Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan Kondisi Treknya, Pendaki Perlu Tahu

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gunung Papandayan yang berlokasi di Kabupaten Garut ini semakin populer menjadi destinasi hiking para pendaki pemula. Sebab, jalur pendakian Gunung Papandayan ini masih terbilang ringan dan aman.
Ditambah pemandangan yang ditawarkannya sangat memukau. Bahkan ada banyak objek menarik yang bisa dijajal. Mulai dari danau kawah hingga perkebunan edelweis. Tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penyuka petualang.
Mengenali Jalur Pendakian Gunung Papandayan dan 10 Posnya
Untuk menuju puncak pendakian Gunung Papandayan, sebetulnya ada dua jalur yang bisa didaki, yakni melalui jalur Pangalengan dan Cisurupan.
Dari kedua jalur tersebut, via Cisurupan merupakan paling umum dipilih. Sebab, dinilai lebih aman untuk didaki. Setidaknya pendakian ini terdiri dari 10 pos, yang mana penjelasannya bisa disimak di bawah ini.
1. Pos 1: Gerbang Utama
Pos 1 merupakan titik gerbang utama pendakian Gunung Papandayan. Lokasinya berada di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebelum memasuki kawasan gunung, pendaki perlu membayar tarif tiket masuk yang berlaku.
Mengutip Instagramnya @twa.gunungpapandayan, tarif terbaru adalah sebesar Rp30.000-Rp40.000 per orang untuk wisatawan nusantara.
2. Pos 2: Parkiran
Pos 2 adalah area parkiran, di mana para pendaki yang membawa kendaraan bisa menyimpannya di area ini.
3. Pos 3: Pos Keamanan
Pos 3 atau dikenal juga pos keamanan, di pos ini para pendaki harus melapor ke petugas terkait tujuan pendakiannya, apakah sekadar hiking atau ingin kemping.
4. Pos 4: Awal Pendakian
Pos 4 adalah awal perjalanan pendakian ke Gunung Papandayan. Kondisi jalur pendakiannya ini masih beraspal dan cenderung landai.
5. Pos 5: Kawah
Setelah melewati jalan beraspal, para pendaki akan tiba di kawah atau dihitung juga sebagai pos 5 dalam jalur pendakian Papandayan.
Di sini, kondisi jalurnya berupa jalan setapak yang berbatu dengan permukaan yang tidak terlalu curam.
6. Pos 6: Bale
Saat melanjutkan perjalanan dari Pos 5, pendaki juga bisa melihat bale-bale yang merupakan penanda Pos 6. Bangunan bale ini dapat digunakan untuk istirahat sejenak atau menikmati pemandangan pusat kawah.
7. Pos 7: Persimpangan
Dari pos 6 kondisi treknya masih jalan berbatu. Pendaki akan sampai di persimpangan jalur yang mengarah ke Hutan Mati dan Ghober Hoet. Persimpangan ini dikenal juga sebagai Pos 7.
8. Pos 8: Ghober Hoet
Dari persimpangan jalur, pendaki bisa ambil arah ke kanan melewati Ghober Hoet, atau pos 8. Area ini dikenal sebagai alternatif lain untuk berkemah di Gunung Papandayan.
Pendakian ke arah kanan ini akan menuruni lembah dan menyeberangi sungai kecil. Di sisi kanan kiri jalurnya akan terlihat semak belukar dan tanaman cantigi. Saat naik, kondisi jalanan berubah menjadi trek tanah, yang jika hujan akan terasa licin.
9. Pos 9: Hutan Mati
Dari persimpangan bisa ambil jalur kiri menuju Hutan Mati atau dikenal juga Pos 9. Jalur Pendakian ke hutan ini cukup menanjak. Trek ini biasa dipilih untuk para pendaki yang tektok atau hiking sehari.
10. Pos 10: Pondok Saladah
Dari jalur Hutan Mati atau Ghober Hoet, pendaki bisa menempuh perjalanan ke Pos 10 yang dikenal juga Pondok Saladah. Untuk berada di pondok ini, perlu melakukan pendakian jalan setapak yang landai.
Baca juga: Mendaki Gunung Rinjani Berapa Lama? Ini Jawabannya
Secara keseluruhan, jalur pendakian Gunung Papandayan memiliki estimasi waktu 4-6 jam. Dengan demikian, pastikan sudah mempersiapkan diri, baik secara fisik dan mental. (INE)
