Konten dari Pengguna

Harga Tiket Masuk Gembira Loka Zoo serta Cara Beli dan Jam Bukanya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kebnun Binatang Gembira Loka Zoo. Foto: Unsplash/Valenina Qatrunada
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kebnun Binatang Gembira Loka Zoo. Foto: Unsplash/Valenina Qatrunada

Gembira Loka Zoo merupakan salah satu kebun binatang yang ada di Yogyakarta. Untuk bisa berwisata ke tempat ini, Anda harus membeli tiket masuk Gembira Loka terlebih dahulu.

Setelah mengantongi tiket, barulah Anda boleh masuk kebun binatang dan wahana yang tersedia. Selain itu, Anda juga bisa mengamati dan bahkan berinteraksi berbagai koleksi satwa yang ada di sini.

Oleh karena itu, jangan ragu mengajak keluarga untuk liburan ke kebun binatang ini. Selain karena satwanya yang banyak beragam, harga tiket masuknya juga cukup terjangkau.

Daftar isi

Harga Tiket Masuk Gembira Loka

Ilustrasi Kebnun Binatang Gembira Loka Zoo. Foto: Unsplash/Valenina Qatrunada

Dikutip dari Instagram @gembiraloka.zoo, harga tiket masuk kebun binatang ini dibanderol berbeda pada saat weekday (Senin-Jumat) dan weekend (Sabtu-Minggu). Berikut rinciannya:

  • Weekday: Rp 60.000 per orang

  • Weekend: Rp 75.000 per orang

Harga tiket tersebut sudah termasuk wahana naik kereta, kapal katamaran, dan edukasi satwa. Khusus untuk anak dengan tinggi di bawah 80 cm, tidak perlu membeli tiket masuk alias bisa berkunjung secara gratis.

Baca Juga: 2 Stasiun Terdekat dari Gembira Loka Zoo di Yogyakarta

Cara Beli Tiket Gembira Loka

Ilustrasi kebun binatang. Foto: Shutterstock

Pembelian tiket masuk Gembira Loka Zoo bisa dilakukan secara offline maupun online. Untuk pembelian secara offline, bisa dilakukan di loket yang tersedia di lokasi kebun binatang ini.

Sedangkan untuk pembelian secara online, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Akses laman https://gembiralokazoo.com/pada gawai Anda.

  2. Pilih menu Tiket yang terletak di pojok kanan atas.

  3. Pilih tanggal kunjungan Anda.

  4. Halaman akan menampilkan informasi terkait syarat dan kondisi yang harus dipatuhi wisatawan.

  5. Baca informasi tersebut dengan saksama lalu klik tombol Add/Tambah untuk menentukan jumlah tiket yang ingin dibeli.

  6. Setelah itu, klik tombol Buy Tickets/Beli Tiket dan selesaikan proses pembayaran.

  7. Tiket ini bisa Anda tunjukkan kepada petugas di pintu setelah sampai di Gembira Loka Zoo.

Lokasi dan Jam Buka Gembira Loka

Ilustrasi kebun binatang. Foto: Shutterstock

Merujuk pada informasi di laman resmi Gembira Loka Zoo, lokasi kebun binatang ini terletak di Jalan Kebun Raya Nomor 2, Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kebun binatang ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB. Namun, akses pintu yang terbuka pada saat weekday dan weekend berbeda.

Pada saat weekend, jalur masuk yang terbuka adalah Pintu A di Jl. Kebun Raya. Sedangkan saat weekend, jalur masuknya bisa dari Pintu A dan Pintu B di Jl. Veteran.

Daya Tarik Gembira Loka Zoo

Ilustrasi Daya Tarik Gembira Loka Zoo. Foto: Unsplash/Valenina Qatrunada

Sebagai kebun binatang, daya tarik yang ditawarkan oleh Gembira Loka Zoo adalah aneka satwa yang bisa dilihat secara langsung. Terdapat enam zona yang bisa dijelajahi, yaitu sebagai berikut:

1. Zona Burung

Zona Burung berisikan berbagai macam jenis burung endemik Indonesia maupun mancanegara. Jadwal interaksi dengan hewan di zona ini adalah sebagai berikut:

  • Senin - Jumat: 09.30 - 15.45 WIB

  • Sabtu, Minggu: 08.00 - 16.45 WIB

  • Libur Nasional: 09.30 - 16.45 WIB

2. Zona Cakar

Di zona ini, terdapat mamalia karnivora seperti Harimau Sumatera, Macan Tutul Jawa, Beruang Madu, Kucing Bakau dan masih banyak lagi. Siapkan keberanian Anda untuk melihat mereka lebih dekat. Jadwal interaksinya sesuai dengan jam operasional kebun binatang.

3. Zona Mamalia

Ciri khas dari hewan di zona ini adalah berkembang biak melalui proses beranak. Habitat Mamalia sangat beragam, ada yang hidup di atas tanah, pepohonan, bahkan ada yang bisa terbang. Anda bisa berinteraksi dengan mereka sesuai dengan jam operasional kebun binatang.

4. Zona Petting Zoo

Kenali satwa di Zona Petting Zoo dengan memberi pakan berbagai jenis unggas, kuda poni, rusa tutul, domba, keledai, dan berbagai satwa lainnya. Selain itu, dapatkan pengalaman menarik dengan menunggangi keledai dan mengabadikannya menggunakan foto cetak langsung jadi.

Jadwal interaksi di zona ini adalah sebagai berikut:

  • Senin - Jumat: 09.00 - 15.45 WIB

  • Sabtu, Minggu, Libur Nasional: 08.30 - 15.45 WIB

5. Zona Primata

Satwa primata seperti Siamang, Tonkean, Monyet Tupai, Marmoset, Owa, Lutung Jawa bisa Anda lihat di zona ini. Tenang saja, mereka tidak akan menyerang wisatawan sebab ada kaca pemisah yang aman. Jadwal interaksi di zona sesuai dengan jam operasional kebun binatang.

6. Zona Reptil

Reptil merupakan hewan berdarah dingin yang hanya dapat bertahan hidup di kawasan dengan suhu hangat. Kulit reptil berupa sisik yang tidak dapat tumbuh. Artinya, apabila tubuhnya bertambah besar, maka lapisan kulit tersebut akan terkelupas dan diganti lapisan kulit baru.

Anda bisa melihat reptil secara langsung di zona ini. Jadwal interaksinya sesuai dengan jam operasional kebun binatang.

Selain melihat satwa, wisatawan juga bisa melihat presentasi edukasi mamalia serta aves untuk lebih mengenal jenis satwa yang ada. Tidak hanya itu, tersedia Gerai Zoovenir yang bisa dikunjungi untuk belanja aneka cenderamata dari Gembira Loka Zoo.

Koleksi Satwa Gembira Loka

Ilustrasi Koleksi Satwa Gembira Loka. Foto: Shutterstock

Dikutip dari laman resminya, berikut ini daftar koleksi satwa di Gembira Loka Zoo berdasarkan enam zona yang telah disebutkan sebelumnya.

1. Zona Burung

  • Kakatua Amazon

  • Penguin Jackass

  • Elang Bondol

  • Nuri Abu-abu Afrika

  • Beluk Ketupa

  • Elang Ular Bido

  • Kakatua Maluku

  • Undan Kacamata

  • Makau Merah-hijau

  • Kasuari Gelambir Dua

  • Itik Benjut

  • Merak Hijau

  • Belibis Polos

  • Angsa Hitam

  • Elang Brontok

  • Kakatua Raja

  • Mambruk Viktoria

  • Nuri Dusky

  • Nuri Raja Ambon

  • Perkici Pelangi

  • Kacamata Fisher

  • Nuri Kepala Hitam

  • Mandar Besar

  • Trulek Topeng

  • Parkit Matahari

  • Nuri Tanimbar

  • Nuri Hitam

  • Nuri Maluku

  • Jagal Papua

  • Julang Emas

  • Beluk Jempuk

  • Elang-laut Perut-putih

  • Flamingo Kecil

  • Jalak Putih

  • Kakatua Tanimbar

  • Delimukan Zamrud

  • Kecembang Gadung

2. Zona Cakar

  • Harimau Sumatera

  • Macan Dahan Sunda

  • Beruang Madu

  • Macan Tutul Jawa

  • Kucing Bakau

  • Otter Sero Ambrang

  • Singa Afrika

  • Serval

3. Zona Mamalia

  • Gajah Sumatera

  • Tapir Brazil

  • Ankole Watusi

  • Kuda Nil

  • Binturong

  • Coatimundi

  • Meerkat

  • Kapibara

4. Zona Petting Zoo

  • Keledai

  • Kuda Poni

  • Kambing Ceko

  • Kalkun

  • Alpaka

5. Zona Primata

  • Simpanse

  • Orangutan Kalimantan

  • Common Squirrel Monkey

  • Common Marmoset

  • Monyet Tonkean

  • Owa Jawa

  • Marmoset Rumbai Hitam

  • Lutung Jawa

  • Siamang

  • Owa Janggut Putih Kalimantan

6. Zona Reptil

  • Kura-Kura Aldabra

  • Python Burma

  • Viper Blue Insularis

  • Iguana

  • Buaya Muara

  • Kadal Lidah Biru

Sejarah Gembira Loka

instagram embed

Dikutip dari laman resmi Gembira Loka Zoo, ide awal pembangunan kebun binatang ini berasal dari keinginan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII pada 1933.

Beliau menginginkan sebuah tempat hiburan yang akhirnya direalisasikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan bantuan Ir. Karsten, seorang arsitek berkebangsaan Belanda.

Ir. Karsten kemudian memilih lokasi di sebelah barat sungai Winongo untuk membangun taman hiburan yang disebut Kebun Rojo. Namun, akibat dampak Perang Dunia II dan juga pendudukan Jepang, pembangunan Kebun Rojo terhenti.

Pada saat proses pemindahan ibu kota negara dari Yogyakarta ke Jakarta di tahun 1949, tercetus lagi sebuah ide dari Januismadi dan Hadi, SH. Mereka ingin membuat tempat hiburan untuk memberikan kenang-kenangan kepada masyarakat Yogyakarta.

Sayangnya, ide tersebut baru direalisasikan pada 1953 dengan berdirinya Yayasan Gembira Loka Yogyakarta. Ketuanya adalah Sri Paduka KGPAA Paku Alam VIII.

Selang beberapa tahun kemudian, tepatnya 1959, KGPAA Paku Alam VIII menunjuk Tirtowinoto untuk mengembangkan pembangunan Gembira Loka. Tirtowinoto dipilih karena dinilai memiliki kecintaan terhadap alam dan minat yang besar terhadap perkembangan Gembira Loka.

Ternyata sumbangsih Tirtowinoto dalam hal pemikiran maupun material terbukti mampu membawa kemajuan yang pesat bagi Gembira Loka. Puncaknya di tahun 1978, ketika koleksi satwa yang dimiliki semakin lengkap, sehingga pengunjung Gembira Loka semakin meningkat.

Baca Juga: Wisata Alam Kalibiru Jogja: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Informasi Lainnya

(PRI & DEL)