Konten dari Pengguna

Kampung Batik Kauman Solo: Lokasi, Daya Tarik, Jam Buka, dan Cara Mengunjunginya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kampung Batik Kauman Solo, foto: Unsplash/Camille Bismonte
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kampung Batik Kauman Solo, foto: Unsplash/Camille Bismonte

Terkenal dengan nama “Kota Batik”, Solo merupakan daerah pusatnya pengrajin dan penghasil batik dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Seperti Kampung Batik Kauman Solo yang menyajikan seni batik dan kampung yang estetik serta artistik.

Mengutip dari laman https://bob.kemenparekraf.go.id, Kauman awalnya merupakan pemukiman para abdi dalem Keraton Kasunan Surakarta yang tetap menjaga tradisi melalui membatik. Tak heran jika datang ke sinii, pengunjung akan menemukan produksi berbagai batik.

Pesona Kampung Batik Kauman Solo

Ilustrasi Kampung Batik Kauman Solo, foto: Unsplash/Mahmur Marganti

Selain letaknya yang berada di tengah kota, Kampung Batik Kauman Solo menawarkan keindahan dan keunikan yang tidak akan pengunjung temukan di tempat lain. Pengunjung akan merasakan suasana sejarah dengan tetap berinteraksi dengan realita saat ini, karena di sini tradisi dan modernitas dipadukan dengan selaras.

1. Blusukan Menyusuri Kampung dan Hunting Foto

Kombinasi antara gaya arsitektur khas Jawa dan Belanda pada bangunan-bangunannya, membuat kampung ini selalu memukau. Pengunjung akan merasakan setiap sudut secara detail cantiknya Kauman dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil.

Saat berjalan santai dan menikmati keindahan kampung yang terstruktur ini, wisatawan bisa sambil berburu foto untuk mengabadikan setiap tempat yang penuh seni ini. Pihak pengelola bahkan menyediakan spot foto menarik dan instagramable.

2. Belajar Membatik

Selama menyusuri tempat wisata ini, pengunjung akan menemui beberapa tempat jual dan rumah produksi batik. Jika tertarik, pengunjung bisa belajar membatik yang dengan mendapat arahan langsung dari warga setempat dan dikenai biaya yang masih terjangkau.

3. Wisata Kuliner

Setelah puas berkeliling, pengunjung bisa beristirahat dan bersantai dengan mencicipi berbagai kuliner yang ada di kampung batik ini.

Berdasarkan informasi dari kampungbatikkauman.wixsite.com, ada bermacam kuliner tradisional dan modern, dari masakan dan jajanan tradisional khas Jawa hingga berbagai kafe kekinian.

4. Berburu Buah Tangan

Akan ada yang kurang rasanya saat bermain ke Kauman tanpa membawa buah tangan. Selain berlibur, belajar dan berjelajah di sini, pengunjung bisa membeli batik, kerajinan tangan atau barang hiasan lain untuk oleh-oleh orang di rumah.

Lokasi dan Jam Operasional Kampung Wisata Batik Kauman

Ilustrasi Kampung Batik Kauman Solo, foto: Unsplash/Mahmur Marganti

Terletak di tengah keramaian kota, kampung wisata ini dikelilingi oleh berbagai jalan dan tempat lain, eperti Jalan rajiman, Jalan Nonongan, Jalan Slamet Riyadi, Pasar Klewer, Bateng dan Gladak.

  • Lokasi: Jalan Wijaya Kusuma, Desa Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta.

  • Jam operasional: Setiap hari, 08.00 - 18.00 WIB.

Cara mengunjungi Kampung Batik Kauman

Ilustrasi Kampung Batik Kauman Solo, foto: Unsplash/Ed Us

Harga tiket masuk Kampung Batik Kauman masih sangat terjangkau, yakni hanya Rp 5.000 per orang.Berada di lokasi yang strategis, membuat Kampung Batik Kauman mudah ditemukan.

Selain itu, akses jalannya juga sudah bagus, wisatawan bisa berkunjung dengan menggunakan kendaraan pribadi atau umum seperti Bus Batik Solo Trans (BST) menuju kampung ini.

  • Kendaraan Pribadi Jika memakai kendaraan pribadi, pengunjung bisa berjalan ke arah Timur menuju Jalan Slamet Riyadi dan lurus melewati perempatan Nonongan. Setelah 200 meter, di kanan jalan, pengunjung sudah bisa menemukan gapura yang bertuliskan “Kauman Kampung Wisata Batik” yang menjadi gerbang masuk utama.

  • Kereta Jika menggunakan kereta, pengunjung bisa turun di Stasiun Purwosari. Lalu, menaiki Bus BST koridor 3 dan turun di halte Nonongan. Dari halte Nonongan, pengunjung bisa jalan kaki sekitar 140 meter ke arah Timur untuk sampai di gerbang utama Kampung Batik Kauman.

Itu dia penjelasan mengenai Kampung Batik Kauman Solo. Kampung ini menjadi destinasi yang tidak hanya memberi ruang untuk eksplor keindahan, tetapi memberi pengetahuan akan warisan tradisi dan budaya terutama tentang batik. (fat)

Baca juga: 5 Tempat Nongkrong Malam di Solo yang Cozy dan Asyik