Konten dari Pengguna

Kampung Naga Tasikmalaya, Desa Wisata Tradisional yang Menarik Didatangi

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kampung Naga Tasikmalaya. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Ginevra Austine
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Naga Tasikmalaya. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Ginevra Austine

Salah satu kampung adat di Jawa Barat yang memiliki pesona menarik adalah Kampung Naga. Kampung ini masih memelihara tradisi dan budaya tradisional. Tempatnya sejuk dan pas untuk dijadikan wisata edukasi dan alam.

Konon nama Naga pada kampung berasal dari kondisi lokasi daerah itu sendiri, yakni berada di lembah bukit. Orang Sunda menyebutnya “dina gawir”. Akan tetapi pelafalannya berubah jadi “na gawir”, di situlah kemunculan singkatan kata “naga” sebagai nama kampung tersebut.

Mengulik Pesona Kampung Naga Tasikmalaya

instagram embed

Jika menilik pada sejarah, Kampung Naga ini punya banyak versi, meski sebetulnya belum ada pernyataan pasti. Pak Arya, selaku kepala wilayah tersebut mengungkapkan bahwa arsip sejarah Kampung Naga hilang terbakar pascapemberontakan DI/TII sekitar tahun 1950-an. Itu sebabnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti sejarahnya.

Namun ada beberapa versi sejarah yang saat ini tersebar mulai dari dikaitkannya dengan Sunan Gunung Jati hingga Kerajaan Galunggung.

Terlepas dari hal tersebut, kampung ini menyimpan daya tarik yang menarik untuk diulik, berikut penjelasannya.

1. Suasana Kampung Naga

Kampung Naga terletak di lembah bukit di atas ketinggian 488 mdpl. Kampung ini menyuguhkan lanskap pedesaan dan suasana alam seperti terasering sawah, sungai, bukit, dan hutan.

Bangunan kawasan permukiman ini pun jadi pemandangan unik. Memiliki model seragam dan berdiri secara tradisional, yakni rumah panggung dari anyaman bambu dengan atap ijuk hitam pekat.

Selain rumah warga, di sini juga ada 3 bangunan penting, yakni masjid, Bumi Ageung (tempat sakral), dan Bale Patemon (tempat pertemuan).

2. Ciri Khas Kampung yang Tradisional

Yang paling menarik dari desa ini adalah gaya hidupnya yang masih tradisional. Hidup tanpa listrik, bertani dan menyimpan hasil panennya sendiri.

Di sisi lain warga kampung tersebut tetap hidup secara modern, yakni dengan mengenakan pakaian modern dan gawai. Akan tetapi, pengisian daya ponselnya dilakukan di luar kampung.

Kampung ini pun dikenal masih melestarikan budaya dan tradisi rutinan yang bisa dipelajari langsung oleh orang luar, di antaranya:

  • Upacara Menyepi

  • Upacara adat Hajat Sasih

  • Tarian Terbang Gembrung

Alamat dan Akses ke Kampung Naga Tasikmalaya

instagram embed

Mengutip Instagram @kampungnaga_tasikmalaya, Kampung Naga terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46471. Desa adat ini dapat diakses sekitar 33 kilometer dari Stasiun kereta Tasikmalaya.

Adapun rute yang ditempuh bisa diikuti adalah sebagai berikut.

  1. Dari stasiun ambil arah Jl. Cimulu untuk menuju ke Jl. Galunggung

  2. Ikuti Jl. Bantarsari

  3. Lalu belok kiri ke Jl. Raya Mangin

  4. Belok kanan ke Jl. Garut - Tasikmalaya

  5. Sebelum alun-alun Kota Singaparna belok ke Jl. Pancawarna

  6. Belok ke Jl. Sukahaji - Jl. Kalawagar

  7. Setelah Syffa Salon Belok kiri ke Jl. Raya Mangunreja

  8. Terakhir belok kanan menuju Gerbang Kampung Naga

Untuk berkunjung ke desa ini, tidak ada tiket masuk. Namun, pengunjung bisa pakai jasa pemandu agar bisa mengeksplorasi wilayahnya secara maksimal. Biasanya pengunjung membayar jasanya dengan harga Rp100.000-Rp150.000.

Baca juga: 4 Tempat Wisata Alam di Tasikmalaya yang Lagi Hits 2025 untuk Quality Time

Demikian ulasan singkat Kampung Naga Tasikmalaya. Desa adat ini bisa dijadikan  destinasi eduwisata budaya desa Sunda. (INE)