memerlukan alokasi yang lebih besar sekitar JPY 5.000 hingga 20.000 per bulan.

Total Estimasi

Untuk perhitungan minimal biaya hidup yang diperlukan di Jepang adalah sekitar JPY 98.500 - 183.000 atau sekitar Rp10.786.000 - 20.037.000 bergantung dari daerah tempat tinggal serta gaya hidup yang Anda jalani.

Ternyata cukup mahal ya? Tapi tenang saja, gaji di Jepang juga termasuk tinggi sehingga mampu menyeimbangi dengan kebutuhan biaya hidupnya.

Untuk gaji part-time mahasiswa saja misalnya per jam bisa mendapat JPY 600-1000. Jika Anda bekerja 28 jam/minggu, gaji sebulanmu sudah dapat menutupi kebutuhan sewa tempat tinggal.

Berapa Rata-Rata Gaji di Jepang?

Ilustrasi menghitung rata-rata gaji di Jepang. Foto: Pexels

Jepang, sebagai salah satu negara maju dengan ekonomi kuat, memiliki standar gaji yang relatif tinggi. Rata-rata gaji di Jepang dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan wilayah geografis.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Sosial Jepang pada tahun 2022, gaji bulanan rata-rata untuk pekerja penuh waktu di Jepang adalah JPY 311.800 atau sekitar Rp33,9 juta. Adapun gaji bulanan rata-rata wanita dan pria sedikit berbeda, yaitu:

  • Gaji rata-rata bulanan wanita meningkat sebesar 2,1% menjadi JPY 258.900 atau sekitar Rp28,3 juta.

  • Gaji rata-rata bulanan pria meningkat sebesar 1,4% menjadi JPY 342.000 atau sekitar 37,3 juta.

Selain gaji pokok, tunjangan dan bonus juga dapat mempengaruhi pendapatan total. Di Jepang, beberapa perusahaan yang memberikan tunjangan, seperti tunjangan rumah, transportasi, asuransi kesehatan, dan bonus tahunan berdasarkan kinerja perusahaan atau individu.

Cara Bekerja di Jepang

Ilustrasi pekerja di Jepang. Foto: Pexels

Bekerja di Jepang sebagai orang asing dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan persiapan yang tepat, Anda dapat meningkatkan peluang sukses untuk bekerja di negara ini.

Dikutip dari laman Coto Academy dan BFF Tokyo, berikut adalah beberapa cara bekerja di Jepang bagi orang asing yang bisa dilakukan.

1. Persiapkan Persyaratan yang Dibutuhkan

Ada sejumlah persyaratan dasar untuk bekerja di Jepang, antara lain:

  • Persyaratan pekerjaan tertentu. Seperti halnya pekerjaan apa pun, pastikan Anda memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang tercantum dalam resume.

  • Gelar sarjana. Mendapatkan pekerjaan di Jepang tanpa gelar bukanlah hal yang mustahil, tetapi sangat sulit. Visa kerja reguler umumnya memerlukan gelar sarjana.

  • Kemampuan bahasa Jepang. Meski tidak semua perusahaan membutuhkan kemampuan bahasa Jepang yang tinggi, memiliki pengetahuan dasar bahasa Jepang akan sangat membantu dalam berkomunikasi dengan rekan kerja.

  • Visa kerja Jepang. Ada banyak jenis visa kerja Jepang, jadi pastikan siapkan visa yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, ada sejumlah persyaratan umum yang harus dipenuhi untuk bisa bekerja di Jepang. Berdasarkan laman Kementerian Urusan Luar Negeri Jepang, berikut persyaratannya:

  • Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat dan lulusan D3 atau S1.

  • Pria/wanita usia 19-26 tahun.

  • Sehat jasmani dan rohani.

  • Tinggi badan minimal 160 cm (pria) 155 cm (wanita), dengan berat badan ideal.

  • Tidak berkaca mata (mata minus), tidak bertato/bertindik bagi pria.

  • Tidak memiliki disabilitas fisik dan penglihatan.

  • Tidak menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang sejenisnya.

2. Pertimbangkan Jenis Pekerjaan yang Diinginkan

Setelah memenuhi persyaratan di atas, selanjutnya Anda perlu menentukan jenis pekerjaan yang diinginkan.

Pikirkan minat dan tujuan serta tingkat kefasihan bahasa Jepang Anda saat akan memilih pekerjaan. Keterampilan bahasa akan berdampak besar pada jenis pekerjaan yang ingin Anda pilih di Jepang.

3. Kenali Budaya dan Etika Kerja

Mempelajari budaya dan etika kerja Jepang akan membantu Anda beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda. Pelajari tentang hierarki, cara berkomunikasi, tata krama dengan atasan, dan norma-norma sosial yang berlaku di tempat kerja Jepang.

4. Pahami Tuntutan Kerja

Budaya kerja di Jepang sering kali membutuhkan tingkat dedikasi dan kedisiplinan yang tinggi. Siapkan diri Anda untuk bekerja keras dan menerima tuntutan kerja yang tinggi.

Fleksibilitas terhadap tantangan baru akan membantu Anda menghadapi tekanan kerja dengan lebih baik.

Dalam sebagian kasus, bekerja lembur di Jepang dianggap sebagai tanggung jawab dan pengabdian terhadap perusahaan. Menghabiskan waktu ekstra di kantor setelah jam kerja adalah hal yang umum di Jepang.

5. Bersedia Belajar

Jepang terkenal dengan pendekatan mereka terhadap pengembangan keterampilan. Bersedia belajar, baik melalui pelatihan internal di perusahaan atau kursus, akan menunjukkan komitmen Anda terhadap pekerjaan dan menghargai budaya belajar yang kuat di Jepang.

Baca Juga: 7 Tips ke Jepang untuk Pemula yang Hemat Biaya

Tips Hemat Tinggal di Jepang

Ilustrasi bekal buatan sendiri untuk menghemat pengeluaran di Jepang. Foto: Pexels

Seperti yang diketahui, Jepang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup yang cukup tinggi. Karenanya, penting bagi Anda untuk menghemat pengeluaran saat tinggal di Jepang.

Berikut adalah beberapa tips hemat tinggal di Jepang yang dapat dilakukan.

1. Memanfaatkan Transportasi Umum

Jepang memiliki sistem transportasi umum yang sangat baik, termasuk kereta dan bus. Gunakan transportasi umum sebanyak mungkin untuk menghemat biaya bahan bakar dan parkir.

Anda bisa juga mempertimbangkan untuk membeli kartu transportasi prabayar seperti Suica atau Pasmo untuk mendapatkan diskon tarif.

2. Menyewa Hunian yang Terjangkau

Salah satu pengeluaran terbesar saat tinggal di Jepang adalah biaya sewa tempat tinggal. Cobalah untuk mencari hunian yang terjangkau, misalnya apartemen atau kamar di asrama mahasiswa.

Jika Anda merencanakan tinggal jangka panjang, pertimbangkan untuk berbagi tempat tinggal dengan teman sekamar agar bisa membagi biaya sewa.

3. Mencari Promo Makanan dan Minuman

Jepang terkenal dengan beragam makanan lezat. Namun, makan di restoran atau kafe setiap hari bisa membuat pengeluaran membengkak.

Cobalah mencari promo makanan dan minuman di restoran lokal atau swalayan. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi makanan siap saji atau bento yang harganya lebih terjangkau.

4. Membawa Bekal

Membawa bekal dari rumah merupakan cara yang baik untuk menghemat uang. Persiapkan bekal buatan sendiri untuk dibawa saat bepergian atau bekerja. Ini tidak hanya menghemat uang, tetapi juga memungkinkan Anda mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi.

5. Mencari Barang Bekas

Jepang terkenal dengan budaya barang bekas yang berkualitas. Jika Anda ingin membeli suatu barang, pertimbangkan untuk membeli barang bekas agar bisa menghemat pengeluaran.

Anda dapat menemukan barang-barang bekas dalam kondisi baik di toko-toko tertentu dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan membeli barang baru.

6. Kurangi Penggunaan Telepon Seluler

Biaya telepon seluler di Jepang bisa cukup tinggi, terutama jika Anda menggunakan paket data yang mahal. Coba batasi penggunaan internet selama di luar rumah dan manfaatkan WiFi gratis yang tersedia di banyak tempat umum, seperti kafe atau stasiun kereta.

(Ve & SFR)

Frequently Asked Question Section

Berapa biaya sewa tempat tinggal di Jepang?
chevron-down

Di kota yang kurang ternama, harga sewa apartemen paling mahal adalah JPY 20.000/bulan. Untuk harga sewa apartemen di Ibukota, Tokyo tentu jauh lebih mahal, yaitu berkisar JPY 40.000 hingga JPY 80.000 per bulan.

Berapa biaya untuk kebutuhan belanja bulanan di Jepang?
chevron-down

Anda perlu mengalokasikan sekitar JPY 30.000 hingga 45.000 untuk kebutuhan belanja bulanan.

Berapa gaji rata-rata di Jepang?
chevron-down

Gaji bulanan rata-rata untuk pekerja penuh waktu di Jepang adalah JPY 311.800 atau sekitar Rp33,9 juta.