Nama Baru Halte TransJakarta di 13 Koridor yang Perlu Diketahui Warga Jakarta

Menyajikan informasi untuk menginspirasi dan menambah wawasan pembaca
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Jendela Dunia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada bulan Januari 2024, beberapa halte TransJakarta memiliki nama baru. Nama baru halte TransJakarta ini tersebar di 13 koridor bus di Jakarta.
Warga Jakarta tentu perlu mengetahui perubahan nama ini. Hal ini agar perjalanan menuju tujuan dengan bus TransJakarta menjadi nyaman, terlebih jika perlu melakukan transit pada halte yang baru saja diganti namanya.
Nama Baru Halte TransJakarta di 13 Koridor
Setidaknya ada sekitar 100 nama baru halte TransJakarta yang tersebar di 13 koridor. Ini termasuk beberapa halte bus yang memungkin penumpang untuk transit seperti Dukuh Atas 1, BNN, Cawang UKI, dan lain-lain.
Berikut merupakan nama-nama baru dari halte TransJakarta dan juga nama terdahulunya, berdasarkan Instagram resmi @pt_transjakarta.
Koridor 1
Karet Sudirman menjadi Karet
Dukuh Atas 1 menjadi Dukuh Atas
Bank Indonesia menjadi Kebon Sirih
Monas menjadi Monumen Nasional
Olimo menjadi Taman Sari
Kali Besar Barat menjadi Kali Besar
Museum Fatahillah menjadi Museum Sejarah Jakarta
Koridor 2
Pulogadung 1 menjadi Pulo Gadung
ASMI menjadi Perintis Kemerdekaan
Cempaka Timur menjadi Cempaka Mas
RS Islam menjadi Sumur Batu
Cempaka Tengah menjadi Cempaka Baru
Pasar Cempaka Putih menjadi Pasar Cempaka Putih
Senen menjadi Pasar Senen
Atrium menjadi Senen Raya
Deplu menjadi Pejambon
Gambir 1 menjadi Gambir
Monas menjadi Monumen Nasional
Koridor 3
Dispenda Samsat Barat menjadi Pulo Nangka
Indosiar menjadi Damai
Grogol 1 menjadi Grogol
RS Sumber Waras menjadi Roxy
Koridor 4
Pulogadung 2 menjadi Pulo Gadung
Pasar Pulogadung menjadi Pasar Pulo Gadung
TU Gas menjadi Pemuda Merdeka
Sunan Giri menjadi Kayu Jati
UNJ menjadi Rawamangun
Pramuka BPKP menjadi Simpang Pramuka
Pramuka LIA menjadi Pramuka Sari
Matraman 2 menjadi Flyover Pramuka
Dukuh Atas 2 menjadi Galunggung
Koridor 5
Gunung Sahari Mangga Dua menjadi Gunung Sahari
Budi Utomo menjadi Lapangan Banteng
Salemba UI menjadi Salemba
Salemba Carolus menjadi Paseban
Matraman 1 menjadi Matraman
Slamet Riyadi menjadi Kesatrian
Pasar Jatinegara menjadi Bali Mester
Jatinegara RS Premier menjadi Jatinegara
Koridor 6
Departemen Pertanian menjadi Simpang Ragunan
SMKN 57 menjadi Jati Barat
Imigrasi menjadi Warung Buncit
Kuningan Timur menjadi Underpass Kuningan
Departemen Kesehatan menjadi Kuningan
GOR Soemantri menjadi Rasuna Said
Setiabudi Utara menjadi Setiabudi
Latuharhary menjadi Flyover Kuningan
Dukuh Atas 2 menjadi Galunggung
Koridor 7
RS Harapan Bunda menjadi Trikora
Pasar Induk Kramat Jati menjadi Pasar Induk
Pasar Kramat Jati menjadi Kramat Jati
PGC 1 menjadi Cililitan
BKN menjadi Cawang Cililitan
Cawang UKI menjadi Cawang Sentral
BNN menjadi Cawang
Cawang Otista menjadi Cawang Baru
Koridor 8
Pondok Indah 1 menjadi Underpass Lebak Bulus
Pondok Indah 2 menjadi Pondok Indah
Tanah Kusir Kodim menjadi Tanah Kusir
Kebayoran Lama Bungur menjadi Bungur
Pasar Kebayoran Lama menjadi Kebayoran
Permata Hijau RS Media menjadi Arteri
Kedoya Assiddiqiyah menjadi Kedoya Panjang
Kedoya Green Garden menjadi Kedoya
Indosiar menjadi Damai
Grogol 2 menjadi Grogol Reformasi
S Parman Podomoro City menjadi Tanjung Duren
Tomang Mandala menjadi Tomang Raya
RS Tarakan menjadi Tarakan
Koridor 9
Garuda Taman Mini menjadi Makasar
Cawang UKI menjadi Cawang Sentral
BNN menjadi Cawang
Cawang Ciliwung menjadi Ciliwung
Cikoko Stasiun Cawang menjadi Cikoko
Tebet Eco Park II menjadi Tebet Eco Park
Pancoran Barat menjadi Pancoran
Kuningan Barat menjadi Simpang Kuningan
Gatot Subroto Jamsostek menjadi Denpasar
Gatot Subroto LIPI menjadi Widya Chandra
Senayan JCC menjadi Senayan
Slipi Petamburan menjadi Petamburan
Slipi Kemanggisan menjadi Kemanggisan
RS Harapan Kita menjadi Kota Bambu
S Parman Podomoro City menjadi Tanjung Duren
Grogol 2 menjadi Grogol Reformasi
Latumeten Stasiun Grogol menjadi Kali Grogol
Koridor 10
Enggano menjadi Mambo
Permai Koja menjadi Koja
Plumpang Pertamina menjadi Plumpang
Yos Sudarso Kodamar menjadi Kodamar
Cempaka Mas menjadi Simpang Cempaka
Ahmad Yani Bea Cukai menjadi Pisangan
Stasiun Jatinegara menjadi Flyover Jatinegara
Cipinang Kebon Nanas menjadi Kebon Nanas
Penas Kalimalang menjadi Halim
Cawang Soetoyo menjadi Simpang Cawang
Cawang UKI menjadi Cawang Sentral
BKN menjadi Cawang Cililitan
PGC 2 menjadi PGC
Koridor 11
Perumnas Klender menjadi Flyover Pondok Kopi
Flyover Radin Inten menjadi Simpang Buaran
Flyover Klender menjadi Klender
Imigrasi Jakarta Timur menjadi Flyover Cipinang
Stasiun Jatinegara 2 menjadi Stasiun Jatinegara
Jatinegara RS Premier menjadi Jatinegara
Koridor 12
Enggano menjadi Mambo
Permai Koja menjadi Koja
Plumpang Pertamina menjadi Plumpang
SMP 140 menjadi Sunter Utara
Kemayoran Landas Pacu Timur menjadi Landasan Pacu
Gunung Sahari Mangga Dua menjadi Gunung Sahari
ITC Mangga Dua menjadi Mangga Dua
Pangeran Jayakarta menjadi Mangga Dua Raya
Kali Besar Barat menjadi Kali Besar
Bandengan Selatan menjadi Bandengan
Landmark Auto Plaza menjadi Pluit Selatan
Museum Fatahillah menjadi Museum Sejarah Jakarta
Koridor 13
Tendean menjadi Tegal Mampang
Tirtayasa menjadi Pasar Santa
Adam Malik menjadi Petukangan Utara
Baca Juga: Naik Transjakarta Bayar Pakai Apa? Ini Penjelasannya
Itulah informasi seputar nama baru halte TransJakarta di 13 koridor yang ada di Jakarta. Bagi yang setiap hari melakukan commuting silakan dihapalkan. (Fitri A)
