Museum Taman Prasasti: Sejarah, Koleksi, Tiket, dan Cara Berkunjung

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dahulu kota Jakarta Pusat adalah daerah padat penduduk. Keadaan tersebut yang membuat adanya pembangunan wahana wisata untuk melepas penat. Salah satu destinasi wisata di Jakarta Pusat adalah Museum Taman Prasasti.
Museum ini cukup populer di kalangan pengunjung, khususnya masyarakat DKI Jakarta. Tempat wisata ini bisa menjadi edukasi sejarah bagi masyarakat Indonesia. Ini karena banyak koleksi peradaban Belanda ketika menjajah Indonesia.
Museum Taman Prasasti: Sejarah, Koleksi, dan Ragam Aktivitasnya
Inilah informasi lengkap tentang Museum Taman Prasasti beserta ragam aktivitasnya.
Sejarah Singkat Museum Taman Prasasti
Berikut adalah sejarah singkat Museum Taman Prasasti yang dikutip dari penelitian Rahmadhani, R. (2011). "Representasi dan identitas museum taman prasasti terhadap sejarah kota Batavia".
Berawal dari kompleks pemakaman peninggalan kolonial Belanda. Tapi, tahun 1997 pemakaman ini pada akhirnya dipugar dan dijadikan museum oleh Pemerintah DKI Jakarta. Berisi berbagai macam prasasti batu nisan di masa penjajahan Belanda.
Semula area pemakaman dengan luas 5,6 hektar harus mengalami penyusutan menjadi 1,3 hektar. Di samping itu ada pengesahan pemakaman tersebut menjadi museum menjadi area publik sebagai kumpulan peninggalan bersejarah dalam bentuk nisan.
Macam-macam Koleksi Museum Taman Prasasti
Kendaraan Pengantar Jenazah, ini adalah kereta yang sering digunakan pemerintah Belanda untuk mengantarkan jenazah orang penting ke tempat peristirahatan terakhir.
Koleksi Berbagai Batu Nisan, bagian luar museum banyak batu nisan yang berukuran besar. Di dalam museum terdapat batu nisan dari bebatuan alam yang ukurannya kecil sampai normal. Ada beberapa bahan lain seperti marmer dan logam perunggu.
Diorama Makam Khas Indonesia, terdapat diorama makam dari 27 provinsi di Indonesia. Pengunjung akan mendapat informasi berupa keunikan dari berbagai diorama makam masing-masing daerah yang bisa ditemukan di bagian dinding museum.
Patung dan Nisan Klasik, ada banyak tokoh-tokoh sejarah yang diabadikan dalam ukiran nisan klasik. Pengunjung juga dapat melihat berbagai seni patung seperti patung dewi pelindung atau malaikat kepercayaan pemerintah Belanda.
Lokasi, Jam Buka, Tiket, dan Cara Berkunjung
Museum taman prasasti terletak di jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Lokasinya tidak jauh dari Pusat Perbelanjaan Tanah Abang. Bagi pengunjung dari luar kota, bisa turun di terminal/bandara/stasiun terdekat dari museum.
Terminal terdekat adalah Kampung Rambutan, Bandara terdekat yaitu Soekarno Hatta, dan Stasiun terdekat yaitu Pasar Senen. Pengunjung harus berjalan melewati Pasar Tanah Abang ke jalan atau daerah nomor 1.
Pengunjung akan menemukan tulisan selamat datang dan pagar berwarna putih disekeliling museum. Jika sudah menemukan tanda tersebut, pengunjung telah sampai pada tujuan.
Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin, pukul 09.00-15.00 WIB. Harga tiketnya terbagi menjadi 3 jenis. Pertama, untuk pelajar sebesar Rp2.000,00. Kedua, untuk mahasiswa sebesar Rp3.000,00. Ketiga, untuk orang dewasa sebesar Rp5.000,00.
Informasi tambahan biaya lainnya seperti parkir di sini yaitu untuk kendaraan roda dua yaitu sebesar Rp2.000,00 dan kendaraan roda empat sebesar Rp5.000,00.
Demikian informasi tentang Museum Taman Prasasti yang meliputi sejarah, koleksi, tiket hingga cara berkunjungnya. Berdirinya museum ini tujuannya agar pengunjung bisa lebih memahami arti sejarah dari bangsa Indonesia ini yang sangat penting.
Baca juga: 4 Museum Gratis di Jakarta untuk Wisata Edukasi yang Menarik
