Lokasi Kawah Chicxulub di Meksiko: Kawah Raksasa yang Mengubah Sejarah Bumi

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebuah asteroid raksasa pernah menghantam Bumi dan menimbulkan kekacauan luar biasa. Ukurannya diperkirakan sebesar gunung, kecepatannya jauh melampaui kecepatan peluru. Lokasi kawah Chicxulub menyimpan jejak peristiwa dahsyat yang terjadi jutaan tahun lalu tersebut.
Begitu menghantam, tumbukan itu menciptakan gelombang kejut, kebakaran besar-besaran, dan debu pekat yang menutupi langit selama berbulan-bulan. Bumi butuh jutaan tahun untuk pulih dari luka sebesar itu. Semua itu berawal dari satu titik tumbukan.
Lokasi Kawah Chicxulub di Meksiko dan Faktanya
Dikutip dari newscientist.com, lokasi kawah Chicxulub berada di tepi Semenanjung Yucatán, Meksiko. Kawah ini terbentuk akibat tumbukan asteroid raksasa sekitar 66 juta tahun yang lalu.
Asteroid tersebut diperkirakan berdiameter antara 10 hingga 15 kilometer—besarnya setara dengan sebuah kota. Tabrakannya begitu dahsyat, meninggalkan cekungan selebar lebih dari 150 kilometer dan mengangkat bebatuan dari dalam kerak Bumi hingga setinggi 25 kilometer.
Benturan ini datang dari sudut sekitar 60 derajat dengan kecepatan 20 kilometer per detik. Sudut ini disebut-sebut sebagai posisi paling tepat untuk menciptakan kehancuran maksimal.
Uap batuan dan gas belerang menyebar ke atmosfer, membentuk kabut tebal yang menutupi matahari selama bertahun-tahun. Dunia mengalami musim dingin akibat tumbukan, yang diperkirakan berlangsung hingga 15 tahun lamanya.
Saat kejadian itu, Bumi masih dikuasai oleh dinosaurus yang telah hidup selama hampir 200 juta tahun. Tapi peristiwa ini mengubah segalanya. Banyak ilmuwan meyakini tumbukan Chicxulub adalah penyebab utama kepunahan dinosaurus, yang kemudian membuka jalan bagi evolusi burung modern.
Meski begitu, tidak semua ilmuwan sepakat. Ada yang berpendapat bahwa dinosaurus memang sudah menurun jumlahnya, dan asteroid hanya mempercepat kehancuran yang sudah dimulai.
Kawah ini sebenarnya ditemukan secara tak sengaja oleh tim eksplorasi minyak dari perusahaan negara Pemex pada 1960-an. Tapi hubungan antara kawah tersebut dan peristiwa kepunahan massal baru diungkap pada tahun 1990 oleh para peneliti. Nama Chicxulub diambil dari sebuah kota kecil di dekat titik pusat kawah tersebut.
Menariknya, pada tahun 2022, ditemukan juga kawah lain di lepas pantai Afrika Barat yang usianya hampir sama. Ukurannya sekitar 9 kilometer, dan para peneliti menduga bisa jadi itu adalah pecahan dari asteroid Chicxulub yang ikut menghantam Bumi dari arah berbeda.
Baca juga: Wisata Kawah Ijen, Destinasi Populer untuk Nikmati Keindahan Alam
Lokasi kawah Chicxulub memang tak terlihat dari permukaan, tapi dampaknya masih terasa sampai sekarang. Kawah ini jadi pengingat bahwa satu peristiwa alam bisa mengubah wajah Bumi selamanya. (CR)
