Konten dari Pengguna

Filosofi Monas dan Gedung DPR yang Mendalam sebagai Pengharapan untuk Bangsa

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filosofi Monas dan Gedung DPR. Foto hanya sebagai ilustrasi saja,  bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Affan Fadhlan.
zoom-in-whitePerbesar
Filosofi Monas dan Gedung DPR. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Affan Fadhlan.

Monumen Nasional (Monas) dan gedung DPR memiliki filosofi tersendiri ketika dibangun. Filosofi Monas dan gedung DPR memiliki makna sebagai harapan untuk bangsa Indonesia.

Kedua bangunan milik negara ini, dibangun pada masa pemerintahan Ir.  Soekarno. Monas dibangun sekitar tahun 1959. Sedangkan gedung DPR dibangun jelang Conference of The  Emerging Forces (Conefo), tahun  1965.

Filosofi Monas dan Gedung DPR Bermakna sebagai Harapan untuk Bangsa

Filosofi Monas dan Gedung DPR. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Dino Januarsa.

Seperti dikatakan sebelumnya, filosofi Monas dan gedung DPR memiliki makna yang mendalam, sebagai harapan untuk bangsa Indonesia.

Berikut ini ulasan mengenai filosofi kedua bangunan yang masih berdiri kokoh di Jakarta.

1. Filosofi Monumen Nasional (Monas)

Berdasarkan buku Mengenal Lebih Dekat: Bangunan Bersejarah Indonesia, Nunung Marzuki, Monas dibangun atas gagasan Presiden Soekarno. Di atas tanah 80 hektar itu, dibangun tugu setinggi 137 meter.

Filosofi bangunan dengan tiang tinggi dan pelataran cawan itu melambangkan lingga dan yoni. Keduanya merupakan alat kelamin pria (lingga) dan wanita (yoni).

Tidak semerta menjadi makna yang sebenarnya, makna ini lebih  dalam memiliki arti harapan atas kesuburan bumi Indonesia.

Sedangkan dalam kultur agama Hindu, lingga dan yoni melambangkan dualisme yang menjadikan alam semesta seimbang. Hal ini juga dimaknai sebagai kehidupan.

2. Filosofi Gedung DPR

Gedung DPR/MPR RI berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta. Seperti dikatakan tadi, gedung ini awalnya dibangun untuk Conference of The  Emerging Forces (Conefo).

Berdasarkan buku Majelis Permusyawaratan Rakyat, Republik Indonesia: Sejarah, Realita, dan Dinamika (2006:111-112), gedung rancangan Ir. Soejoedi Wiroatmojo dkk. ini, memiliki bentuk yang unik, berupa atap kubah berwarna hijau.

Lebih dalam, diketahui juga atap ini memiliki struktur dan konstruksi menyerupai burung garuda. Bangunannya memiliki dua buah kubah hijau, yang dipisahkan dengan potongan dua balok melengkung di kubahnya, yang bertemu di puncaknya.

Seperti dikatakan sebelumnya, atap gedung itu melambangkan kepak burung garuda. Filosofinya adalah sebagai harapan agar Indonesia dapat terbang tinggi di langit yang luas.

Namun, karena atap bentuk kubahnya dianggap mirip tempurung dan berwarna hijau, banyak juga yang menjulukinya sebagai Gedung Kura-Kura.

Baca Juga: Harga Tiket Masuk Monas 2025 beserta Jam Operasional

Filosofi Monas dan gedung DPR menjelaskan bahwa bangunan-bangunan yang didirikan memiliki makna mendalam untuk bangsa. Khususnya menjadi doa baik untuk Indonesia. (Fitri A)