Konten dari Pengguna

Di Mana Tempat Parkir Museum Fatahillah? Ini Jawabannya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempat parkir museum fatahillah, Photo by Kent William on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Tempat parkir museum fatahillah, Photo by Kent William on Unsplash

Museum Fatahillah letaknya tidak berada jauh dari kawasan Kota Tua yang juga tidak luput dari kunjungan pelancong. Sebelum kamu memutuskan untuk ke sana sebaiknya pastikan dulu tahu tempat parkir Museum Fatahillah ya!

Mengutip laman asosiasimuseumindonesia.org, Museum Sejarah Kota Jakarta atau Museum Fatahillah terletak di Jl. Taman Fatahillah No. 1 Jakarta Barat.

Museum ini tidak hanya dijadikan tempat merawat dan memajang benda bersejarah dari masa penjajahan saja. Akan tetapi memang sengaja didirikan untuk menambah pengetahuan dan mengenalkan sejarah kota Jakarta.

Tempat Parkir Museum Fatahillah

Kota Tua Jakarta, Photo by Elvan Putra on Unsplash

Bukan tanpa alasan, tidak jauh berbeda dengan tempat parkir yang ada di kawasan Kota Tua, tempat parkir Museum Fatahillah juga mengalami perubahan. Hal tersebut disebabkan di sana sedang ada renovasi.

Dedy Tarmizi yang kini menjabat sebagai Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, menyarankan kepada masyarakat yang datang ke Museum Fatahillah untuk parkir di lokasi khusus yang sudah disediakan oleh pengelola.

Adapun tempat parkir yang bisa kamu gunakan untuk parkir kendaraan pribadi terletak di Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh.

Di Taman Kota Intan sudah disediakan lahan parkir yang muat banyak, antara lain mobil pribadi 90, bus wisata 11, dan kendaraan motor bisa lebih dari 300 unit.

Hal tersebut dilakukan karena sekarang ini masih berlangsung penataan dan revitalisasi kawasan Kota Tua, sehingga akses perjalanan agak terhambat.

Akan tetapi kalau kamu ingin parkir di tempat lain juga bisa, misalnya seperti di belakang Gedoeng BNI. Di sana hanya bisa dipakai untuk parkir kendaraan motor saja.

Sampai sekarang masih belum diketahui apakah akses untuk pejalan kaki dari Gedoeng BNI ke Kota Tua sudah tersedia atau belum.

Jadi mau tidak mau kamu harus berjalan kaki harus menyebrang jalan tidak melalui zebra cross menuju ke Museum Bank Mandiri, selanjutnya melewati celah dari pagar proyek revitalisasi.

Untuk bisa melewati celah tersebut kamu harus bersabar yah, sebab setiap orang yang ingin berkunjung ke museum wajib antri agar bisa melewatinya.

Walau begitu Dedi tetap optimis agar proyek revitalisasi diselesaikan secepatnya, dengan begitu masyarakat bisa mengunjungi Museum Fatahillah dengan nyaman.

Itulah dua tempat parkir di Museum Fatahillah yang bisa kamu manfaatkan untuk memarkirkan kendaraan pribadi baik itu mobil atau motor. Namun sebelumnya kamu harus pastikan dulu mau bawa kendaraan apa ya agar perjalanan nyaman.(Novi)