Konten dari Pengguna

Mengenal Corak Candi Dieng sebagai Komplek Candi Tertinggi di Indonesia

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Candi Dieng yang menjadi kompleks candi tertinggi d Indonesia. Foto: unsplash.com/pungkywar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Candi Dieng yang menjadi kompleks candi tertinggi d Indonesia. Foto: unsplash.com/pungkywar

Berbicara wisata daerah Dieng, pasti teringat dengan Telaga Warna, Kawah Sikidang, maupun Bukit Sikunir. Namun terdapat satu wisata edukasi yang menjadi kompleks candi tertinggi di Indonesia, yakni Candi Dieng. Banyak sekali pertanyaan tentang candi yang satu ini, salah satunya coraknya. Apa corak Candi Dieng yang terletak di Dataran Tinggi Dieng ini?

Mengenal Corak Candi Dieng sebagai Kompleks Candi Tertinggi di Indonesia

Candi Dieng merupakan kompleks candi tertua yang ada di Pulau Jawa. Candi ini dikenal dengan kompleks candi tertinggi di Indonesia. Sebab, bangunan Candi Dieng terletak di Dataran Tinggi Dieng yang berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Area komplek candi ini juga cukup luas, dengan panjang 1900 meter dan lebar 800 meter.

Dikutip dari buku Horizon IPS karya Drs. Sudjatmoko Adisukarjo dan Rini Ningsih, S.Pd. (2007:5), candi yang terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupeten Banjarnegara, Jawa Tengah merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram. Sehingga Candi Dieng bercorak Hindu. Hal ini dibuktikan bentuk yang ramping menjulang.

Kompleks Candi Dieng dibangun pada pertengahan abad ke-7 sampai akhir abad ke-8 Masehi. Kompleks tersebut merupakan bangunan menhir tertua yang di Jawa Tengah.

Candi yang ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh tentara Inggris yang berkunjung untuk melihat reruntuhan candi yang berada di tengah danau. Saat itu, daratan sekitar candi tergenang oleh air banjir dan membentuk danau kecil.

Pada tahun 1858, Isidore van Kinsbergen memimpin upaya mengeringkan danau untuk mengungkap secara utuh candi-candi tersebut. Pada tahun 1864 Pemerintah Hindia Belanda melanjutkan proyek rekonstruksi pada, dilanjutkan dengan studi lebih lanjut dan foto-foto yang diambil oleh Van Kinsbergen. Candi-candi tersebut diyakini dinamai sesuai dengan para pahlawan Mahabharata.

Ilustrasi relief Candi Dieng. Foto: unsplash.com/ryokavertikal

Sebagai kompleks candi, Candi Dieng terdiri dari 5 kelompok, yakni:

  • Candi kelompok utara yaitu Parkesit dan Dwarawati.

  • Candi kelompok tengah yaitu Arjuna, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, dan Semar. Kelompok candi ini disebut kelompok Candi Pandawa.

  • Candi kempok barat yaitu Setyaki, Antareja. Petrok, Gareng, dan Gatotkaca.

  • Candi kelompok timur yaitu Abiyasa dan Pandu.

  • Candi kelompok selatan yaitu Bima.

Itulah pembahasan singkat Candi Dieng yang menjadi kompleks candi tertinggi di Indonesia. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan tentang bangunan candi yang ada di Indonesia. (MZM)