Klenteng Sanggar Agung Surabaya yang Memiliki Sejarah dan Budaya

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surabaya, kota yang memesona dengan sejarah dan keberagaman budayanya, menawarkan destinasi spiritual yang mengagumkan, salah satunya ialah Klenteng Sanggar Agung.
Dikenal juga sebagai Klenteng Hong San Tang, tempat ibadah ini tidak hanya memenuhi fungsi keagamaan, melainkan juga menampilkan perpaduan harmonis antara arsitektur tradisional dan keindahan alam tepi laut.
Seputar Klenteng Sanggar Agung Surabaya
Dikutip dari laman repository.unair.ac.id, di pesisir pantai timur Surabaya, tepatnya di JI. Sukolilo 100 atau JI. Kenjeran akhir Surabaya, terdapat satu klenteng yang memiliki arsitektur dengan nilai budaya setempat.
Berikut adalah informasi tentang Klenteng Sanggar Agung Surabaya yang memiliki daya tarik sejarah dan budaya.
1. Sejarah Klenteng Sanggar Agung
Diresmikan pada Tahun Baru Imlek 1999 sebagai persembahan untuk Nan Hai Guan Shi Yin Pu Sa atau Bodhisatva Kwan Im Laut Selatan, klenteng ini menjadi bagian integral dari warisan budaya Surabaya dengan latar belakang sejarah yang kaya.
Didirikan oleh keluarga Soetiadji Yudho, Klenteng Sanggar Agung bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga simbol persatuan antara budaya Jawa, Bali, dan China.
2. Daya Tarik
Megahnya bangunan klenteng menonjolkan arsitektur yang menggabungkan harmoni budaya yang beragam. Berbeda dari klenteng tradisional, Sanggar Agung menyatukan elemen seni dari budaya Jawa, Bali, dan China dalam desainnya yang unik, menjadikannya objek wisata menarik.
Daya tarik utamanya adalah patung Dewi Kwan Im setinggi 18 meter yang tegak berdiri di tepi laut. Patung ini bukan hanya simbol keanggunan dan kebijaksanaan, tetapi juga menciptakan atmosfer spiritual yang tenang.
Dikelilingi oleh dua penjaga, Shan Nan dan Tong Nu, serta empat Maharaja Langit Pelindung, patung ini menjadi pusat perhatian dan subjek fotografi yang memukau.
Salah satu momen paling memesona di Klenteng Sanggar Agung terjadi saat matahari terbenam. Spot terbaik untuk menikmati keindahan ini adalah di depan Gerbang Langit.
Cahaya matahari yang merayap masuk melalui gerbang menciptakan pemandangan yang tak terlupakan, terutama saat Jembatan Suramadu bersinar di kejauhan. Warna oranye matahari terbenam menciptakan atmosfer romantis yang memukau.
Itulah sedikit informasi tentang Klenteng Sanggar Agung Surabaya yang memiliki daya tarik sejarah dan budaya.
Baca juga: 6 Klenteng di Surabaya yang Bisa Kamu Kunjungi
