Konten dari Pengguna

Gohyong Makanan Khas Mana? Ini Sejarah dan Rasanya yang Autentik

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gohyong makanan khas mana. Foto hanyalah ilustrasi bukan menu sebenarnya. Sumber: Unsplash/Pooja Chaudhary
zoom-in-whitePerbesar
Gohyong makanan khas mana. Foto hanyalah ilustrasi bukan menu sebenarnya. Sumber: Unsplash/Pooja Chaudhary

Gohyong di Indonesia merupakan salah satu kuliner yang sudah mengalami banyak modifikasi. Rasanya yang dikenal gurih ini banyak disukai, apalagi resep saat ini sudah menyesuaikan lidah orang Indonesia. Lantas, sebetulnya gohyong makanan khas mana?

Bisa dibilang, resep gohyong saat ini mengalami akulturasi, perpaduan antara dua budaya. Hal ini malah membuat cita rasanya terkesan unik. Hingga saat ini gohyong menjadi populer, sehingga banyak orang penasaran untuk mencicipinya.

Sejarah Gohyong Makanan Khas Mana dan Rasanya yang Khas

Gohyong makanan khas mana. Foto hanyalah ilustrasi bukan menu sebenarnya. Sumber: Unsplash/You Le

Perpaduan daging melimpah yang kaya protein dan kulit tipisnya yang renyah, cukup kontras dengan sambalnya yang khasnya. Untuk mengenal gohyong makanan khas mana, bisa simak kilas sejarahnya di bawah ini.

1. Sejarah Makanan Gohyong

Gohyong diambil dari kata Ngo-hiang atau Ngohiong, yakni makanan khas dari budaya peranakan Tiongkok. Hal ini dipicu oleh penyebaran makanan daerah Fujian di Tiongkok yang dibawa oleh para perantau etnis Hokkien and Teochew ke beberapa negara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, hingga sebagian Filipina.

Umumnya, makanan ini banyak ditemui di daerah dengan populasi Tiongkok yang lebih dominan, seperti Jakarta, Bogor, dan Medan.

Setelah dibawah ke Indonesia, makanan asal Tiongkok ini sudah banyak perubahan, menyesuaikan selera masyarakat Indonesia. Banyak yang menyebutkan resep gohyong saat ini hasil persilangan dengan budaya Betawi.

2. Bahan Pembuatan Gohyong

Ngohiang versi tradisional biasanya dibuat menggunakan daging babi yang dibumbui bumbu ngohiong, five-spice powder. Kemudian digulung menggunakan kulit tahu. Lazimnya, gohyong digoreng dan disajikan dengan kuah mentega dan saus asam.

Namun, gohyong saat ini ada beberapa bahan yang diganti, seperti menggunakan ayam, udang, atau telur yang dihaluskan dan diberi bumbu penyedap kemudian dibungkus dengan kulit tahu atau kembang tahu yang tipis.

Mengutip dari Buku Kulinari Oriental Negara Cina,  Izwani, dkk (2018: 19) Pembuatan kulit kembang tahu ini dilakukan dengan perebusan kedelai, kemudian diambil permukaan hasil endapan perebusan kedelai, atau yang disebut skin tofu.

3. Rasa dan Tekstur Gohyong

Karena dimasak dengan cara digoreng, gohyong memiliki tekstur yang cenderung renyah dan kriuk dari luar dan lembut di dalamnya. Agar tampil estetik, umumnya gohyong dipotong serong memanjang.

Gohyong sendiri memiliki cita rasa yang khas dan balance antara rasa manis, pedas dan asin. Apalagi jika disantap dengan bumbu pelengkap yang memiliki cita rasa khas. Dijamin makin nendang.

Baca juga: 4 Kuliner Pagi Bogor Cocok untuk Sarapan

Demikian singkat ulasan terkait sejarah dan gohyong makanan khas mana serta cita rasa khas yang bisa dinikmati. Kuliner unik ini memang wajib dicoba, rasanya semakin nikmat dengan tambahan saus. (INE)