Konten dari Pengguna

Kawah Candradimuka: Dari Legenda Gatotkaca ke Daya Tarik Wisata di Banjarnegara

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawah Candradimuka. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Rizknas
zoom-in-whitePerbesar
Kawah Candradimuka. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Rizknas

Pernah mendengar cerita tentang kawah yang digunakan untuk merendam Gatotkaca dalam serial pewayangan Jawa? Kawah itu adalah Kawah Candradimuka.

Kawah Candradimuka benar-benar ada di dunia nyata. Letaknya di Desa Wisata Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Kawah Candradimuka dan Legenda yang Menyelimutinya

Kawah Candradimuka. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Andri Hermawan

Menurut legenda yang dikisahkan di visit.banjarnegarakab.go.id, kawah ini menjadi tempat untuk memotong tali pusar Gatotkaca. Konon, sampai dengan usia satu tahun, tali pusar Gatotkaca tidak mau lepas.

Setelah mengalami banyak kesulitan dan kegagalan, Arjuna akhirnya mendapatkan petunjuk tentang cara melepas tali pusar keponakannya itu. Caranya adalah dengan menceburkan Gatotkaca ke dalam Kawah Candradimuka.

Proses ini membuat Gatotkaca berubah menjadi sakti mandraguna dan menjadi salah satu tokoh pewayangan yang paling diagungkan hingga saat ini.

Ada pula versi legenda yang lain. Diceritakan bahwa Gatotkaca lahir dalam wujud raksasa. Batara Guru kemudian membawa bayi Gatotkaca ke Kawah Candradimuka yang sangat panas. Tubuh Gatotkaca dicelupkan ke dalam kawah tersebut untuk menghilangkan sisi jahat yang ada di dirinya, yaitu sifat raksasa.

Keindahan dan Keunikan Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka. Foto hanyalah ilustrasi, bukan tempat yang sebenarnya. Sumber: Unsplash/Alejandro Leitón

Apakah cerita legenda itu benar, tidak ada yang bisa memastikan. Namun, yang pasti Kawah Candradimuka menjadi tujuan wisata sejak tahun 2001.

Di lokasi ini terdapat beberapa kawah, tetapi hanya tiga yang aktif. Warna kawah ini sering berubah, kadang terlihat biru, abu-abu, putih, atau seperti kopi susu.

Dari atas bukit, terlihat kawah yang selalu diselimuti awan tebal. Untuk mendekat ke bibir kawah, perlu turun melalui anak tangga dengan hati-hati.

Kawah-kawah ini bukan berasal dari gunung berapi, melainkan dari retakan tanah yang menghasilkan gas belerang. Gas belerang di sini cukup pekat tetapi relatif aman, meskipun baunya cukup menyengat.

Di sekitar kawah terdapat sumber mata air alami yang dipercaya memiliki khasiat awet muda, sehingga banyak pengunjung membasuh wajah di sini.

Pengunjung yang datang ke lokasi ini tidak dikenai biaya tiket. Namun, jalan menuju tempat ini berliku dan belum dilapisi aspal.

Baca juga: 7 Objek Wisata Banjarnegara dengan Pesona Alam yang Memanjakan Mata

Kawah Candradimuka di Banjarnegara masih minim fasilitas wisata. Tidak ada pos penjaga, kamar kecil, atau penjual makanan dan minuman di sekitar lokasi. Karena itu, diharapkan pengunjung bisa berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. (CR)