Huta Siallagan, Desa Adat yang Kaya akan Budaya di Pulau Samosir

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Huta Siallagan merupakan desa adat yang memberikan pengalaman bagi para wisatawan tentang budaya yang berkembang di sana. Wisata ini menjadi wisata favorit bagi para wisatawan kultural.
Dikutip dari buku Pariwisata Budaya: Potensi Pariwisata Budaya di Negeri Seribu Megalit, Dr. Suparman, S.E, M.Si, Dr. Muzakir, S.E, M.Si., desa adat adalah suatu desa yang memiliki komunitas adat yang hidup bersama dengan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Desa ini memiliki sejarah yang panjang dan keberadaannya telah ada sebelum Indonesia merdeka.
Keunikan Desa Adat Huta Siallagan
Huta Siallagan merupakan desa adat yang ada di Pulau Samosir yang menyajikan keaslian bangunan-bangunan adat dan juga pagelaran budaya batak. Menurut pemandu wisata di desa ini, Huta memiliki arti desa atau kampung, sementara Siallagan adalah nama marga dari raja pendiri desa tersebut.
Keunikan dari desa ini terlihat dari rumah adatnya yang terdiri dari tiga jenis, yaitu Rumah Bolon, Rumah Siamporik, dan Rumah Sibola Tali. Rumah Bolon memiliki bentuk yang lebih besar dengan tangga dari dalam dan dihuni oleh raja dan anaknya.
Rumah Siamporik memiliki bentuk lebih kecil, tangganya di luar dan dihuni oleh keluarga yang diundang tinggal di Huta. Sedangkan untuk Rumah Sibola Tali memiliki bentuk lebih langsing dan kecil, tempatnya dihuni oleh kerabat raja (anak laki-laki). Perbedaannya dengan Rumah Bolon adalah anak sulung laki-laki yang berhak tinggal dan memilikinya.
Selain itu, terdapat ciri khas dari bangunan yang terkenal di Huta ini, yaitu adanya batu kursi atau batu persidangan dan batu perhapuran yang dikelilingi oleh tembok batu setinggi 1,5 meter. Batu ini merupakan tempat raja Siallagan zaman dahulu mengadili penjahat.
Di samping kursi persidangan, tumbuh pohon yang disebut sebagai pohon kebenaran yang merupakan Pohon Hariara. Semua keputusan pengadilan yang diambil oleh raja akan disampaikan atau disumpahkan ke pohon ini.
Selain melihat tempat-tempat bersejarah di desa ini, wisatawan juga akan disuguhkan dengan tarian adat batak yang memukau. Wisatawan juga akan diajak untuk menari yang nantinya akan diajari oleh pemandu wisata untuk melakukan tarian.
Huta Siallagan berlokasi di Jl. Lkr. Tuktuk, Desa Siallagan, Pindaraya, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara 22395. Dikutip dari instagram @hutasiallagan, wisata ini buka setiap hari pukul 08.00 - 18.00 WIB.
Baca juga: Waduk Klambu Grobogan: Lokasi, Jam Buka, dan Daya Tariknya
Demikian informasi tentang Huta Siallagan di Pulau Samosir yang kaya akan budaya dan tempat bersejarahnya. Semoga bermanfaat! (LMI)
