Masjid Gedhe Mataram Jogja: Lokasi, Rute dan Sejarahnya

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid Gedhe Mataram adalah salah satu masjid kuno di kota Jogja. Masjid ini dikenal dengan arsitekturnya yang berkonsep Jawa sehingga menarik para pengunjung dari luar kota. Masjid ini juga memiliki kaitan erat dengan Kerajaan Mataram Islam.
Meski sudah berusia ratusan tahun, namun bangunan masjid ini masih kokoh. Masjid ini bahkan bisa menampung hingga ribuan jamaah.
Lokasi Masjid Gedhe Mataram
Masjid ini berlokasi di komplek pemakaman besar Kotagede atau Pesaren Agung. Masjid dikelilingi dengan pagar setinggi 2,5 meter. Dikutip dari jogjacagar.jogjaprov.go.id, lokasi masjid ini berada di Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Jika pengunjung datang dari arah kota Jogja, maka tidak akan sulit menemukan keberadaan masjid ini. Jarak yang bisa ditempuh hanya 6,2 km atau sekitar 15 menit saja. Berikut adalah rutenya.
Ambil arah timur laut di Jl. Panembahan Senopati menuju Jl. Margo Mulyo
Sekitar 500 meter, belok kanan setelah Hotel Limaran 1
Selanjutnya belok kiri ke Jl. Kolonel Sugiyono
Kemudian terus ke Jl. Menteri Supeno sampai melewati Jl. Menteri Supeno Yogyakarta
Setelah 1,2 km belok kanan ke Jl. Pramuka
Selanjutnya belok kiri ke Jl. Tegal Gendu dan teruskan ke Jl. Mondorakan
Lurus sampai menemukan Jl. Masjid Mataram dan ambil gang belakang Masjid Besar
Sejarah Masjid Gedhe Mataram Jogja
Dikutip dari budaya.jogjaprov.go.id, masjid Masjid Gedhe Mataram menjadi saksi berkembangnya agama Islam di Pulau Jawa. Masjid ini bahkan menjadi salah satu masjid tertua di Yogyakarta.
Masjid ini dibangun pada tahun 1578 hingga 1582 di era Panembahan Senopati. Masjid ini dibangun oleh masyarakat yang saat itu memeluk agama Hindu dan Budha. Maka dari itu, corak Hindu dan Budha terlihat di arsitektur bangunan ini.
Sejarah dibangunnya masjid ini berawal dari Ki Ageng Pemanahan dan anaknya yang pindah ke Kotagede, tanah pemberian Kasultanan Pajang. Ki Ageng Pemanahan kemudian mendirikan masjid setelah mendapat saran dari Sunan Kalijaga.
Namun, ada juga sejarah yang menyebutkan jika masjid ini dibangun pada 27 Juni 1773 saat masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Saat pertama berdiri, masjid ini memiliki bentuk yang sederhana, namun kemudian pada tahun 1611 dibangun serambi dan juga halaman yang membuatnya lebih luas.
Baca juga: 7 Masjid Terbesar di Jogja untuk Wisata Religi
Bagi yang ingin beribadah sembari menyelami sejarah penyebaran Islam di Yogyakarta melalui arsitektur, maka bisa kunjungi Masjid Gedhe Mataram ini. (TIA)
