Konten dari Pengguna

Museum Kereta Keraton: Daya Tarik, Lokasi, dan Informasi Lainnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Museum Kereta Keraton. Sumber: Pexels/Vjapratama
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Museum Kereta Keraton. Sumber: Pexels/Vjapratama

Bagi pengunjung yang sedang mencari tempat wisata edukatif, seperti museum, bisa datang ke Museum Kereta Keraton. Di tempat ini terdapat aneka kereta kuno milik keraton Yogyakarta, mulai dari kereta masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono pertama sampai Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Dikutip dari laman visitingjogja.jogjaprov.go.id, museum kereta ini memiliki 23 koleksi kereta kuda lengkap dengan berbagai peralatan dasar kuda dan kereta. Dari jumlah tersebut, ke 18 keretanya masih digunakan untuk upacara-upacara kebesaran keraton.

Daya Tarik Museum Kereta Keraton

Ilustrasi Museum Kereta Keraton. Sumber: Pexels/pixabay

Kereta yang ada di museum bukanlah kereta biasa, karena pada zaman dahulu kereta-kereta tersebut merupakan kendaraan para sultan yang digunakan untuk berbagai keperluan dan acara yang diselenggarakan di Keraton Yogyakarta.

Berikut daya tarik Museum Kereta Keraton Yogyakarta yang sayang jika tidak melihat keunikannya secara langsung.

1. Kereta Kyai Garuda Yaksa

Daya tarik pertama, yaitu adanya kereta Kyai Garuda Yaksa. Kereta dibuat di Belanda pada tahun 1861. Karena diyakini keramat, kereta pun selalu dimandikan setiap satu tahun sekali di bulan Suro.

Perbedaan kereta Kyai Garuda Yaksa dengan kereta lainnya, yaitu kemegahan ornamennya. Kereta ini memiliki desain khas Eropa dengan puncak kereta dihiasi ornamen mahkota seberat 20 kilogram.

2. Berbagai Kereta Berusia Ratusan Tahun

Selain Kereta Kyai Garuda Yaksa, terdapat koleksi kereta kuda lainnya berusia mencapai ratusan tahun.

Misalnya, Kereta Mondro Juwolo yang pernah dipakai Pangeran Diponogero, dan Kereta Kanjeng Nyai Jimad, kereta paling tua yang dibuat di tahun 1750.

3. Permainan Seru yang Kekinian

Selain melihat kereta pusaka, tersedia berbagai permainan kekinian. Salah satunya, balapan di Catch & Run Games. Permainan ini menghasilkan dua jenis balapan dan mengambil makanan kuda yang dapat dimainkan oleh dua pemain.

Tidak kalah seru, juga ada Augmented Reality Photo Booth yang menghadirkan wahana foto 3D. Pada permainan ini, pengunjung dapat melambaikan tangan ke arah motion caption, lalu hasil foto dapat diambil langsung dengan memindai QR code yang ditampilkan dalam layar booth.

Harga Tiket Museum Kereta Keraton

Museum Kereta Keraton buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiket masuknya dibagi menjadi dua kategori, yaitu

  • Wisatawan nusantara untuk anak-anak Rp15.000 dan dewasa Rp20.000

  • Wisatawan mancanegara untuk anak-anak Rp25.000 dan dewasa Rp30.000

Untuk pembelian tiket, pengunjung dapat datang langsung ke tempat. Di sana, pengunjung akan menemukan loket penjual tiket. Pilih jumlah tiket dan melakukan pembayaran.

Cara ke Museum Kereta Keraton

Ilustrasi Museum Kereta Keraton. Sumber: Pexels/Bara Cross

Museum Kereta Keraton Yogyakarta berada di sebelah barat bangunan Keraton Yogyakarta, atau tepatnya di Jalan Rotowijan. Cara ke museum menggunakan kendaraan pribadi dari Jalan Malioboro, arahkan kendaraan menuju selatan Jalan Ahmad Yani.

Selanjutnya, terus saja lurus sampai menemukan pertigaan. Lurus lagi dan masuk ke Jalan Rotowijayan. Tidak jauh dari pertigaan, akan menemukan Museum Kereta Keraton yang berada di sisi kanan jalan.

Baca juga: Rute ke Museum Wayang dengan TransJakarta

Itulah informasi mengenai daya tarik dan harga tiket Museum Kereta Keraton. Apabila tertarik berkunjung, museum berada di Jl. Rotowijayan, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Semoga membantu. (ERI)