Menikmati Keindahan Dieng dari Batu Ratapan Angin

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dieng merupakan tempat yang menyuguhkan wisata alam dengan keindahan yang tidak pernah mengecewakan. Salah satu yangterbaik adalah Batu Ratapan Angin.
Batu Pandang Ratapan Angin menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati kecantikan Telaga Warna karena tempatnya berada di dataran tinggi. Dari sinilah, pengunjung bisa menikmati seluruh keindahan telaga dengan warna yang sering berubah.
Batu Ratapan Angin di Dieng
Mengutip informasi dari diengplateau.com, Batu Ratapan Angin merupakan dua batu besar yang bersebelahan dan bertempat di atas bukit sekitar Dieng Plateau Theatre.
Saat mengunjungi tempat ini, pengunjung akan merasakan hembusan angin yang menimbulkan bunyi gemerisik halus seperti siulan dan ratapan. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang wisata Batu Ratapan Angin Dieng.
Lokasi dan Daya Tarik
Dikutip dari kemenparekraf.go.id, wisata alam ini terletak di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.
Dari atas batu ini, wisatawan akan menyaksikan pesona 2 telaga, yakni Telaga Warna dan Telaga Pengilon yang berada di bawah bukit. Kedua telaga ini memiliki keunikan tersendiri dengan warna permukaan yang mencolok satu sama lain.
Di permukaan Telaga Warna terkandung sulfur yang tinggi sehingga membuat telaga ini berubah menjadi warna hijau pekat. Sedangkan di Telaga Pengilon akan tampak seperti cermin raksasa saat matahari memantulkan cahayanya ke permukaannya yang jernih.
Dua tampilan telaga itulah yang menjadi salah satu pesona dari Batu Pandang Ratapan Angin. Tempat ini merupakan spot terbaik untuk wisatawan penikmat fotografi dan instagramable.
Selain itu, terdapat juga jembatan gantung kayu dan tali yang menghubungkan dua bukit di sekitar batu ini. Jembatan ini bernama Jembatan Merah Putih dan berada pada ketinggian 10 meter di atas tanah.
Fasilitas, Harga Tiket Masuk dan Cara Mengunjungi
Sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi, tempat ini memiliki fasilitas memadai, terdapat beberapa spot foto buatan berupa balon udara. Bagi pengunjung yang instagenic, tempat ini mohon untuk tidak diskip.
Selain menjadi daya tarik, Jembatan Gantung Merah Putih juga menjadi wahana adrenaline. Bagi pengunjung yang tertarik uji nyali, wahana ini cocok dicoba dengan melintasinya.
Terdapat pula wahana flying fox dengan 2 opsi lintasan menuruni bukit. Untuk fasilitas lainnya merupakan fasilitas pada umumnya seperti tempat parkir, warung makan dan minuman, musala, toilet umum, dan tempat istirahat berupa gubuk.
Harga tiket masuk tergolong terjangkau. Wisatawan hanya perlu membayar sebesar Rp10.000, dan biaya parkir sebesar Rp3.000 untuk kendaraan bermotor, Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Jam operasi dimulai pukul 06.00-17.00 WIB.
Dari Wonosobo, pengunjung akan menempuh jarak sekitar 50 km dengan waktu tempuh 30 menit untuk mencapai tempat ini.
Lokasinya cukup dekat dengan Theater Dieng Plateau. Pengunjung menuju pos penjagaan yang berjarak 50 meter dari gedung teater dan membeli tiket masuk. Setelahnya, pengunjung berjalan lagi sejauh 100 meter untuk mencapai Batu Pandang Ratapan Angin.
Demikian informasi mengenai wisata Batu Ratapan Angin atau Batu Pandang Ratapan. Selamat membaca, semoga bermanfaat!
Baca juga : Wisata Batas Kampung Surabaya
