Candi Muara Takus: Sejarah, Arsitektur, dan Panduan untuk Berkunjung

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia, dengan kekayaan sejarahnya, memiliki banyak candi yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu di antaranya adalah Candi Muara Takus di Riau, yang merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Sriwijaya.
Candi ini, yang berusia ratusan tahun, masih berdiri kokoh dan terjaga hingga kini. Dengan statusnya sebagai cagar budaya, Muara Takus kini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi pengunjung dari berbagai penjuru.
Candi Muara Takus: Sejarah dan Arsitektur
Dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id, Candi Muara Takus telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Penemuan Candi Muara Takus pertama kali tercatat pada tahun 1860 oleh arkeolog Belanda, Cornet D. Groot.
Terkait dengan asal-usul namanya, terdapat dua teori. Teori pertama mengatakan bahwa nama Muara Takus berasal dari nama Sungai Takus yang bermuara di Sungai Kampar Kanan.
Teori kedua menyatakan bahwa kata Takus diduga berasal dari bahasa Tiongkok, dengan "Ta" berarti besar, "Ku" berarti tua, dan "Se" berarti kuil atau candi. Dengan demikian, menandakan makna "candi tua besar di muara sungai."
Candi Buddha tertua di Sumatra ini diperkirakan dibangun selama periode Kerajaan Sriwijaya yang berlangsung dari abad ke-4 hingga ke-11 Masehi. Struktur candi ini, terutama bentuk stupa di dalamnya, menggambarkan Buddha Gautama, menegaskan pentingnya candi ini dalam sejarah keagamaan.
Arsitektur candi ini menggunakan material utama batu bata, batu sungai, dan batu pasir. Dari segi desain, candi ini memiliki kemiripan dengan candi-candi yang berada di Vietnam, Myanmar, India, dan Sri Lanka.
Selain itu, strukturnya juga dilengkapi dengan pagar tembok yang terbuat dari batu bata berukuran besar, menambah kekokohan dan estetika pada kompleks candi tersebut.
Fasilitas, Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket
Di kompleks wisata Candi Muara Takus, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas umum yang tersedia. Fasilitas ini mencakup toilet dan musala untuk keperluan ibadah. Ada juga area parkir yang luas, memudahkan pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi.
Selain itu, beberapa warung di sekitar lokasi menawarkan aneka makanan dan minuman dengan harga yang relatif terjangkau, menjadikan kunjungan lebih nyaman tanpa kekhawatiran soal kebutuhan makan atau minum.
Baca juga: 4 Pantai di Kepulauan Riau yang Cocok untuk Bersantai
Candi Muara Takus berlokasi di XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, dengan kode pos 28453. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Biaya masuk ke kompleks ini hanya Rp10.000 per orang, membuatnya menjadi destinasi yang terjangkau bagi berbagai kalangan pengunjung. (CR)
