Konten dari Pengguna

Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin: Daya Tarik dan Sejarah Singkat

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masjid raya sabilal muhtadin banjarmasin. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Pexels/David McEachan
zoom-in-whitePerbesar
Masjid raya sabilal muhtadin banjarmasin. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Pexels/David McEachan

Masjid Rata Sabilal Muhtadin Banjarmasin adalah salah satu tempat ibadah yang tidak boleh dilewatkan jika sedang berkunjung ke kota terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan tersebut. Masjid Raya di Banjarmasin ini merupakan merupakan salah satu yang termegah, dengan sejarah yang cukup panjang.

Menurut direktori masjid resmi di Indonesia, duniamasjid.islamic-center.or.id, yang dikelola Jakarta Islamic Centre, masjid raya yang satu ini dulunya merupakan pusat penyiaran agama Islam di wilayah tersebut. Maka tidak heran masjid ini dikenal sebagai salah satu landmark Banjarmasin paling terkenal.

Sejarah Singkat Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Masjid raya sabilal muhtadin banjarmasin. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Pexels/Adnan Uddin

Menurut sejarahnya, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin dibangun pada tahun 1974 sebagai bentuk penghormatan terhadap Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary, salah satu ulama besar di Banjarmasin.

Proses pembangunan masjid raya ini memakan waktu kurang lebih tujuh tahun. Kemudian di tahun 1981, masjid ini resmi dibuka untuk khalayak umum.

Dulunya, masjid ini merupakan kawasan asrama tentara yang juga dikenal sebagai Benteng Tatas di zaman penjajahan Belanda. Sebelum dialihfungsikan lahan untuk tempat ibadah, area ini digunakan Belanda sebagai markas pertahanan karena lokasinya yang luas.

Meski demikian, dulunya wilayah ini bahkan tidak dilirik sebagai tempat strategis pertahanan karena pemerintahan Belanda lebih memilih membangun pertahanan di kawasan Sungai Barito yang dekat dengan kesultanan.

Baru pada tahun 1756 di bawah pimpinan Johan Andreas Para Vinci, lokasi ini dijadikan tempat membangun benteng di bawah administrasi pemerintah Inggris.

Yang membuat masjid ini cukup unik adalah arsitekturnya yang megah dengan corak Timur Tengah yang cukup kental. Di interiornya, pengunjung bisa mengagumi ukiran-ukiran kaligrafi yang terukir secara cantik di dinding, gerbang, pintu, serta lengkungan ceruk mimbarnya.

Motif khas Kalimantan Selatan pun bisa ditemukan sebagai bagian dari hiasan masjid, yaitu beragam corak tumbuhan yang membuat tampilan masjid terlihat lebih indah dengan kearifan lokal.

Selain itu, masjid ini juga memiliki tampilan luar yang unik dengan kubah besar yang terlihat pipih, menaungi bangunan besar berbentuk persegi dengan empat menara kecil dan satu menara utama.

Baca Juga: Masjid Raya An-nur Provinsi Riau, Masjid Bersejarah yang Bercorak Melayu

Demikian penjelasan singkat seputar sejarah mengenai Masjid Raya Sabilal Mustaqin Banjarmasin yang menarik untuk diketahui. Semoga penjelasan ini bermanafaat, terutama bagi mereka yang sedang merencanakan kepergian ke destinasi tersebut. (PNA)