Konten dari Pengguna

Museum Seni Rupa dan Keramik: Lokasi, Harga Tiket, dan Cara Menuju ke Sana

Jendela Dunia

Jendela Dunia

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Pixabay

Museum merupakan lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan mengomunikasikan koleksi berupa warisan budaya dan lingkungan. Museum Seni Rupa dan Keramik adalah salah satu museum di Jakarta.

Keberadaan museum terbuka untuk umum, bersifat tetap dan tidak mencari keuntungan. Museum berfungsi untuk melayani masyarakat, mengumpulkan, merawat, meneliti, mengomunikasikan, dan memamerkan koleksi yang bersifat kebendaan dan takbenda.

Daftar isi

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Sanketh Rao

Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik dimulai pada tahun 1866 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Mijer mengeluarkan keputusan untuk membangun Gedung. Gedung tersebut bernama Raad Van Justitie (peradilan) atas rekomendasi Raja Willem III.

Gedung tersebut dirancang oleh arsitek yang bernama Jhr. Willem Herman Frederik Hendrik van Raders. Gedung Raad van Justitie selesai dibangun oleh perusahaan konstruksi Drossacras & Co dengan biaya 269 ribu gulden pada tahun 1870.

Pemerintah Jepang mengganti nama Raad Van Justitie menjadi Koto Hoin pada tahun 1942. Pemerintah Belanda mengalihfungsikan Koto Hoin sebagai asrama Nederlandsch Missie Militer (NMM) tentara Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) pada tahun 1949.

Tahun 1950 Gedung Raad van Justitie ditutup untuk umum karena menjadi tempat penyimpanan alat-alat militer. Baru pada tahun 1970 gedung difungsikan oleh pemerintah sebagai Kantor Walikota Jakarta Barat.

Gedung mengalami pemugaran pada tahun 1974 dan menjadi Kantor Dinas Sejarah dan Museum DKI Jakarta. Tahun 1976 Gedung diresmikan sebagai Balai Seni Rupa Jakarta atas prakarsa Bapak Wakil Presiden Adam Malik.

Tahun 1977 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan gedung tersebut menjadi Museum Keramik. Nama gedung mengalami perubahan pada tahun 1986 menjadi Balai Seni Rupa dan Keramik dan Tahun 1990 diresmikan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik.

Visi dan Misi

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Vansh Sharma

Ada berbagai visi dan misi yang dimiliki oleh Museum Seni Rupa dan Keramik. Koleksi yang bisa dipelajari, pelayanan maksimal sampai fasilitas-fasilitas turut menjadi penunjang keberhasilan museum. Berikut adalah visi dan misi Museum Seni Rupa dan Keramik.

1. Visi

Menjadi pusat pelestarian seni rupa dan keramik di Indonesia dan sebagai tujuan kunjungan wisata seni dan budaya yang menyenangkan.

2. Misi

Ada enam misi yang dijalankan oleh museum. Berikut adalah misi Museum Seni Rupa dan Keramik:

  1. Melakukan upaya-upaya pelestarian dan pengembangan terkait seni rupa dan keramik di Indonesia.

  2. Melayani masyarakat yang ingin mengeksplorasi museum dan kolaborasi untuk kepentingan penelitian, pendidikan, kebudayaan dan rekreasi.

  3. Melakukan pembaruan dan adaptif terhadap kondisi terkini dan perkembangan zaman dalam pengelolaan museum.

  4. Meningkatkan pelayanan prima dan aksebilitas untuk seluruh lapisan masyarakat.

  5. Melakukan kegiatan melindungi, memanfaatkan koleksi dan bangunan, pengembangan, dan mengkomunikasikannya, kepada masyarakat untuk dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

  6. Melakukan partisipasi aktif dalam pembangunan kebudayaan Indonesia khususnya seni rupa dan keramik.

Jam Buka Museum Seni Rupa dan Keramik

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Magda Ehlers

Jam buka Museum Seni Rupa dan Keramik sangat bervariasi. Berikut adalah jam buka Museum Seni Rupa dan Keramik berdasarkan hari:

  1. Senin: Libur

  2. Selasa: 09:00 - 15:00

  3. Rabu: 09:00 - 15:00

  4. Kamis: 09:00 - 15:00

  5. Jumat: 09:00 - 15:00

  6. Sabtu: 09:00 - 15:00

  7. Minggu: 09:00 - 15:00

  8. Tanggal merah: 09:00 - 15:00

Lokasi, Keunikan, Ruangan dan Isi Bangunan Museum

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/cottonbro studio

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki lokasi yang strategis karena dekat dengan pusat kota. Museum ini juga memiliki keunikan yang dapat menarik minat pengunjung. Berikut adalah lokasi, keunikan, ruangan dan isi Museum Seni Rupa dan Keramik:

1. Lokasi Museum

Museum Seni Rupa dan Keramik berlokasi dalam Kawasan Kota Tua Jakarta. Museum ini beralamat di Jalan Pos Kota No. 2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Museum ini berada di seberang Museum Sejarah Jakarta.

2. Keunikan Bangunan

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki luas bangunan 2430 m2 dan dibangun di atas tanah seluas 9320 m2. Gedung museum dibangun dengan gaya arsitektur Eropa Empire atau biasa dikenal dengan Neo Classic.

Ciri khas bangunan ini terdapat pada bagian atas depan yang berbentuk segitiga. Bagian teras depan museum memiliki pilar atau doria.

3. Isi Museum

Museum Seni Rupa dan Keramik saat ini berada di bawah pengelolaan Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta secara langsung. Berikut adalah jenis koleksi yang terdapat di Museum Seni Rupa dan Keramik.

  1. Sketsa.

  2. Lukisan.

  3. Patung/totem dari berbagai daerah di Indonesia.

  4. Keramik dari era Kerajaan Majapahit abad ke-14, dan dari berbagai negara di dunia.

4. Ruangan Museum

Museum Seni Rupa dan Keramik menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat ini. Koleksi Seni Lukis Indonesia dibagi menjadi beberapa ruangan berdasarkan periodisasi. Berikut adalah ruangan-ruangan di museum:

  1. Ruang Masa Raden Saleh memuat karya-karya periode 1880 - 1890.

  2. Ruang Masa Hindia Jelita memuat karya-karya periode 1920-an

  3. Ruang Persagi memuat karya-karya periode 1930-an.

  4. Ruang Masa Pendudukan Jepang memuat karya-karya periode 1942 - 1945.

  5. Ruang Pendirian Sanggar memuat karya-karya periode 1945 - 1950.

  6. Ruang Sekitar Kelahiran Akademis Realisme memuat karya-karya periode 1950-an.

  7. Ruang Seni Rupa Baru Indonesia memuat karya-karya periode 1960 - sekarang.

Tarif Tiket Masuk Museum

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/vedanti

Tarif tiket masuk Museum Seni Rupa dan Keramik sangat bervariasi. Berikut adalah tarif Museum Seni Rupa dan Keramik berdasarkan hari, usia dan rombongan:

1. Tarif Individu

Tarif ini dikenakan kepada pengunjung umum yang tidak berwisata bersama rombongan. Berikut adalah tarif museum berdasarkan hari dan jenis pengunjung:

  1. Tarif dewasa hari Selasa-Jumat: Rp10.000/orang.

  2. Tarif dewasa hari Sabtu-Minggu: Rp15.000/orang.

  3. Tarif pelajar/mahasiswa/anak-anak: Rp5.000/orang.

  4. Wisatawan mancanegara: Rp50.000/orang.

2. Tarif Rombongan

Tarif ini dikenakan kepada pengunjung umum yang berwisata bersama rombongan minimal 30 orang. Berikut adalah tarif museum berdasarkan hari dan jenis pengunjung:

  1. Tarif dewasa hari Selasa-Jumat: Rp7.500/orang.

  2. Tarif dewasa hari Sabtu-Minggu: Rp11.250/orang.

  3. Tarif pelajar/mahasiswa/anak-anak: Rp3.750/orang.

3. Tarif Gratis

Museum Seni Rupa dan Keramik menyediakan tarif gratis untuk beberapa orang dengan ketentuan. Berikut adalah pengunjung yang berhak mendapatkan tarif gratis:

  1. Disabilitas.

  2. Lansia dengan umur lebih dari 60 tahun (dibuktikan dengan KTP).

  3. Penerima Kartu Jakarta Pintar (dibuktikan dengan menyerahkan kartu KJP pada petugas).

  4. Anak dengan umur dibawah 3 tahun.

Fasilitas

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/Cottonbro studio

Terdapat berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Berikut adalah fasilitas yang terdapat di Museum Seni Rupa dan Keramik:

  1. Perpustakaan yang menyimpan berbagai macam buku-buku panduan tentang seni rupa dan keramik.

  2. Studio gerabah berisi proses pembuatan gerabah. Pengunjung yang ingin mencoba praktik membuat gerabah, bisa langsung datang ke area studio.

  3. Toko suvenir menyediakan kartu pos, sketsa, lukisan, sampai pernak-pernik keramik yang dapat dibeli secara langsung oleh pengunjung.

  4. Gedung pertemuan atau aula.

  5. Taman.

  6. Ruang terbuka.

  7. Toilet.

  8. Musala.

  9. Area parkir yang cukup luas.

  10. QR Code beberapa lukisan untuk mengetahui penjelasan lebih dalam mengenai karya tersebut.

Workshop Gerabah

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/cottonbro studio

Terdapat workshop gerabah atau pottery class yang dapat diikuti oleh pengunjung. Berikut adalah informasi mengenai workshop gerabah yang dapat diikuti oleh pengunjung:

  1. Tarif workshop sebesar Rp50.000 dapat dibayarkan di koperasi museum.

  2. Setelah mendaftar pengunjung akan mendapat jadwal kelas yang akan diikuti.

  3. Pengunjung mendapat tanah liat yang bisa dibawa pulang, penyewaan alat pottery, hingga bimbingan dari pengrajin keramik.

  4. Pengunjung akan diajari tentang pembuatan gerabah mulai dari teknik pinching (pijit), cetak, dan roda putar.

  5. Durasi pottery selama 30 menit

  6. Pengunjung dapat menghias karya tanpa batasan waktu dengan syarat sudah pindah meja karena alat pottery terbatas.

  7. Sambil menunggu jadwal, pengunjung bisa berkeliling melihat karya-karya lukisan & keramik.

  8. Hasil pottery bisa langsung dibawa pulang dengan keadaan masih basah.

  9. Apabila pengunjung ingin membawa pulang dalam bentuk keramik maka harus dibakar dengan waktu tunggu sekitar 1 bulan.

  10. Terdapat biaya tambahan sebesar Rp85.000 apabila pengunjung ingin membawa pulang hasil karya dalam bentuk keramik.

  11. Ada biaya ongkir untuk pengiriman karya hingga sampai ke rumah.

Cara Menuju Museum Seni Rupa dan Keramik

Ilustrasi Museum Seni Rupa dan Keramik. Pexels/cottonbro studio

Museum ini cukup mudah diakses karena berada di kawasan wisata Kota Tua yang ramai. Pengunjung memiliki pilihan akomodasi yang banyak apabila ingin menuju museum.

Pengunjung dapat menggunakan kereta Commuter Line atau KRL dan turun di stasiun Jakarta Kota. Jika menggunakan Transjakarta, pengunjung dapat turun di halte Kota. Pengunjung juga dapat menggunakan kendaraan pribadi dan parkir di area yang disediakan.

Baca Juga: 3 Taman Edukasi Indonesia untuk Liburan bersama Si Kecil

Pastikan untuk membawa persiapan yang cukup saat akan berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik. Wisatawan yang berada di museum diharap dapat menjaga keamanan dan kenyamanan sesama pengunjung serta dapat menaati peraturan yang berlaku. (Fia)