Konten dari Pengguna

Jalur One Way: Jenis Rekayasa Lalu Lintas Populer saat Musim Liburan

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jalur One Way adalah. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Aleksandr Popov
zoom-in-whitePerbesar
Jalur One Way adalah. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Aleksandr Popov

Potensi terjadinya kepadatan lalu lintas saat musim liburan membuat Polisi Lalu Lintas (Polantas) dan Dinas Perhubungan (Dishub) kerap memberlakukan one way. Jalur one way adalah jenis rekayasa lalu lintas yang membuat jalan menjadi satu arah.

Penerapan one way di setiap daerah memungkinkan untuk mengalami perbedaan karena menyesuaikan dengan ketersediaan jalur serta kondisi geografis. Selain one way, Polantas dan Dishub juga kerap melakukan rekayasa lain agar lalu lintas tetap lancar.

Jalur One Way adalah Rekayasa Lalu Lintas

Jalur One Way adalah. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Minku Kang

One way merupakan rekayasa lalu lintas yang sering muncul saat musim liburan, baik Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut biasanya berlangsung di jalur yang pada hari-hari biasa memiliki dua arah berlawanan.

Kenyataan menunjukkan bahwa jalur one way adalah pengondisian lalu lintas dengan cara membuat jalur menjadi satu arah saja. Penerapan rekayasa lalu lintas seperti itu dapat terjadi dalam dua versi, antara lain:

  1. Menghentikan jalur masuk (dari arah berlawanan) selama sementara atau beberapa waktu.

  2. Mengalihkan kendaraan dari arah berlawanan untuk menuju jalan lain atau jalur alternatif.

Ragam Rekayasa Lalu Lintas Populer saat Musim Liburan

Jalur One Way adalah. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Foto: dok. Unsplash/Saketh

Rekayasa lalu lintas secara umum mempunyai tujuan untuk mengurai atau meminimalkan terjadinya penumpukan kendaraan (kemacetan). Selain one way, masih ada dua jenis rekayasa lalu lintas populer saat musim liburan. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Contraflow

Contraflow dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai arus berlawanan. Arti tersebut selaras dengan kebijakan contraflow di jalan, baik jalan raya biasa maupun jalan tol.

Dikutip dari buku Jalan Tol (Perencanaan dan Pengoperasian), Rustam, dkk. (2023: 69), dalam sistem contraflow, jalur jalan tol biasanya digunakan untuk arah tertentu diubah menjadi jalur yang berlawanan arah sehingga kendaraan dapat bergerak melawan arus lalu lintas yang biasanya berlaku.

2. Buka Tutup

Buka tutup merupakan rekayasa lalu lintas yang serupa dengan one way. Rekayasa lalu lintas tersebut menutup arah berlawanan agar kendaraan dapat berjalan satu arah.

Ciri khas dari buka tutup adalah berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni hitungan jam. Salah satu contoh adalah penerapan sistem buka tutup di jalur Puncak Bogor.

Jalur akan dibuka pada jam tertentu agar kendaraan dari arah bawah dapat naik ke puncak. Kemudian, jalur dari bawah akan ditutup pada jam tertentu agar kendaraan dari arah puncak dapat turun.

Baca juga: Daftar Rest Area Tol Palembang-Lampung untuk Istirahat Saat Mudik

Kesimpulannya, jalur one way adalah rekayasa lalu lintas yang membuat jalur menjadi satu arah. Selain one way, ada pula pemberlakuan contraflow dan buka tutup untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat musim liburan. (AA)