Konten dari Pengguna

Mengenal Setu Babakan, Cagar Budaya di Srengseng, Jakarta Selatan

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cagar budaya di Srengseng. Sumber: unsplash.com/ Haddad Azfa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cagar budaya di Srengseng. Sumber: unsplash.com/ Haddad Azfa

Cagar budaya di Srengseng menjadi tempat yang unik sekaligus langka pada zaman sekarang. Pasalnya, tidak banyak daerah di Indonesia yang memiliki cagar budaya, seperti di Jakarta Selatan.

Masyarakat lebih akrab dengan istilah cagar alam. Namun, kini ternyata tempat untuk memelihara pun sudah ada dan diberi nama cagar budaya. Di dalamnya terdapat budaya lokal yang dilestarikan.

Nama Cagar Budaya di Srengseng dan Hal Menarik di Dalamnya

Ilustrasi cagar budaya di Srengseng. Sumber: unsplash.com/ Ishaq Robin

Nama cagar budaya di Srengseng adalah Setu Babakan. Alamatnya ada di Jl. RM. Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640 Telp: (021) 78893258.

Mengutip dari situs resminya, setubabakanbetawi.com, perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah salah satu tempat yang dikhususkan menjadi ruang reka cipta sebagai dapurnya Budaya Betawi. Di sana pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan Kebudayaan Betawi, baik fisik maupun non fisik.

Setu Babakan di Srengseng adalah sebuah perkampungan yang dibagi menjadi beberapa zona. Setiap zona berisi hal yang berbeda dan punya tema tersendiri.

Misalnya, di bagian pintu masuk dinamakan zona embrio yang isinya adalah bangunan dengan ornamen Betawi. Kemudian agak ke dalam akan ditemukan lagi zona A yang merupakan tempat kantor pengelola, rumah adat, museum, hingga panggung terbuka.

Baca juga: Daya Tarik Taman Sambas Asri, Tempat Bermain di Jakarta Selatan

Di zona selanjutnya ada tempat produksi kerajinan kain batik tulis dan replika pulau yang bernuansa Betawi. Tidak hanya zona yang berisi aneka ragam kerajinan dan rumah adat, warga di kampung Setu Babakan juga melakukan atraksi.

Pada hari-hari tertentu, warga menyelenggarakan panggung seni yang akan diisi dengan kesenian tradisional, atraksi budaya, silat, marawis, kesenian lenong, gambus hingga gambang kromong dan pertunjukan musik keroncong.

Cagar budaya di Srengseng ini dibangun dan dirintis dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan Betawi agar tidak punah dan termakan zaman. Anak muda di kampung ini turut serta dalam mempertahankan kebudayaannya dengan rutin ikut panggung kesenian dan atraksi.

Pengunjung bisa datang ke Setu Babakan pada jam 09.00 sampai 16.00 WIB setiap hari tanpa membayar tiket masuk karena memang sengaja digratiskan. Namun, pengunjung bisa mengisi kotak dana dengan jumlah seikhlasnya untuk pengembangan fasilitas perkampungan ini.

Demikian ulasan mengenai cagar budaya di Srengseng yang ternyata terletak di kawasan Jakarta Selatan dan menyuguhkan aneka ragam kebudayaan Betawi yang patut dilestarikan. (IMA)