Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Menyusuri Goa Safarwadi, Gua Keramat Tempat Syech Abdul Muhyi Bersemedi
15 Februari 2025 15:34 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Di Tasikmalaya, terdapat sebuah gua yang sangat populer, bahkan viral beberapa waktu terakhir, yaitu Goa Safarwadi. Destinasi ini menjadi wisata religi yang ramai dikunjungi wisatawan untuk berziarah, serta napak tilas.
ADVERTISEMENT
Terdapat cerita kepercayaan dari masyarakat setempat tentang goa ini yang sangat menarik untuk disimak. Salah satunya adalah lekukan dinding yang mirip dengan bentuk peci, penutup kepala untuk laki-laki.
Goa Safarwadi di Tasikmalaya Napak Tilas Jejak Semedi Syech Abdul Muhyi
Goa Safarwadi berlokasi di Desa Pamijahan, Kec. Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Gua ini dipercaya sebagai bekas tempat Syech Abdul Muhyi, salah satu penyebar agama Islam di Tasikmalaya bertapa dan bersemedi.
Dikutip dari buku Mama Nagasari: Sekelumit Manaqib, Kilas Biografi, Silsilah, dan Geneologi oleh Yandi Irshad Badruzzaman (2024:190), Pamijahan yang berlokasikan di daerah selatan Pulau Jawa ini, dahulu bernama Safarwadi yang konon merupakan kosa kata bahasa Arab dari kata “safar” berarti jalan, dan “wadi” yang berarti lembah atau jurang.
ADVERTISEMENT
Nama Safarwadi ini sekarang justru tenggelam dan lebih terkenal di masyarakat luas dengan sebutan Pamijahan. Di antara salah satu penyebab adanya penyebutan tersebut antara lain karena Syech Abdul Muhyi wafat, banyak sekali orang-orang yang datang berduyun-duyun menziarahi makam waliyullah tersebut.
Gua ini memiliki panjang sekitar 284 meter. Saat memasuki area gua, pengunjung akan melalui celah batu yang bentuknya lancip, dengan aliran air yang menariknya tidak pernah surut.
Pada sepanjang lorong, ada stalagmit dan stalaktit berwarna kuning emas, yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri di destinasi ini. Di bagian dalam, terdapat lorong cabang yang diyakini menjadi jalur wali yang datang dari Surabaya, Cirebon, Banten, sampai Mekkah.
Selain stalaktit dan stalagmit emas, keunikan lain dari gua ini adalah adanya lekukan pada dinding gua yang mirip dengan peci atau kopiah haji. Masyarakat percaya, jika ukuran kepala pengunjung pas dengan lekukan tadi, maka pengunjung tersebut ditakdirkan untuk segera melaksanakan ibadah haji.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, aliran air yang tidak pernah surut tadi sering dimanfaatkan oleh pengunjung serta peziarah untuk berwudu. Bahkan tak sedikit yang meminum airnya karena diyakini memiliki khasiat.
Goa Safarwadi di Pamijahan menjadi bukti penyebaran agama Islam di Tasikmalaya. Gua ini sekarang menjadi salah satu destinasi wisata religi populer di Provinsi Jawa Barat. (YD)