Konten dari Pengguna

Mengulik Isi Prasasti Muara Cianten dan Sejarahnya

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi Prasasti Muara Cianten. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Theo Aartsma
zoom-in-whitePerbesar
Isi Prasasti Muara Cianten. Foto hanyalah ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Theo Aartsma

Kota Bogor yang dijuluki sebagai Kota Hujan sempat jadi daerah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Hal ini terbukti dari beberapa peninggalan, termasuk Prasasti Muara Cianten. Bagi para penyuka sejarah, tentu akan tertarik mengetahui apa isi Prasasti Muara Cianten.

Raja yang terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah Purnawarman. Sejarah kerajaan Tarumanegara ini terkenal dan identik dengan pengendalian banjir dan sistem pengairan. Kisah sumber sejarah Tarumanegara ini dapat ditemui dalam beberapa prasasti yang telah ditemukan, termasuk Prasasti Muara Cianten.

Sekilas Tentang Isi Prasasti Muara Cianten dan Sejarah Penemuannya

instagram embed

Prasasti yang ditemukan di kawasan Bogor ini tidak hanya satu, setidaknya ada 7 prasasti masa Kerajaan Tarumanegara yang ditemui, yakni Prasasti Ciaruteun, Prasasti Kebon Kopi I, Prasasti Jambu, Prasasti Pasir Awi, Prasasti Cidanghiang, Prasasti Tugu dan Prasasti Muara Cianten.

Ketujuh prasasti ini jadi bukti adanya kerajaan Tarumanegara di Kota Bogor. Dari banyaknya jenis prasasti tersebut, salah satu yang mencuri perhatian adalah Prasasti Muara Cianten.

Hal ini juga dijelaskan dalam Buku Sejarah, Drs. Anwar Kurnia dan Drs. H. Moh Suryana (27:2007), Prasasti Muara Cianten merupakan salah satu Prasasti yang ditemui di Bogor. Prasasti ini ditemui di Muara Cianten.

Berikut ini adalah ulasan sejarah dan isi dari Prasasti Muara Cianten.

1. Sejarah Penemuan Prasasti

Prasasti Muara Cianten pertama kali ditemukan pada tahun 1864 oleh N.W Hoepermans. Saat itu ia bertugas melakukan inventarisasi peninggalan purbakala di Pulau Jawa selama tiga tahun, tahun 1864-1867.

Saat itu, keberadaan Prasasti Muara Cianten ditemui di Muara Kali Cianten tepi sungai Cisadane. Tepatnya berlokasi di Kampung Muara, Desa Ciaruteun Ilir, Cibungbulang, Bogor

Berkat N.W Hoepermans, banyak hal yang diketahui terkait kondisi peninggalan-peninggalan tersebut.

Jika dilihat, kondisi prasasti ini cukup memprihatinkan. Lokasinya sangat rawan terkikis oleh arus sungai. Hingga saat ini, Prasasti tersebut belum dipindahkan dari lokasi penemuan.

2. Isi Prasasti Muara Cianten

Prasasti Muara Cianten ditemukan dalam bentuk batu andesit dengan ukuran tinggi 140 cm, panjang 317 cm, dan lebar 148 cm. Di dalamnya termuat pahatan tulisan atau gambar piktograf. Bentuknya dalam aksara ikal, menyerupai sulur-suluran.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada yang bisa menafsirkan isi dari Prasasti Muara Cianten.

Namun, beberapa sumber menyebutkan isi dari teks tersebut adalah ucapan Rakryan Juru Pengambat pada tahun (Saka) kawihaji (8) panca (5) pasagi (4), pemerintahan negara dikembalikan kepada Raja Sunda.

Baca juga: Museum Perjuangan Bogor, Destinasi Wisata Sejarah yang Menarik untuk Dikunjungi

Dengan menyimak ulasan seputar isi Prasasti Muara Cianten tersebut dan bagaimana sejarah penemuannya, bisa menjadi poin untuk menambah wawasan sejarah yang lebih luas. (INE)