Konten dari Pengguna

Menelusuri Sejarah dan Budaya Sunda di Museum Sri Baduga

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Museum Sri Baduga. Sumber: Pexels/Riccardo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Museum Sri Baduga. Sumber: Pexels/Riccardo

Museum Sri Baduga adalah museum sejarah dan budaya yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat. Museum ini didirikan pada tahun 1974.

Mengutip dari buku Museum dan Masyarakat: Studi Mengenai Peran Museum dalam Masyarakat karya Haryanto Atmowardoyo (2016:1), museum merupakan lembaga yang memiliki peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya.

Daya Tarik Museum Sri Baduga

Ilustrasi Museum Sri Baduga. Sumber: Pexels/vjapratama

Museum Sri Baduga merupakan salah satu tempat wisata budaya yang penting di Jawa Barat. Museum Sri Baduga memiliki koleksi sejarah dan budaya dari suku Sunda, yang meliputi benda-benda arkeologi, seni, dan tradisi.

Ketika mengunjungi Museum Sri Baduga, pengunjung akan disambut dengan pemandangan bangunan yang khas dari Jawa Barat. Museum ini dirancang dengan gaya arsitektur Sunda yang menarik, dengan bangunan utama yang menyerupai rumah adat Sunda.

Di dalam museum, pengunjung akan menemukan koleksi benda-benda sejarah yang berasal dari zaman prasejarah hingga masa kini.

Salah satu koleksi penting di Museum Sri Baduga adalah prasasti Batutulis, yang ditemukan di Cibadak, Sukabumi pada tahun 1836. Prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-5 Masehi dan merupakan prasasti tertua yang ditemukan di Jawa Barat.

Prasasti Batutulis memiliki tulisan menggunakan aksara Pallawa dan berisi tentang riwayat Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanagara.

Selain prasasti Batutulis, Museum Sri Baduga juga memiliki koleksi benda-benda arkeologi lainnya, seperti batu-batu bertulis dan patung-patung kuno. Pengunjung juga dapat menemukan koleksi seni Sunda, seperti wayang golek, tari tradisional, dan lukisan-lukisan khas Sunda.

Selain itu, Museum Sri Baduga juga memiliki ruang pameran tentang budaya Sunda, seperti pakaian adat, senjata tradisional, dan alat musik tradisional.

Pengunjung dapat mempelajari tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda dan bagaimana mereka melestarikan budaya dan tradisi mereka hingga saat ini.

Harga Tiket Masuk Museum Sri Baduga

Harga Tiket Masuk Museum Sri Baduga adalah Rp2.000 - Rp5.000. dengan jam operasional dari 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Museum Sri Baduga juga menjadi tempat untuk mengadakan acara-acara budaya dan seni, seperti pertunjukan wayang golek, tari tradisional, dan musik tradisional.

Acara-acara ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat luas dan memperkuat kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan warisan leluhur.

Secara keseluruhan, Museum Sri Baduga adalah tempat yang penting untuk menelusuri sejarah dan budaya Sunda.

Baca juga: Museum di Belanda Kirim Replika Tengkorak Fosil Homo Wajakensis ke Tulungagung

Demikian adalah sejarah dan budaya Sunda di Museum Sri Baduga. Yuk kunjungi Kumparan untuk informasi menarik lainnya!(ARR)