Konten dari Pengguna

Gua Maria Tritis Gunung Kidul: Sejarah, Aktivitas, Lokasi, dan Akses

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gua Maria Tritis Gunung Kidul. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Gianna B
zoom-in-whitePerbesar
Gua Maria Tritis Gunung Kidul. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Gianna B

Gua Maria Tritis Gunung Kidul merupakan tempat ziarah bagi umat Katolik yang sudah cukup populer. Letaknya berada di balik bukit karst khas daerah selatan Yogyakarta, tapi akses ke sana cukup bersahabat.

Suasana tenang dan alami jadi daya tarik utama gua ini. Apalagi buat yang ingin berdoa atau sekadar mencari ketenangan batin.

Gua Maria Tritis Gunung Kidul: Sejarah dan Aktivitas Rohani yang Bisa Dilakukan

Gua Maria Tritis Gunung Kidul. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Karl Raymund Catabas

Awal mula Gua Maria Tritis Gunung Kidul ini dikenal berkat cerita seorang anak SD bernama Sanjaya Giring. Ia menceritakan tentang gua cantik yang ada di dekat rumahnya kepada Romo AL Hardjasudarma SJ.

Setelah dengar cerita Sanjaya, Romo langsung datang ke lokasi. Tempatnya dibersihkan, lalu disiapkan jadi tempat doa. Tak lama, pada 30 September 1977, gua ini diresmikan oleh Romo Zahnweh SJ dan Romo Karta Sudarma Pr sebagai tempat ziarah.

Patung Bunda Maria pun didirikan di sana. Tempat ini kemudian diberi nama Gua Maria Tritis. Dikutip dari buku Wisata Ziarah, Gagas Ulung (2013: 13), nama Tritis diambil dari suara air yang menetes dari stalagtit di dalam gua. Dalam bahasa Jawa, suara ini disebut tretesing banyu.

Sampai sekarang, Gua Maria Tritis masih sering dikunjungi umat Katolik yang ingin berdoa atau menenangkan diri. Suasananya sejuk dan damai, cocok buat cari ketenangan batin.

Adapun beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini adalah sebagai berikut.

1. Mengambil Air Berkat

Di dalam gua ada kolam kecil yang menampung tetesan air dari langit-langit gua. Banyak peziarah menyebutnya sebagai air berkat. Biasanya diambil setelah berdoa. Air ini dipercaya sebagai simbol berkat dari Tuhan dan diambil dengan penuh rasa syukur.

2. Melakukan devosi

Gua ini alami, lengkap dengan stalaktit dan stalagmit yang memperkuat suasana sakralnya. Banyak yang datang untuk devosi pada Bunda Maria. Doa Rosario pun sering dilantunkan di sini, sambil menyampaikan harapan dan permohonan pribadi.

3. Melakukan Jalan Salib

Ada juga jalur Jalan Salib di sekitar gua. Lengkap dengan 14 pemberhentian. Suasana hening di gua bikin momen Jalan Salib terasa lebih khusyuk.

Panduan Kunjungan ke Gua Maria Tritis Gunungkidul

Gua Maria Tritis Gunung Kidul. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Vincent Foret

Gua Maria Tritis Gunung Kidul berada di Jl. Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Jalan menuju ke sana sudah bagus. Mobil dan motor bisa masuk sampai area parkir tanpa masalah.

Kalau berangkat dari Wonosari, rutenya cukup mudah. Berikut urutan rutenya:

  1. Arahkan kendaraan ke Jl. Ki Ageng Giring

  2. Lanjut ke Jl. Raya Wonosari–Paliyan

  3. Dari situ, belok ke Jl. Giring–Singkil

  4. Ambil arah ke Jl. Sodo–Giring

  5. Lewat Jl. Pantai Selatan Jawa atau biasa disebut Saptosari–Planjan.

  6. Ikuti saja jalan sampai tiba di daerah Gunung Dowo. Waktu tempuh dari Wonosari ke sana sekitar 30 menit. Jaraknya kurang lebih 17 kilometer.

  7. Setelah sampai di Gunung Dowo, tinggal cari arah menuju Jl. Gua Maria Tritis

Dari area parkir, pengunjung harus jalan kaki sekitar 700 meter untuk sampai ke mulut gua. Jalurnya cukup aman dan tidak terlalu curam, tapi tetap disarankan pakai alas kaki yang nyaman.

Baca juga: Gua Maria Kerep Ambarawa: Destinasi Religi dengan Keindahan Alami

Gua Tritis Gunung Kidul buka setiap hari selama 24 jam. Tidak ada tiket masuk, jadi siapa pun bebas datang untuk berdoa, ziarah, atau sekadar mencari ketenangan. (CR)