Berapa Jumlah Kapasitas Penumpang LRT Jabodebek? Cari Tahu di Sini

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jumlah kapasitas penumpang LRT menjadi topik yang banyak dibahas oleh warga Jabodetabek setelah diuji coba secara bertahap pada 15 Agustus 2023 lalu. Bagi yang tertarik bepergian dengan menggunakan LRT, tak ada salahnya mengetahui berapa kapasitas maksimalnya per hari.
Seperti yang dijelaskan dalam buku Seluruh Pemerintah : Praktik di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ir. Dr. Iswan Achmadi, MT.; Eko Hariadi, Ph.D, (2020:78), salah satu cara untuk mengatasi kemacetan yakni dengan adanya angkutan umum masal seperti MRT, BRT, LRT, serta integrasi transport (JakLingko).
Tak heran, jika peluncuran Light Rapid Transit (LRT) sangat dinantikan masyarakat yang menginginkan transportasi umum yang nyaman, cepat, dan anti macet.
Berapa Jumlah Kapasitas Penumpang LRT Jabodetabek?
Menjawab pertanyaan berapa jumlah kapasitas penumpang LRT, berdasar informasi terbaru disebutkan bahwa LRT Jabodebek setidaknya bisa menampung 700 penumpang dengan frekuensi kereta per hari 400 perjalanan. Rute perjalanannya melalui Stasiun Taman Mini dan juga Stasiun Manggarai.
Kabarnya, stasiun yang disebutkan akan menjadi stasiun terpusat yang menghubungkan berbagai moda transportasi di Jabodetabek sekaligus, mulai dari LRT, KRL, kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Trans Jakarta.
Sejak 2018, pengembangan Stasiun Manggarai sebagai Stasiun terpusat memang sudah memasuki tahap pertama. Tahap keduanya diharapkan akan selesai pada tahun 2024 - 2025 nanti.
Di sisi lain, Menhub Budi Karya Sumadi menyebutkan jika LRT Jabodebek sudah memasuki tahap pengujian sistem driverless. Karena teknologi yang digunakan termasuk baru, pihak pengelola melakukan beberapa pengujian untuk memastikan tingkat keamanannya.
Teknologi LRT Jabodetabek
Sebagai moda transportasi yang dikhususkan untuk meningkatkan kenyamanan serta kecepatan perjalanan masyarakat, LRT dibekali dengan berbagai teknologi terkini. Berikut beberapa di antaranya:
U-shaped girder: Sesuai penamaannya, U-shaped girder merupakan Teknologi girder berbentuk U yang digadang-gadang dapat mengefektifkan kemaksimalan pemanfaatan ruang di Jakarta yang cukup terbatas.
Lead core rubber: Fungsinya adalah untuk mengisolasi struktur jembatan agar tetap kuat ketika terjadi gempa.
Sandwich panel: Stasiun dibuat dengan desain futuristis yang bahan bakunya ramah lingkungan sekaligus cukup aman bagi lingkungan.
Grade of automation level 3: Mengejutkannya, LRT dibekali dengan teknologi grade of automation level 3 yang membuatnya tidak perlu dikendalikan oleh masinis.
Baca juga: Cara Bayar Tiket LRT Jabodebek dan Tarifnya
Sekian pembahasan mengenai Jumlah kapasitas penumpang LRT dan teknologi yang disematkan di dalamnya. Pengembangan LRT sendiri diharapkan dapat dijadikan sebagai pemecah kemacetan.
Selain itu juga dapat mengubah pandangan masyarakat mengenai moda transportasi umum yang cenderung berkualitas buruk atau fasilitasnya kurang memadai.(nov)
